Pages

Monday, June 24, 2019

RATS


Malam begitu larut.  Seekor Tikus Curut mulai mencari makan dengan dengan mengendap-endap. Tikus Curut mencium bau yang enak di aliran udara. Berlarilah Tikus Curut menuju sebuah rumah yang cukup besar melewati pintu depan yang terbuka. Tikus Curut melihat  sebuah roti di atas meja.

“Itu makan yang saya cari,” kata Tikus Curut.

Tikus Curut menarik taplak meja dengan susah payah agar roti jatuh ke.lantai. Usaha Tikus Curut berhasil menjatuhkan roti ke lantai.

“Asik makan dateng,” kata Tikus Curut.

Tikus Curut bergegas mengambil roti di lantai. Tiba-tiba seekor binatang mirip seperti kucing mendatengin Tikus Curut.

“Haaaa...Rakun ,” kata Tikus Curut.

Tikus Curut berusaha  melarikan diri dengan membawa roti menuju keluar rumah, tapi Rakun menginjak ekornya.

“Mau lari kemana?,” tanya Rakun.

“Eee......gak kemana-mana kok?,” jawab Tikus Curut yang ketakutan.

Rakun mulai menunjukkan kebuasannya di dengan mencekek leher Tikus Curut.

“Berani benar kamu mencuri di rumah saya,” kata Rakun.

“Eee...ampuni saya. Jangan kau siksa saya seperti ini. Saya hanya mencari makan,” kata Tikus Curut.

Rakun melepaskan cekikannya pada Tikus Curut, lalu memegang ekornya kembali. Rakun mengangkat Tikus Curut dengan tangannya. Terlihat Tikus Curut bergelantungan kepala menuju ke lantai dan ekor di pegang Rakun.

“Tolong ampuni saya,” kata Tikus Curut.

“Ok...tidak jadi masalah,” kata Rakun.

Rakun menurunkan Tikus Curut ke lantai.

“Jangan pernah mencuri lagi di rumah ini,” kata Rakun.

“Iya....iya..iya..,” jawab Tikus Curut ketakutan.

Tikus Curut bergegas pergi keluar rumah lewat pintu depan dengan berlari cepat.

“Sial hari ini....rumah yang saya datengin penjaganya seekor Rakun. Ada-ada manusia tingkahnya melihara hewan liar,” gerutu Tikus Curut.

Tikus Curut berlari menuju sebuah tong sampah untuk mencari makan. Sedangkan Rakun memakan roti yang di jatuhkan Tikus Curut. Dengan lahapnya Rakun memakan roti yang enak  sampai perutnya kenyang. Dangenglah Tuannya memegang Rakun,lalu di gendongnya.

“Dasar anak nakal membuat berantakan saja,” kata Tuannya sambil mengelus bulu Rakun.

Tuannya membawa Rakun ke ruang tengah, lalu di masukkan kandangnya.

“Jangan nakal lagi,” kata Tuannya.

Rakun terdiam dan duduk beralaskan kain.

“Enak gak enak jadi hewan piaraan manusia ya...di enakkin. Namanya juga hidup,” celoteh Rakun.

Tuannya bergegas ke ruang depan untuk membereskan meja dan lantai berantakan. Rakun bersantai sambil tiduran.

No comments:

Post a Comment

SAHABAT

Dodo duduk di halaman belakang rumah sedang asik main game di Hp-nya. Tony yang selesai mengerjakan tugas kuliahnya, ya keluar dari kamarnya...