Pages

Saturday, May 25, 2019

TIKUS GO TIKUS GO

Langit malam yang bertabur bintang.Tikus berlari cepat menuju rumah teman. Sampai di rumah temannya Tikus langsung memanggil temannya yang baru keluar dari rumahnya.

"Bambang."

"Iya......Agus."

Agus mengatur nafasnya di depan Bambang.

"Ayo kita berangkat nonton pertandingan sepak bola!" kata Agus.

"Ayo," ujar Bambang.

Agus dan Bambang pergi ke stadion untuk melihat pertandingan sepak bola. Dengan berlari cepat keduanya lewat jalan pintas masuk selokan saku ke selokan yang lain menuju arah paling benar menuju stadion.

Karena salah perhitungan Agus dan Bambang jadi jalan yang di tuju jalan buntu.

"Gimana..ini..Bambang."

"Kemarin kaya gak ada. Kalau di lihat tekstur tembok jalan ini masih baru. Kemungkinan ada pembangunan jalan saluran air di ubah agar langsung ke saluran pembuangan yang lebih besar," penjelasan Bambang.

"Jadi lewat mana..ini..Bambang? Pertandingan sepak bola segera di mulai," kata Agus.

"Kita keluar dari selokan ini lewat jalan raya. Tapi hati-hati dengan motor dan mobil bisa mati terlindas dan juga Kucing liar yang kelaparan," saran Bambang.

"Saya..pasti berhati-hati," kata Agus.

Bambang dan Agus keluar dari selokan. Terlihat manusia dengan kesibukan masing-masing. Saat ke dua Tikus melintas di kakinya ada manusia yang geli pada Tikus dan berusaha menjauhkan diri.

Ke dua Tikus jojong saja berjalan dan berlari untuk menyebrang jalanan. Bambang dengan cepat sampai di seberang saat tidak ada kendaraan melintas. Agus ketakutan sekali melewati jalan raya. Tapi terus di panggil oleh Bambang untuk berani menyebrang ke tempat Bambang berdiri.

Agus pun memberanikan diri untuk menyeberang sampai di tengah jalan mobil dan motor mulai melintas. Agus panik takut di lindas motor dan mobil. Tapi karena kepanikan itu membuat Agus lebih kacau lagi di pikirannya sampai pusing. Tak sadar roda mobil sudah di depan Agus. Bambang tahu temannya mau di lindas mobil dengan cepat berlari dengan membaca situasi melewati mobil dan motor melintas.

"Ahhh," teriak Agus yang mau mati di lindas roda mobil.

Bambang melompat ke arah Agus dan bergelinding. Setelah itu bangun dan digandengnya si Agus melewati jalan yang ramai di lewati motor dan mobil sampai di seberang.

"Saya..selamat," kata Agus mengatur nafasnya agar jantung tidak berdetak cepat lagi.

"Lain kali kamu harus lebih berhati-hati dan juga kuasai insting binatang kamu agar bisa melewati jalan ramai seperti ini agar selamat sampai tujuan," kata Bambang sekaligus memberikan nasehat.

"Iya...," jawab Agus.

"Ayo..kita..menuju stadion untuk melihat pertandingan sepak bola!" kata Bambang.

"Ayo," saut Agus.

Bambang dan Agus bergerak cepat dengan berlari menuju stadion saat ingin masuk ke selokan yang langsung menuju ke dalam stadion. Di hadanglah Bambang dan Agus dengan seekor Kucing sangat buas di daerah tersebut.

"Mau kemana kalian?" tanya Kucing yang bernama Robert.

"Eeee...." kata Agus yang penuh ketakutan.

"Saya....ingin jalan-jalan...saja," kata Bambang.

"Jalan-jalan dengan tergesa-gesa begini. Kamu berbohong. Mau ke dalam stadion untuk melihat pertandingan sepak bola," kata Robert.

"Iya...benar," saut Agus.

"Diam. Gak perlu bicara jujur sama predator yang mau memangsa kita," kata Bambang.

"Jadi kamu sadar..lebih baik dari teman kamu yang lugu..itu. Jadi kalian berdua tikus jalan akan jadi santapan makan malam saya," kata Robert.

"Lari...Agus!" kata Bambang dengan suara yang keras.

"Iya," saut dengan cepat Agus.

Bambang dan Agus berlari dan berusaha menghindari dari serangan Robert yang mematikan dengan cakarnya yang tajam. Bambang dan Agus berhasil menghindari serangan Robert.

Bambang tergelincir saat berlari cepat karena memijak benda yang licin yaitu jely makan manusia yang terjatuh di jalan. Robert tepat di hadapan Bambang yang siap menerkam dengan gigi taringnya yang tajam banget.

Agus berusaha tidak panik dan melihat sekelilingnya melihat benda bulat seperti bola tetapi bukan bola alias bakso...makan manusia yang terjatuh di jalan.

Agus menendang bakso ke arah Robert yang mulutnya menganga untuk menerkam Bambang. Tendangan Robert masuk ke dalam mulut Robert.

"Gooolllll," teriak Agus.

Robert lengah dan Bambang berlari menuju di mana Agus berdiri.

Robert keselek bakso sampai susah bernafas. Agus dan Bambang berlari masuk selokan menuju dalam stadion.

Robert berusaha keras mengeluarkan benda di dalam mulutnya karena susah bernafas dan walhasil berhasil keluar benda tersebut dari mulutnya Robert.

"Saya hampir mati tersedak bakso..ini. Tapi bau bakso ini enak. Saya coba saja makannya dikit demi dikit untuk mengisi perut saya yang kosong," kata Robert.

Robort memakan bakso tersebut.

"Enak...banget bakso ini," kata Robert.

Robert menikmati bakso dengan di bawa ke tempat yang sunyi untuk menikmati makan malamnya.

Sedangkan Agus dan Bambang sampai di dalam stadion dan melihat pertandingan sepak bola Liga Indonesia. Baru nonton sebentar terjadi cetak gol. Bola bener-bener masuk ke gawang. Semua penonton bersorak sorai dengan cetak gol pertama tersebut.

Agus pun ikutan teriak "Gollllll....golllll."

Bambang pun ikutan juga teriak juga "Gollllll.....golllll."

Suara gemuruh dengan suara para penonton manusia yang mendukung pertandingan sepak bola yang jujur dan adil. Bambang dan Agus nonton dengan asik pertandingan sepak bola dan terbawa suasana yang panas dari para laga pemain sepak bola yang bertanding.

Sampai pertandingan sepak bola usai. Bambang dan Agus senang sekali dengan pertandingan yang jujur dan adil. Saat berjalan menuju rumah lewat jalan yang aman tapi lebih jauh dari rumah. Agus tidak henti-hentinya bercerita tentang kehebatan para pemain sepak bola dengan teknik membawa bola dengan kecepatan tinggi dan ketepatan waktu saat menembak bola ke gawang sampai mengecoh penjaga gawang yang berakhir gollll dan gollll.

SAHABAT

Dodo duduk di halaman belakang rumah sedang asik main game di Hp-nya. Tony yang selesai mengerjakan tugas kuliahnya, ya keluar dari kamarnya...