Pages

Showing posts with label mytery story. Show all posts
Showing posts with label mytery story. Show all posts

Monday, October 21, 2019

SAKURA

Hari menjadi malam. Boni mempercepat langkahnya untuk pulang ke rumahnya. Saat persimpangan jalan. Toni melihat seekor binatang  di atas pager rumah gedongan, berwarna putih dan juga Toni menghitung ekor binatang tersebut ada sembilan

"Rubah," kata Toni dengan suara samar.

Toni pun berjalan pelan -pelan agar tidak mengusik binatang tersebut. Binatang turun dari atas pager dan mendatengin Toni. Seketika Toni berdiam diri dengan perasaan takut banget dan keringet dingin. Binatang tersebut langsung berubah menjadi manusia di hadapan Toni.

"Siluman," teriak Toni.

Toni pun langsung berlari secepat kilat karena bertemu dengan siluman.

"Kenapa harus lari sih orang itu?" kata siluman Rubah.

Toni sampai di rumahnya dan menutup pintu dengan rapat-rapat dan tidak lupa menguncinya. 

"Kaya masih ada kurang. bisa di dobrak oleh siluman Rubah," kata Toni yang penuh dengan ketakutan.

Toni pun memindahkan barang-barang seperti kursi, meja dan barang lain-lainnya di taruh di depan pintu. 

"Kalau begini. Siluman Rubah tidak bisa mendobrak pintunya. Jadi tidak bisa masuk ke dalam rumah," kata Toni.

Toni merasa lega banget pada dirinya. Siluman Rubah sedang duduk santai di dalam rumah dan berkata "Repot banget kayanya".

Toni yang melihat siluman Rubah ada di dalam rumah sedang duduk santai. Toni pun tidak tahu kapan masuk rumahnya. Maka Toni memindahkan barang-barang yang menutupi pintu rumah untuk keluar dari rumahnya. Toni pun berhasil membuka pintu rumah. Tapi ternyata siluman Rubah sudah di depan dirinya.

"Dasar sial, kenapa dia ada di hadapan saya," kata Toni.

Toni pun pingsan dan tergeletak di lantai.

"Manusia yang merepotkan," kata siluman Rubah.

Siluman Rubah mengangkat Toni yang tergeletak di lantai dengan ilmu sihirnya dan di dudukin di kursi. Lalu siluman Rubah mengambila ember berisi air dari kamar mandi dengan ilmu siihirnya dan langsung d guyurkan ke tubuh Toni. Seketika Toni bangun dan berkata "Banjir".

"Dasar manusia pura-pura pingsang," kata siluman Rubah.

Toni yang sadar yang ketahuan pura-pura pingsan segera meminta ampunan sama siluman Rubah. Maka siluman Rubah mengampuni Toni, padahal siluman Rubah tahu kalau Toni tidak bersalah karena wajar bertemu dengan makluk jadi-jadian ketakutan. Siluman Rubah pun menjalankan niatnya ke Toni.

"Saya ingin bertemu kamu, karena saya ingin berterima kasih atas bantuan kamu dulu. Karena telah menolong saya," kata siluman Rubah.

"Kapan saya menolong kamu?" tanya Toni.

"Saat saya masih kecil di gangu oleh anak nakal sampai saya terluka di timputin oleh anak nakal pake batu. Kamu melindungi saya dari anak-anak nakal," kata siluman Rubah.

"Iya saya ingat," kata Toni.

"Jadi saya ingin berterima kasih kepada kamu," kata siluman Rubah.

"Saya terima," saut Toni.

"Jadi kamu mau menikah dengan saya," kata siluman Rubah.

"Menikah. Kita baru bertemu tapi sudah membicarakan tentang pernikahan. Apalagi kamu kan makluk jadi-jadian," kata Toni.

"Tapi saya mencintai penolong saya," kata siluman Rubah.

"Gimana ya. Kamu memang cantik kalau berwujud manusia. Tapi kalau wujud kamu yang asli gimana ya?" kata Toni sambil berpikir panjang.

"Jadi gak bisa bersama ya. Karena saya siluman kamu manusia," kata siluman Rubah murung.

"Bukan gitu. Saya tidak ingin melukai hati kamu. Ya sudah lah kita coba saja jalanin dulu layaknya orang pacaran," kata Toni.

"Saya mau-mau," kata siluman Rubah.

"Tapi ngomong-ngomong nama mu siapa?" tanya Toni.

"Saya di kenal sebagai siluman Rubah ekor sembilan, jadi itu nama saya," kata siluman Rubah.

"Gimana kalau nama mu Sakura saja. Karena saya suka dengan bunga Sakura," saran Toni.

"Saya suka. Jadi nama saya, Sakura," kata siluman rubah.

"Kalau begitu tolong beresin rumah dengan sihir kamu!" kata Toni.

"Tidak mau beresin sendiri kamu yang bikin ulah," kata siluman Rubah.

"Ya..saya beresin sendiri. Keadaan isi rumah yang berantakan," kata Toni.

Toni mulai merapihkan semua barang-barang yang di rumah dan juga mengepel. Sedangkan siluman Rubah menyiapkan makan untuk Toni jadi masak di dapur layaknya seperti manusia pada umumnya. Toni pun selesai membereskan isi rumah dengan baik dan juga telah berbenah-benah diri, baru deh makan malam bersama siluman Rubah. Toni pun berbincang-bincang dengan siluman Rubah dengan baik selayaknya seperti manusia biasanya. Sampai akhirnya Toni kenyang. Toni pun mulai beranjak dari duduknya dan menuju kamarnya. Lalu di dalam kamar Toni bersantai nonton Tv. Siluman membereskan semua piring dan gelas abis di gunakan untuk makan dan minum di cuci dengan baik di dapur. Baru setelah itu masuk ke kamar Toni.

Terkejutlah Toni saat siluman Rubah masuk ke dalam kamarnya dan berkata "Kenapa kamu masuk ke kamar saya?" kata Toni.

"Saya..kan. Kekasih kamu. Jadi satu kamar dengan kamu," kata siluman Rubah.

"Kacau ini mah. Kita ini belum menikah jadi harus tidur di kamar masing-masing," kata Toni.

"Tapi saya ingin bersama kamu terus," kata siluman Rubah dengan menunjukkan kemanisan di dalam dirinya yang cantik itu.

Toni pun akhirnya membiarkan siluman Rubah bersamanya satu kamar.. Karena Toni lelah, jadinya ingin tidur dan Tv dimatikan. Sluman Rubah ingin tidur bareng bersama Toni di satu tempat tidur. Toni tambah pusing dengan keadaan itu. Mau gak mau ya tidur bareng tapi di beri pemisah dengan guling. Toni pun tidur dengan tenang. Siluman Rubah pun tidur juga dengan tenang. Esok harinya. Toni seperti biasa bangun padi dan segera berbenah-benah diri untuk pergi kerja. Siluman Rubah layaknya seperti calon istri yang baik menyiapkan sarapan pagi dan pakaian kerja yang sudah yang akan di pakai Toni. 

Toni pun merasa senang hidup bersama siluman Rubah dan berceloteh Toni dengan suara samar "Enaknya punya istri'.

Toni pun telah rapih memakai pakaian kerja dan duduk bersama siluman Rubah untuk sarapan pagi. Setelah kenyang. Toni berangkat untuk ke tempat kerja. Siluman Rubah menjalankan aktivitasnya seperti biasanya di rumah dan ke pasar untuk membeli barang-barang keperluan rumah layaknya seperti ibu rumah tangga. Toni di tempat kerja menjalankan aktivitasnya dengan seperti biasanya. Walau sebenarnya Toni suka dengan teman kerjanya Lisa, karena ada siluman Rubah yang menjadi kekasihnya jadinya Toni tidak lagi ingin mendekati Lisa.

Sedangkan Lisa merasa Toni mulai menjauh darinya. Berkali-kali Lisa mendekati Toni. Berkali-kali juga Toni menghindari Lisa. Sampai waktu tiba jam kerja selesai. Toni pun pulang rumah dengan segera. Sampai di rumah. Ternyata para tetangga mencurigai siluman Rubah dengan tuduhan yang yang membuat siluman Rubah marah. Toni langsung menyelesaikan masalah dan berkata pada semua tetangga untuk memberitahu siapa sebenarnya siluman Rubah "Gadis ini namanya Sakura. Ia calon istri saya".

Karena omongan Toni, jadi urusan dengan tetangga selesai. Semua tetangga meninggalkan rumah Toni dengan tenang. Siluman Rubah pun tidak jadi marah dan kembali tenang. Toni dan siluman Rubah masuk rumah. Seperti biasa siluman Rubah bener menjadi istri yang baik. Toni merasa nyaman di rumah. Selesai makan malam bersama. Toni mengajak siluman Rubah jalan-jalan untuk menikmati indahnya malam. Toni dan siluman Rubah berjalan dengan sangat mersa banget kaya tidak ada jenjang pemisah di antara keduanya lagi. Toni mengajak siluman Rubah ke tempat klab malam untuk berjoget bersama manusia yang menikmati musik. Toni benar-benar membimbing siluman Rubah dengan baik. 

Lisa pun ada di klab malam dan bertemu dengan Toni. Lisa pun bertanya siapa yang di bawa Toni?. Ya Toni pun memberitahu Lisa dengan tegasnya "Sakura namanya. Kekasih saya, sebentar lagi ia jadi istri saya". 

Lisa merasa terpukul banget karena Toni sudah menentukan pilihannya ke pada Sakura jadi istrinya dari pada dirinya. Lisa yang kecewa keluar dari klab malam dan teman-teman Lisa mengikuti Lisa juga karena udahan menghibur dirinya di klab malam. Toni bahagia bersama siluman Rubah. Sampai waktunya mereka berdua meninggalkan klab malam dan pulang ke rumah. Sampai di rumah seperti biasa. Toni tidur satu kamar dengan siluman Rubah. Rasa bergelora dalam diri Toni memicu nafsunya karena melihat kecantikan siluman Rubah yang berwujud manusia yang cantik banget. Toni dan siluman Rubah pun berciuman dengan sangat mersa. 

Toni pun sadar. Lalu menghentikan rangsangan di dalam dirinya dan juga siluman Rubah. Toni pun langsung tidur begitu dengan siluman Rubah walau satu tempat tidur dengan pemisah adalah guling. Esok hari seperti biasanya menjalankan aktivitasnya Toni dan siluman Rubah. Sampai suatu ketika siluman Rubah di datengin pendeta sakti yang ingin menangkapnya. Saat itu Toni lagi sibuk kerja, tapi siluman Rubah menelpon Toni dengan berkata "Tolong aku...Toni". Toni pun meninggalkan pekerjaannya dan segera pulang ke rumah dengan cepat-cepat menolong siluman Rubah. Sampai di rumah. Toni melihat siluman Rubah tidak berdaya karena di taklukkan oleh pendeta sakti. Toni berusaha menolong siluman Rubah dengan sekuat tenaga. Sampai akhirnya Toni babak belur di hajar oleh pendeta sakti. Siluman Rubah di bawa oleh pendeta sakti. Toni pun masih berusaha menolong siluman Rubah dengan keadaannya sudah tidak berdaya lagi.

Toni pun kehilangan kesadarannya dan akhirnya pingsan. Pendeta sakti membawa siluman Rubah dengan wujudnya yang sebenaranya rubah ekor sembilan. Toni pun di tolong warga sekitar dan di bawa di rumah sakit. Setelah sadar dari keadaan Toni di rumah sakit. Toni benar-benar menangis karena tidak bisa menolong siluman rumah dan hatinya jadi hancur dan berkata Toni "Sakura saya benar-benar mencintai kamu dan tidak ingin berpisah dengan kamu".

Toni pun sembuh dari keadaannya. Toni pulang ke rumahnya  dan mengenang kebersamaan dirinya dengan siluman Rubah. 3 tahun berlalu. Toni tetap sendiri. Lisa orang yang pernah di sukai Toni sekarang telah menikah dengan Johan teman kerja Toni juga. Toni turut bahagia dengan kebahagian Lisa yang telah menemukan pasangan yang baik untuk dirinya. Toni menjalankan aktivitas seperti biasanya dan melupakan siluman Rubah. Suatu ketika Toni bertemu dengan seorang wanita yang mirip dengan siluman Rubah dan berkata "Sakura". Toni pun mencari wanita tersebut. Tapi tidak ketemu juga. Jadi Toni mutuskan pulang ke rumahnya. 

Sampai di rumah Toni melihat sosok orang di cintainya sedang membuatkan makan yang enak di dapur. Toni pun langsung memeluk siluman Rubah dan berkata "Saya mencintai mu Sakura". Siluman Rubah pun berkata "Saya mencintaimu juga Toni". Toni dan siluman Rubah menikmati kebersamaan mereka berdua dengan makan malam sambil bercerita siluman Rubah tentang keadaanya setelah di tangkap oleh pendeta sakti. Siluman Rubah berhasil lolos dari kurungan pendeta sakti dan terus membimbing dirinya dengan baik. Siluman Rubah juga mengambil pil saktinya punya pendeta sakti untuk menjadikan dirinya makluk sempurna jadi seorang manusia seutuhnya. Siluman Rubah memakan pil tersebut dan bertapa di dalam goa di tengah hutan. Usahanya siluman Rubah berhasil menjadi sempurna menjadi manusia dan menghilangkan jadi dirinya Rubah ekor sembilan. 

Siluman Rubah akhirnya kembali bersama Toni. Hiduplah dengan bahagia Toni dengan siluman Rubah yang telah menjadi manusia seutuhnya layaknya seorang gadis yang cantik jelita yang membuang jati dirinya seekor Rubah ekor sembilan. Toni pun menikahi orang yang dicintainya dengan sepenuh hatinya....Sakura.

Monday, October 7, 2019

JAILANGKUNG

Bella, anak kedua dari pengusaha tambang Ferdi, ingin menguak misteri yang di alami ayahnya. Seminggu yang lalu, Ferdi ditemukan tak sadarkan diri oleh Kapten Wardana di sebuah vila di Pulau Alamkramat yang terletak di Jawa Timur. Secara medis, Ferdi sehat-sehat saja, namun dia tetap tak kunjung bangun. Bella meminta  bantuan dari Rama, seorang mahasiswa yang tertarik pada hal metafisika. Bersama dengan kakak dan adik Bella, Anggel dan Tasya, mereka berdua menuju ke Alamkramat.

Di Alamkramat, Bella mengetahui bahwa selama enam bukan terakhir, Ferdi telah menggunakan sebuah Jailangkung untuk berkomunikasi dengan mendiang istrinya, Sarah. Setelah beberapa kali berkomunikasi, Sarah memohon Ferdi untuk tidak memanggilnya lagi, karena bila dia melakukannya, dia akan memanggil makluk gaib bernama Matianak. Ferdi tetap keras kepala dan pada akhirnya memanggil Matianak. Rama menduga bahwa Matianak telah menempel pada Ferdi; selama dia tidak dikembalikan ke tempatnya, Ferdi tidak akan bisa bangun. Bella, Rama, dan Angel memainkan Jailangkung supaya Matianak dapat kembali. Alih-alih terkembalikan, Matianak menyerang Tasya dan membuatnya tak sadarkan diri, persis seperti Ferdi.

Keesokan harinya, Rama bertanya kepada Eyang mengenai Matianak. Eyang mengatakan bahwa Matianak adalah makluk gaib yang diasuh oleh dukun. Matianak pernah didatangkan di tiga tempat berbeda: satu di Gunungmati, Jawa Tengah, satu di Anger batu, Jawa Barat, dan satu di Alamkramat. Salah satu leluhur Bella sendiri, Mangoenharto Djojonegoro, bertanggungjawab atas pembunuhan dukun terakhir yang mengasuh Matianak di Alamkramat. Namun, Eyang menjelaskan bahwa Matianak tidak dapat mati dan dapat sewaktu-waktu lahir kembali. 

Sementara itu, Angel hamil secara mistis dan melahirkan di dalam liang lahat. Ferdi bangun pada saat yang bersamaan, namun dia masih digangu oleh Matianak. Eyang akhirnya menyarankan bahwa bila Ferdi ingin keluarganya lepas dari kutukan Matianak, dia harus melakukan ritual permainan Jailangkung dengan afdal; seperti dia telah memanggil Matianak dengan menggendongnya, dia harus membopong Matianak ke alam lain.

Bella, Rama, dan Ferdi kembali ke Alamkramat dengan membopong Angel dan Tasya. Angel siuman sesampainya di pulau, sementara Tasya siuman setelah Bella dan Rama memanggil Matianak secara fisik. Pada akhirnya, Ferdi dapat menyelesesaikan ritual untuk mengembalikan Matianak. Di rumah sakit tempat Ferdi, Angel dan Tasya dirawat, dimana diungkapkan bahwa bayi yang Angel lahirkan adalah seorang Matianak.

BURUNG GAGAK

Burung Gagak terbang di langit dan hinggap di sebuah pohon. Andi melihat seekor Burung Gagak pohon. Sang Burung Gagak pun mengeluarkan suaranya seakan-akan memanggil kawanannya "Kak... Kak.... Kak".

Segerombolan Burung Gagak terbang di langit dan hinggap di satu pohon bersama Burung Gagak yang memanggil kawanannya. Andi mulai merasa khawatir dengan keberadaan Burung Gagak dan  berusaha mengabaikan. Andi pun pulang ke rumah mempercepat memancingnya di kali walau hasilnya cuma dapet ikan sepat beberapa ekor yang terpenting hoby terlaksana dengan baik.

Andi berjalan cepat menuju rumahnya. Di tengah perjalan bertemu dengan Aulia....teman baik Andi. Tapi Aulia terlihat murung sekali kaya orang banyak masalah. Andi mencoba mengajak Aulia bicara sekedar aja karena pertemuan tidak sengaja.

Aulia berubah total seperti bukan biasanya. Burung Gagak pun terlihat bertengger juga di kabel listrik dan bersuara nyaring "Kak... Kak.... Kak" Seakan-akan ingin memberitahukan kebenaran di lingkungan.

Andi mulai takut banget dengan keadaannya. Aulia pun makin menunjukkan wujud yang menyeramkan seperti ada roh jahat yang merasukin tubuh Aulia. Andi langsung kabur ngebecir karena takut melihat setan.

Sampai pos kambling. Andi mengatur nafasnya karena berlari sangat cepat menghindari masalah yang sangat menakutkan. Ustat Sofian pun mendekati Andi karena lewat jalan tersebut mau ke mesjid.

"Ada apa kamu Andi kok terlihat kaya orang ketakutan banget?" tanya Ustat Sofian.

"Anu.... Anu... Anu," kata Andi.

"Anu....Apa?" kata Ustat Sofian.

"Aulia... Pak Ustat," kata Andi.

"Kenapa Aulia?" tanya Ustat Sofian.

"Aulia kerasukan setan Pak Ustat. Saat Aku bertemunya di jalan," cerita Andi.

"Beneran Andi!" kata Ustat Sofian.

"Iya Pak Ustat. Ngampain aku bohong. Kan bohong itu dosa," kata Andi.

"Ayo kita tolong Aulia!" ajakan Ustat Sofian.

"Pak Ustat aja. Aku takut," kata Andi.

"Ayo...Andi. Kan ada aku," kata Ustat Sofian.

"Iya deh," saut Andi.

Andi dan Ustat Sofian mencari Aulia. Sedangkan Aulia sedang mengamuk karena preman yang ganggu Aulia. Sang preman pun hampir mati karena di hajar Aulia dengan di lempar ke sana ke sini. Ustat Sofian untung dateng tepat waktu bisa menyelamatkan orang hampir mati di bunuh Aulia.

Andi pun melihat Burung Gagak di atap rumah dan bersuara dengan nyaring "Kak... Kak.... Kak..." Untuk menunjukkan yang sebenarnya terjadi pada lingkungan sekitar.
Aulia pun menunjukkan wujut yang menyeramkannya.

"Astafirohulazim... Aulia," kata Ustat Sofian.

Pak Ustat langsung membaca doa untuk mengusir roh jahat dan Andi pun ikutan juga. Roh jahat yang merasukin Aulia mulai kesakitan dan keluar dari tubuh Aulia karena tidak mau mendengar doa yang di panjatkan Ustat Sofian dan Andi.

Aulia pun roboh dan hendak jatuh ke jalan aspal. Untung Andi sigap begitu Ustat Sofian untuk mencegak Aulia jatuh.  Aulia pun di bawa ke rumahnya oleh Ustat Sofian dengan bantuan warga sekitar. Sedangkan orang di buat Aulia....hampir mati langsung di larikan ke rumah sakit.

Andi pun melihat Burung Gagak terbang dari atap rumah beserta kawanannya.

"Jadi malapetaka sudah selesai toh," kata Andi.

Andi mulai tenang karena hari sial telah berakhir karena Burung Gagak tidak mengikuti Andi. Sampai di rumah Andi segera memasak ikan sepat untuk lauk makan pake sambel trasi dan sayur bayem.

Andi pun menikmati masakan yang sederhana dan berusaha melupakan hal-hal yang menakutkan. Tiba-tiba terdengar suara Burung Gagak "Kak.... Kak... Kak".

Andi langsung takut lagi pada dirinya dan mencari Burung Gagak untuk mengetahui keberadaannya. Tapi ternyata suara itu berasal dari Tv yang di tonton adiknya Andi...si Beni. Andi langsung mengucap "Alhamdulilahirobilalamin. Aku tidak bertemu dengan Burung Gagak yang asli".

Beni pun bertanya pada Andi "Emangnya kenapa bertemu dengan Burung Gagak?"
"Sial," kata Andi.

"Ketemu Burung Gagak... kok sial. Gak masuk akal," kata Beni.

"Teserahlah...kamu mau ngomong apa adek!" kata Andi.

Beni pun diam lebih baik fokus nonton Tv. Andi pun melanjutkan makannya dan melupakan tentang pikiran yang horor yang membuat dirinya takut banget..... jadi sial.

ULAR HIJAU

100 tahun telah berlalu dalam tapanya di sebuah goa di kaki bukit. Ular Hijau berubah wujudnya menjadi cewek cantik jelita. Tarantula temannya Ular Hijau yang selalu menemani temannya dan menjaga tapanya sampai berhasil dan memberikan pakaian cewek ke Ular Hijau untuk di kenakan. Segera Ular Hijau berpakaian selayaknya manusia yang sebenarnya.

"Ular Hijau. Sekarang kamu sudah jadi manusia. Jadi kamu harus mempunyai nama!" kata Tarantula.

"Sahabat ku yang baik menurutmu nama apa yang pantas untuk aku?!" meminta saran Ular Hijau.

"Gimana kalau Siyayu," kata Tarantula.

"Nama yang bagus. Siyayu. Jadi namaku Siyayu bukan Ular Hijau lagi," katanya.

Siyayu pun keluar dari goa tempat ia bertapa bersama Tarantula dan berjalan ke tepi sungai untuk membuat rumah dengan sihirnya. Sedangkan Tarantula yang tidak bisa jadi manusia karena selalu gagal dalam tapanya. Maka itu Siyayu membimbing Tarantula setiap saat. Wal hasil Tarantula pun berubah juga menjadi sosok cewek yang cantik. Siyayu pun memberikan nama yang pantas untuk Tarantula yaitu Melan. Tarantula menyukai nama yang di berikan oleh Siyayu teman baiknya.

Hidup Siyayu dan Melan berjalan dengan baik tidak ada yang mengusik mereka berdua. Sampai pada akhirnya seorang biksu sakti dateng ke rumah Siyayu dan Milan bersama muritnya untuk menangkapnya karena siluman Ular Hijau dan Tarantula.

Siyayu sebenarnya tidak mau berbuat masalah dengan seorang biksu. Karena di usik kehidupannya yang tenang Siyayu pun bertarung dengan biksu sakti. Pertarungan Siyayu dan biksu sakti memang sangat hebat sekali. Mantra biksu sakti  di lancarkan untuk membelenggu Siyayu agar kembali ke wujudnya semula menjadi Ular Hijau. Tetap kesaktian Siyayu lebih hebat dari biksu sakti maka di kalahkan si biksu dengan muntah darah.

Sedang Melan mengalah muritnya si biksu sakti sampai di buat babak belur di wajahnya saja karena di tampar berkali-kali sama Melan. Biksu sakti pun langkah seribu setelah kalah dalam pertarungan bersama muritnya menuju wihara untuk meminta pertolongan agar di obatin dari luka dalam karena pertarungan melawan siluman Ular Hijau.

Rumah yang hancur dalam pertarungan di bangun lagi oleh Siyayu dengan sihirnya. Kehidupan Siyayu pun kembali normal lagi bersama Melan tidak di usik oleh manusia yang  ingin mengubah mereka berdua menjadi wujud semula.

Suatu ketika Siyayu berjalan bersama Melan ke kota dan berbaur dengan masyarakat. Siyayu pun dengan kemampuannya menghilang aura silumannya agar tidak di ketahui oleh para pemburu siluman. Melan yang kemampuannya di bawah Siyayu di bantu juga dengan menotok titik tertentu pada tubuh Melan agar aura silumannya tidak di ketahui oleh para pemburu siluman.

Siyayu dan Melan belanja pakaian di toko pakaian untuk berganti pakaian yang di kenakan mereka sudah usang. Keluar dari toko pakaian. Siyayu dan Melan terlihat cantik banget dan jadi sorotan semua mata memandang. Siyayu dan Melan memutuskan makan di kedai makan.

Pemilik kedai memberikan pelayanan sepesial pada Siyayu dan Melan karena pelanggan baru. Saat asik makan para pelanggan di kedai tersebut. Datang seorang yang gagah dan memesan makan kepada pelayan kedai makan dan segera di sajikan di meja si pemesan.

Saat makan yang di coba dengan pemesan langsung tiba-tiba marah-marah "Makannya tidak enak".

Pemilik kedai makan bingung dengan orang yang marah-marah di kedai makannya dan malah minta ganti rugi kaya orang gak waras. Ternyata penjahat yang terkenal dan gambarnya di pasang di papan pengumuman yang di kenal dengan nama Lipan.

Siyayu dan Melan kesal dengan ulah orang yang bikin onar di kedai makanan. Lipan mengeluarkan goloknya mengancap si Pemilik kedai makan. Maka itu Melan lebih kesal lagi di lawan lah si Lipan. Cuma beberapa jurus yang di lancarkan Melan dengan sangat baik ke Lipan dan akhirnya kalah total si pembuat onar tersebut ya....Lipan itu, maka itu langsung keluar dari kedai makan dengan langkah seribu.

Pemilik kedai berterima kasih pada Melan dan Siyayu atas pertolongannya, maka itu makan dan minum Siyayu dan Melan yang sudah di pesan di buat gratis. Siyayu dan Melan menikmati makan dengan penuh kesantaian sampai perut kenyang.

Siyayu dan Melan pun pulang ke rumah dan juga hari menjelang malam. Di tengah jalan di hadang dua biksu sakti untuk mengalahkan Siyayu dan Melan. Pertarungan sengit dengan mengeluarkan jurus-jurus hebat dan tenaga dalam. Melan kalah dengan biksu sakti dan di ubah wujudnya menjadi Tarantula kembali dan segera di masukkan ke dalam kendi dan di segel dengan kertas mantra.

Siyayu marah karena temannya di tangkap, maka itu mengeluarkan seluruh kemampuannya. Dua biksu menggunakan teknik andalan yang hebat yaitu rantai pengikat siluman. Siyayu terikat oleh rantai itu. Dua biksu membaca mantra untuk mengembalikan wujud dari Siyayu menjadi Ular Hijau. Siyayu meronta-ronta karena tidak ingin di ubah dirinya menjadi Ular Hijau karena usaha pertapaannya akan sia-sia.

Siyayu mengubah dirinya menjadi Ular Hijau yang besar banget dan terlepas dari rantai pengikat siluman milik dua biksu sakti. Pertarungan makin sengit banget karena Ular Hijau mengamuk sampei membuat dua biksu terpental jauh dan muntah darah.

Dua biksu sakti menyatukan tenaga dalam dan langsung di hempaskan ke Ular Hijau yang wujudnya besar banget. Ular Hijau kalah dan menjadi kecil dan segera di masukkan ke dalam kendi lalu di segel dengan kertas mantra.

Dua biksu sakti membawa siluman ke wihara untuk di kurung di tempat khusus para siluman yang di tangkap. Siyayu yang telah kembali menjadi Ular Hijau hanya bisa meratapin nasifnya seumur hidup di kurung tidak lagi bisa menikmati hidup seperti biasanya karena statusnya dirinya di sama ratakan dengan para siluman jahat yang memangsa manusia, begitu juga Melan pun sama.

CERMIN

Sebuah istana yang megah banget tepatnya di kamar. Seperti biasa Rose bercermin sambil berkata "Wahai cermin siapakah paling cantik di daerah sini?"

Wujud dirinya pun bicara dalam cermin "Anda tuanku".

"Terima kasih atas pendapatmu yang menyenangkan hati aku."

"Sama-sama."

Rose pun tidak berkaca lagi lebih baik menjalankan aktivitas kerajaannya. Pelayan istana si Minah melihat ulah majikannya pada cermin ingin ikutan juga di dalam kamar.

Saat di depan cermin berkata minah "Wahai cermin siapakah wanita tercantik di daerah sini?"

Wujud diri Minah berkata "Kamu orang nya tapi kamu jadi santapan aku".

Minah yang terkejut dan ketakutan berusaha menjauh dari cermin tapi tidak sempat. Minah yang berada dalam cermin berubah jadi Iblis langsung menarik Minah masuk cermin dan langsung memakannya hidup-hidup.

Rose pun masuk ke kamarnya ingin mengambil sesuatu dan melihat cermin dan berkata "Sedang apa kamu?".

Iblis pun berkata "Maaf tuan ku aku sedang menyantap manusia yang bercermin".

"Ya sudah lanjutkan."

"Iya tuan ku".

Rose pun mengambil barang yang ia perlukan dan keluar dari kamarnya. Iblis pun menghilang dari cermin.

PENYIHIR

Malam yang indah bertabur bintang saat Doni memandang langit.

"Pertanda hari baik. Keberuntungan di pihak aku," kata Doni.

Doni pun masuk ke dalam gedung pertunjukkan. Duduk di antara penonton yang ingin melihat pertunjukkan yang di sajikan oleh pemilik gedung. Dan juga ada kamera untuk merekam acara pertunjukkan dengan baik. Berdasarkan info di dapat oleh Doni dengan bertanya dengan karyawan yang bekerja di gedung pertunjukkan "Satu hari setelah pertunjukkan diam baru deh di tayangkan ke jaringan Tv".

Doni menikmati acara yang di buka oleh host dengan penampilan cantik dari penyanyi yang terkenal dengan keangunannya dan suara yang merdu "Yasmin".

Semua orang terbawa lagu yang di nyanyikan Yasmin dengan baik. Pertunjukkan lebih bagus lagi ada fisual efek yang mainkan oleh Yasmin dan timnya agar penampilannya bagus.

Doni mencium bau gak enak dari pertunjukkan tersebut dan segera menutup hidungnya dengan saputangan. Ternyata bau terlalu menyengat sekali dan di usahakan Doni make minyak angin untuk menangkalnya. Para penonton yang menonton pertunjukkan malah bertindak aneh banget kaya terhipnotis.

"Jangan..ulah para penyihir," kata Doni.

Doni pun beranjak dari duduknya dan berjalan menuju pintu keluar dan mencari Yasmin yang sebenarnya di ruangan tata rias. Sampai di depan pintu. Doni berusaha membukanya dengan paksa karena terkunci.

Di dalam ruangan tata rias khusus untuk artis pertunjukkan ternyata Yasmin pingsan dengan cara di bius. Doni belum menemukan motif dari orang yang melakukan ini pada Yasmin.

Doni pun kembali tempat pertunjukkan. Yasmin pun menyelesaikan menyanyinya. Doni pun menghadang Yasmin yang ingin ke ruangan tata rias.

"Siapa kamu sebenarnya?" tanya Doni.

"Aku...Yasmin....bintangnya pertunjukkan," katanya.

"Bukan. Kamu penipu. Yasmin asli pingsan di bius di ruang tata rias. Siapa kamu?" kata Doni.

"Jadi rencana sudah terbongkar. Aku buka saja penyamaran aku," katanya.

Yasmin pun membuka topeng di wajahnya menjadi sosok yang buruk rupa. Doni mengenali wajah yang masih terlihat bagus alias tidak rusak.

"Kamu....Kamila. Penyanyi yang konon cerita meninggal terjebak di gedung ini karena terbakar karena konselet listrik," kata Doni.

"Ia. Aku terjebak di dalam ruangan. Saat bongkahan kayu gedung jatuh ke wajah ku membuat luka bakar pada wajah ku. Untung saja ada yang menolong pada saat itu seorang penjaga gedung jadi aku selamat. Tapi wajah ku rusak dan aku tidak bisa menunjukkan kecantikkan ku...kepada para penonton yang menyukai ku," cerita Kamila.

"Apa hubungannya dengan Yasmin?" tanya Doni.

"Tidak ada. Aku hanya ingin mengambil tempat di mana tempat itu....aku yang jadi bintangnya," kata Kamila.

"Kenapa kamu menggunakan bau yang aneh di pertunjukkan menyanyi...kamu demi menghipnotis para penonton?" tanya Doni.

"Jadi kamu tahu bau itu. Yang aku gunakan untuk menghipnotis para penonton," kata Doni.

"Jangan-jangan kamu penyihir," kata Doni.

"Bisa di...bilang begitu. Ya...sudahlah aku tidak ada niat mencelakai mereka semua....cuma nostalgia kejayaan dan sekaligus membuktikan ramuan yang aku buat untuk mengetahui seberapa jauh reaksinya," kata Kamila.

"Jadi kami...semua kelinci percobaan kamu," kata Doni.

"Begitu lah," kata Kamila.

Kamila pun melemparkan sesuatu ke Doni berbentuk bola dan meledak yang membuat kilatan cahaya. Doni pun silaun karena kilatan cahaya tersebut dan berusaha di tutup menggunakan tangan kanannya. Sedang Kamila pun pergi dari tempatnya berdiri dan menghilang.

Doni pun berusaha menangkap Kamila ternyata gagal dan berkata karena kesal "Penyihir".

Doni pun kembali ke tempat pertunjukkan untuk melihat keadaan. Semua orang kembali normal lagi. Doni pun lebih baik memutuskan pulang dan tidak tertarik lagi nonton acara pertunjukkan yang berikutnya di gedung pertunjukkan.

Sampai di rumah. Ada sepucuk surat di atas meja bertuliskan Kamila dan sepucuk bunga mawar merah. Doni pun membuka surat tersebut dan membacanya.

Isi suratnya :

"Kamu....pemuda yang pintar. Baru kali...ini yang ada yang membuka kedok permainan aku. Terima kasih sudah menemani aku bermain dari kebosanan ku....selama ini"

Doni baru mengerti pola pikir Kamila "Bermain" celoteh Doni.

Doni pun membuang surat Kamila dan bunga mawar ke tempat sampah dan melakukan kegiataan main game PS 4 dan melupakan kejadian hari ini yang penuh tanda tanya besar buat Doni yaitu "Penyihir".

VAMPIR CINA

Usaha keras Boby menghasilkan  dengan baik. Setiap gajian selalu di simpan Boby untuk di berikan pada orang tuanya di kampung. Waktu pun tiba untuk pulang kampung dan Boby pun mengambil cuti dari pekerjaannya untuk pulang kampung.

Boby berangkat pagi-pagi sekali ke pelabuhan untuk naik kapal feri. Dengan santai Boby duduk di kapal feri bersama warga masyarakat dengan nilai keperluan mereka masing-masing. Boby melihat laut yang luas banget dan udara yang sejuk. Mesin kapal feri pun mati dan terbakar. Semua orang pada panik termasuk Boby karena api makin membesar dan terjadi ledakan hebat dan kapal pun mulai miring karena akibat ledakan membuat lubang pada dasar kapal dan air masuk ke dalam kapal.

Semua orang berusaha menyelamatkan diri dengan melompat dari kapal dari pada terkena api yang membakar kapal. Boby melompat ke lautan luas. Dan juga ada naik perahu penyelamat tapi tidak bisa memuat semua orang karena tinggal satu dan perahu penyelamat yang lain hangus terbakar.

Boby terombang ambing di lautan begitu semua orang-orang. Ketika ombak dateng Boby terbawa arus gelombang dan tenggelam dan perkiraan mati di lautan.

Saat sadar Boby ada di pinggir pantai.

"Aku selamat," teriak Boby.

Boby pun melihat sekelilingnya dengan baik.

"Aku....terdampar di pulau...yang tidak aku ketahui," celoteh Boby dengan kesendiriannya.

Boby pun berjalan memasukin pulau yang masih belum terjamah manusia dan mencari pengharapan siapa tahu ada manusia menolong dirinya?.

Terus melangkahkan kaki Boby dengan pasti. Tahu-tahu melihat manusia yang sedang berdiam di pohon. Boby pun berlari untuk mendekati manusia tersebut. Tapi ternyata manusia yang hampiri Boby itu berpakaian aneh seperti orang cina dan di jidatnya ada kertas mantra.

Boby bingung dengan manusia yang di temuinya karena diajak bicara tidak menjawab kaya bisu dan tuli. Boby pun bersabar manusia yang diajak bicara siapa tahu lagi tidur? Walau tidurnya lagi berdiri dan memang matanya tertutup.

Hari mulai malam. Manusia yang di tungguin Boby tidak bangun juga. Ketika angin bertiup kencang sekali dan melepaskan kertas mantra di keningnya. Mata pun terbuka pada manusia tersebut. Boby melihat orang di tungguinya bangun dan ingin di ajak bicara. Eeee ternyata Boby di cekek lehernya dan manusia tersebut menunjukkan taringnya mau menggigit Boby.

"Tolong," teriak Boby.

Boby pun terus berusaha melawan manusia yang ingin menggigitnya. Di tendanglah oleh Boby manusia tersebut dan terpental. Lalu Boby berlari secepat meninggalkan manusia tersebut.

"Aku...selamat dari manusia aneh...mau mencelakai aku," kata Boby.

Boby pun terus melangkahkan kakinya. Akhirnya menemui pemukiman penduduk lalu bertamu Boby dan di sambut baik oleh satu penduduk. Setelah banyak bicara dengan Pak Yun orang yang mau menerima Boby untuk menginap di rumahnya. Baru deh Boby mengerti yang di temuinya dan hampir di mangsa dirinya adalah vampir.

Pak Yun pun lebih banyak bercerita lagi bahwa penduduk pulau hampir jadi vampir semuanya karena terinfeksi racun kalau di gigit vampir yang paling utama. Boby makin ketakutan tinggal di pulau tersebut. Pak Yun pun agak sedikit tenang hidup di pulau tersebut karena pendeta sakti yang memburu vampir utama untuk menghentikan kejahatan menjadikan semua manusia penduduk jadi vampir.

Boby pun merasa tenang karena ada harapan hidup di pulau tersebut. Istirahat Boby karena hari makin larut banget.

Esok paginya. Boby di suguhin sarapan pagi oleh Pak Yun ala kadarnya....untuk mengisi perut kosong. Baru membantu Pak Yun untuk pergi ke laut untuk menangkap ikan dengan melemparkan jaring. Usaha Boby dan Pak Yun membuahkan hasil mendapatkan ikan yang banyak. Karena hari sudah sore keduanya segera pulang ke rumahnya.

Boby dan Pak Yun menikmati ikan hasil tangkapan mereka begitu juga penduduk yang lain bertukar ikan dengan makan lain....jadi pada menikmati makan ikan semuanya.

Lagi asik-asik makan dan hari memang malam. Vampir pun dateng dengan melompat-lompat dan menyerang para penduduk dan gigit untuk di hisap darahnya. Datang pendeta sakti untuk mengalahkan satu persatu vampir untuk di musnahkan.

Vampir utama pun dateng juga. Pendeta sakti sudah siap untuk mengalahkan vampir utama dengan mengikatnya dengan benang merah untuk menghalangi langkahnya dan kekuatannya. Vampir utama ternyata tidak bisa di kalahkan begitu saja seperti vampir keroco karena sudah terlalu banyak menghisap darah manusia dan umurnya pun ratusan tahun.

Pendeta sakti terus menyerang vampir dan hasilnya kalah sampai pedangnya patah. Boby menolong pendeta sakti. Saat ketidakberdayaan pendeta sakti karena terluka karena serangan vampir utama dan juga menjatuhkan sebuah benda dari tasnya sebuah senjata kuno seperti pisau berbentuk aneh.

Boby mengambil benda tersebut langsung berlari ke arah vampir utama dan di tusuk ke jantungnya dengan sekuat tenaga. Vampir utama kesakitan pada dirinya dan memukul Boby sampai terpental ke tanah.

Pendeta sakti bangun dari keadaannya lalu mengikat vampir utama dengan benang merah sampai tidak bergerak lagi dan di jatuhkan ke tanah. Baru pendeta sakti meminum cairan khusus yang bisa memusnahkan vampir utama.

Keadaan vampir utama di dalam tubuhnya kacau dan akhirnya meledak. Semenjak vampir di kalahkan oleh pendeta sakti kehidupan penduduk jadi damai. Boby pun berlayar untuk pulang ke rumahnya dengan bantuan Pak Yun memberikan perahu yang biasa untuk pekerjaan menjadi nelayan dan pendeta sakti menunjukkan arah ke Boby agar sampai pada tujuan.

Berhari-hari Boby di lautan yang luas.....akhirnya sampai di pulau yang Boby kenal dan segera di dayung dengan cepat perahu sampai ke bibir pantai. Boby langsung senang sampai di pulau yang dekat dengan kampung halamannya. Dengan perjalan satu hari satu malam sampai di rumah Boby pun bertemu dengan ke dua orang tuanya dan juga menampik isu yang beredar bahwa Boby meninggal saat kapal feri yang di tumpangi tenggelam di lautan.

MUMMY

Saat berjunjung ke musium......Boni. Melihat patung Mumy dan semua jenis benda-benda tentang mesir kuno. Boni pun berani menghadapinya Mumy yang sudah jadi fosil begitu juga sama dengan teman-teman Boni berani menghadapi Mumy yang tidak bergerak lagi alias mati yang hanya berdiam diri di dalam peti matinya. Maka itu Boni terus mempelajari sejarah mesir proses bagaimana memfosilkan manusia di jadikan Mumy bersama teman-teman di pandu oleh Guru dan penjaga Musium yang tahu banyak tentang sejarah Mesir kuno.

Seorang Kakek tua berpakaian serba hitam di musium dengan mengucapkan kata-kata membangkitkan Mumy. Keadaan lingkungan berubah total banget menjadi sunyi senyap. Bangkitlah para Mumy dari kematiannya dan keluar dari peti matinya.

Boni dan teman-teman kabur dari musim lewat pintu keluar. Boni terselandung tombak yang terjatuh di lantai jatinya...ya Bonijatuh ke lantai. Pintu keluar pun tertutup. Boni bangun dari jatuhnya untuk berusaha membuka pintu yang tertutup sekuat tenaga, tetap tidak bisa. Boni makin panik sekali karena para Mumy mendekatinya.

Berteriaklah Boni dengan sekencangnya "Jangan mendekati aku".

Mbak Wati pun mendekati Boni dan membangunkan Boni dari tidurnya. Boni pun bangun dari tidurnya dan berkata "Astaga cuma mimpi".

"Maka dek...jangan banyak nonton Tv yang seram-seram nanti terbawa ke dalam mimpi. Sana pindah tidurnya ke kamar dan juga nonton Tvnya udahan!!!" kata Mbak Wati.

"Iya....Mbak," kata Boni.

Boni pun bergerak masuk ke kamarnya untuk tidur. Sedang Mbak Wati mematikan Tv yang acaranya film tentang Mumy. Baru deh Mbak Wati masuk ke kamarnya untuk tidur karena sudah larut malam.

PERI

Malam tenang sekali. Lili sedang tidur di kamarnya di lantai dua. Makluk bercahaya seperti kunang-kunang terbang dan masuk kamar Lili yang jendelanya kaca tidak tertutup. Makluk bercahaya tersebut ternyata seorang peri cantik namanya Lily.

"Jadi ini kamar anak cewek ya," kata Lily.

Peri Lily mondar mandir di kamar tersebut. Lili pun melihat makluk kecil yang sedang bermain dengan boneka. Lili pun bangun dari tidurnya dan mendekati makluk kecil tersebut. Pery Lily ketakutan karena ketahuan penghuni rumah dan terbang mondar mandir untuk keluar dari kamar. Lili senang dengan maklul kecil tersebut dan ingin menangkapnya.

Saat mau keluar dari kamar.....peri Lily lewat jendela. Langsung di tutup jendelanya sama Lili jadi makluk kecil tidak bisa keluar. Lili pun mau menangkap makluk kecil yang berdiri dekat jendela.

"Tolong jangan tangkap aku," kata Lily.

"Jadi kamu bisa bicara. Makluk apa kamu?" tanya Lili.

"Peri," kata peri Lily.

"Peri itu ada toh. Aku kirain itu cuma dongeng cerita di dalam buku ini," kata Lili sambil menunjukkan buku bergambar yang menceritakan tentang peri.

Peri Lily pun melihat buku bergambar dan membaca judul bukunya 'Peri'.

"Iya. Tapi alur cerita  beda dengan kehidupan yang di jalanin oleh peri Lily," katanya.

"Nama juga cerita. Oh iya nama kamu siapa?" kata Lili.

"Lily," katanya.

"Sama dengan aku. Nama aku.....Lili. Jadi salam kenal," katanya.

"Iya," saut peri Lily.

Semenjak itu Lili  berteman baik dengan peri Lily .....untuk bermain sepanjang waktu untuk bergembira dan berbagi cerita di antara keduanya.

Suatu ketika malam hari terjadi tragedi. Rumah Lili kebakaran karena konselet listrik. Ayah dan Ibu berusaha menyelamatkan diri mereka dan juga menyelamatkan anak kesayangan mereka berdua Lili tapi pintu kamar Lili sudah terbakar. Ayah berusaha ingin mendobraknya pintu yang terbakar api.

Karena terlalu lama di dalam rumah yang terbakar. Ayah pun banyak menghirup asap dan juga kepalanya tertimpa runtuhan rumah untungnya yang kayunya terbakar membuat ia pinsan. Ibu pun lebih panik lagi dengan keadaan Ayah pingsan. Ibu menggeret Ayah untuk keluar dari rumah yang terbakar.

Para warga langsung dobrak pintu depan dan menolong pemilik rumah. Tapi sayang Lili terjebak di kamar tidak bisa di selamatkan. Ibu Lili langsung sohk karena anaknya tidak terselamatkan akhirnya pingsan. Para warga terus memadamkan rumah yang terbakar.

Saat kamar Lili terbakar. Peri Lily mengubah Lili jadi liliput dengan menggunakan serbuk sihir dan di berikan Lili kemampuan untuk terbang. Keluarlah dari rumah yang terbakar lewat jendela rumah. Peri Lily membawa Lili ke rumahnya yang berada di sebuah pohon yang umurnya ratusan dan berada di tengah hutan.

Lili di jamu dengan makan dan minuman buatan Peri Lily yang enak banget. Lili pun senang banget. Jadi Lili pun memutuskan tinggal bersama dengan Peri Lily semantara waktu. Sebulan telah berlalu dari kejadian kebakaran di rumah Lili.

Peri Lily pun mengantarkan ke rumah Lili yang sedang di bangun dari kebakaran yang lalu. Ayah dan Ibu Lili telah mengikhlaskan kepergian Lili walau tidak ada hasil jasat Lili tidak di temukan seakan-akan Lili menghilang dari rumah saat rumah terbakar.

Jadi Ibu Lili masih punya harapan karena hati seorang Ibu merasakan bahwa anaknya masih hidup, maka itu Ibu Lili terus berdoa ke pada Tuhan untuk meminta keselamatan pada anak tersayangnya. Lili pun sampai di rumahnya. Peri Lily pun mengubah Lili yang liliput menjadi wujudnya yang sebenarnya.

Lili pun berlari menuju Ayah dan Ibunya dengan berteriak keras "Ayah dan Ibu".

Mendengar panggilan Lili....sang Ayah dan Ibu senang banget dan segera berlari juga menuju Lili dan segeralah di peluk Lili dengan perasaan senang karena anak kesayangannya selamat dari musibah kebakaran rumah. Peri Lily pun senang melihat Lili bahagia bersama orang tuanya....baru deh Peri Lily pulang ke rumahnya.

Ayah dan Ibu terus memeluk Lili yang tidak ingin kehilangan anaknya lagi. Maka itu Ayah membangunkan kamar Lili lagi lebih bagus lagi dan belikan semua mainan yang di sukai Lili. Ibu pun selalu bersama Lili setiap saat.

SAHABAT

Dodo duduk di halaman belakang rumah sedang asik main game di Hp-nya. Tony yang selesai mengerjakan tugas kuliahnya, ya keluar dari kamarnya...