Pages

Tuesday, November 3, 2020

SAHABAT


Dodo duduk di halaman belakang rumah sedang asik main game di Hp-nya. Tony yang selesai mengerjakan tugas kuliahnya, ya keluar dari kamarnya langsung ke dapur untuk membuat kopi. 

"Hidup itu di nikmatin," kata Tony.

Kopi pun jadi buat Tony.

Tony pun meminum kopi buatannya.

"Eeee enak," kata Tony. 

Tony membawa gelas kopi ke halamanan belakang rumah ke tempat Dodo yang sedang asik main game di Hp-nya. Tony duduk di sebelah Dodo sambil minum kopi.

"Dodo, kerjaannya main saja," kata Tony, sambil menaruh gelas kopi di meja.

Dodo pun menghentikan main game di Hp-nya.

"Ya....tidak ada kerjaan. Main saja kan. Menghibur diri dan menghilangkan rasa bosen ini dan itu," kata Dodo.

"Gimana.....tugas kuliah mu Dodo?" kata Tony.

"Kalau itu sih sudah bereslah," kata Dodo.

"Hidup kita ini masih menyenangkan. Ya beban kita ini cuma belajar dan belajar saja," kata Tony.

"Jelas menyenangkan di tuntut sama orang tua belajar saja. Biaya hidup di beri sama orang tua. Walau sebenarnya kita...ini jauh dari orang tua. Anak perantauan. Padahal di tempat asal aku ada Universitas bagus juga sih tapi di coba tes masuk Universitas yang terkenal dengan kualitas dari jebolan Universitas yang hasilnya kerja di perusahaan dan pemerintahan. Eeee di terima dengan baik di terima di Universitas yang aku ikutin tes. Ya di jalanin aja dengan baik, ya jauh dari orang tua. Demi masa depan yang baik," kata Dodo.

"Itu semua kan berkat Dodo rajin belajar, maka di terima masuk Universitas unggulan. Kedudukannya tidak jauh beda dengan aku," kata Tony.

"Memang sih aku rajin belajar dan rajin main game di Hp ku. Hidupku, ya aku atur dengan baik," kata Dodo.

"Kalau lulus dari Universitas. Dodo mau kerja di mana?" kata Tony.

"Kata orang tua sih, ya di suruhnya ke pemerintahan. Ya ikut tes masuk pemerintahan. Maka sekarang ini aku mencari banyak informasi agar bisa masuk pemerintahan, ya agar lulus tesnya. Kan...susah juga. Di seleksi dengan baik," kata Dodo.

"Memang sih aku akui. Selesksi masuk pemerintahan di selesksi dengan baik, agar yang masuk di pemerintahan yang di cari adalah orang-orang berkualitas dan dapat memajukan sistem kerja di pemerintahan......jadi lebih baik lagi," kata Tony.

"Maka itu....aku masih banyak waktu menikmati hidupku yang belum punya beban, ya kerja dan kerja itu," kata Dodo.

"Santai di rumah itu baik," kata Tony. 

Tony mengambil gelas kopi di meja dan meminumnya.

"Kalau Tony lulus dari Universitas, ya kerja di pemerintahan atau perusahaan?" kata Dodo.

"Perusahaan atau pemerintahan. Kayanya aku coba dulu usaha. Maka itu aku mengumpulkan banyak data-data yang baik untuk menigkatkan usaha yang aku ingin laksanakan dengan baik," kata Tony.

"Kalau usaha...sih, ya tidak perlu setelah lulus dari Universitas. Di mulai sekarang lebih baik," kata Dodo.

"Iya, aku memang sudah memulainya. Tetap saja, aku ingin santai menikmati masa-masa kuliahku.....tidak di bebanin dengan kerja dan kerja," kata Tony.

"Sambilan toh. Ketika lulus dari Universitas...baru deh fokus," kata Dodo.

"Ooo iya. Dodo...gimana hubungan dengan Lisa teman satu fakultas dengan mu Dodo?" kata Tony.

"Oooo Lisa. Tetap teman saja. Tidak lebih," kata Dodo.

"Cuma teman. Tapi akrabnya bukan main, kaya pacaran saja," kata Tony.

"Pacaran. Nanti dululah pacaran. Yang penting itu adalah selesaikan kulian dulu," kata Dodo.

"Oooo tidak mau pacaran toh. Berarti langsung nikah dong!" kata Tony.

"Bisa...jadi. Lagian Ibu ku itu susah di kompromiin urusan tentang cewek, ya pilihan ku," kata Dodo.

"Ooo berarti di tolak sama Ibu toh. Cewek pilihan Dodo. Ya tidak jauh beda dengan ku," kata Tony.

"Nikamatin aja keadaan ini yang jomlo. Santai...tidak di bebanin dengan urusan cewek yang ini dan itu," kata Dodo.

"Bener omonganmu Dodo," kata Tony.

"Sudah ah ngobrolnya, aku mau main game di Hp ku!" kata Dodo.

"Iya," kata Tony.

Tony mengambil gelas kopi di meja dan meminumnya. Dodo melanjutkan main game di Hp-nya dengan penuh keasikkan dan juga santai banget. Tony menghabiskan kopinya, ya bergeraklah Tony ke dapur untuk mencuci gelas tersebut. Gelas pun bersih di taruh di rak piring.

"Jomlo....itu menyenangkan," kata Tony.

Tony ke teras rumah dan duduk di teras rumah sambil melihat lingkungan. Tony melihat cewek cantik yang melintas di depan rumah. Tony mengenal tuh cewek yang lewat depan rumah.

"Tia tetangga sebelah, ya kuliah juga dan anak perantuan juga," kata Tony.

Tony mengambil koran di meja dan di bacanya dengan baik. Dodo pun menyelesaikan main game di Hp-nya. Dodo pun ke teras depan rumah. Duduklah Dodo bersama Tony di teras depan rumah.

"Keadaan lingkungan sini tenang banget," kata Dodo.

Tony pun menghentikan baca korannya.

"Iya, tenang banget keadaan lingkungan di sini," kata Tony.

"Tony  main yuk, kemana gitu?!" kata Dodo.

"Main ke mall aja yuk. Nonton bioskop gitu!" kata Dodo.

"Boleh itu," kata Dodo.

Dodo dan Tony yang sepakat untuk main ke mall, ya berbenah diri dulu. Setelah itu berangkatlah keduanya ke mall dengan menggunakan motor. Sampai di mall Tony dan Dodo bertemu dengan Lisa dan Ayunda teman baiknya Lisa. Dodo dan Tony mengajak Lisa dan Ayunda untuk nonton film di bioskop gitu. Dodo jadi lebih dekat dengan Lisa. Sedangkan Tony, ya di dekatin sama Ayunda.....jadinya deket banget. Keempatnya menikmati nonton film yang bagus banget di ruangan bioskop. 

Saturday, February 1, 2020

JALAN KUCING

Kucing sedang asik tiduran di depan toko, ya di lantai. Pemilik toko,ya manusia mengusir Kucing yang tiduran di lantai. Ya Kucing pun bangun meninggalkan tempat situ, ya gak jauh-jauh sih.......jadinya tiduran di rerumputan di bawah pohon.

Toko pun makin ramai sih dengan pembeli. Pemilik toko sibuk dengan melayanin pembeli. Kucing melihat dari jauh kecurigaan sih dari pembeli yang mengambil kesempatan dari pemilik toko yang lengah.....jadi ke toko lagi Kucing, ya benar sih pembeli yang niat buruk mengambil uang yang di bayarkan pembeli ke pemilik toko lupa di simpen....gara-gara pengalihan dari pembeli yang lain.

Kucing pun cuma bisa meong saja, ya sebenarnya ingin memberitahu bahwa ada pencuri di salah satu pembeli. Kucing tidak bisa di pahami bahasanya. Pemilik toko langsung frustasi setelah toko sepi pembeli.

"Uang ku hilang. Kerjaan ku sia-sia," kata pemilik toko.

Pemilik toko murung menjalankan usahanya dengan sia-sia hari ini. Kucing pun meninggalkan tempat tersebut dengan berjalan menuju sebuah rumah makan, ya karena perutnya lapar. Kucing menunggu ada manusia yang membuang sisa makan gitu. Di tungguin tetap gak ada juga yang membuang sisa makan. Kucing pun murung meninggalkan tempat tersebut dengan jalan dan jalan lagi.

Sampai di akhirnya Kucing menemukan ayam yang di bungkus plastik dan tergeletak di jalan. Kucing segera menggigit plastik tersebut dan berlari menuju tempat yang sepi. Kucing merobek plastik dengan giginya yang tajam dan segera makan ayam goreng tersebut.

"Enak," kata Kucing.

Kucing menikmati makannya. Dateng anak Kucing yang kelaparan gitu. Kucing sebenarnya tidak ingin membagi makanannya, karena hidup di dunia binatang adalah yang kuat yang menang dan bertahan hidup. Kucing pun berniat membunuh anak Kucing itu, kalau anak Kucing hidup dan bertahan jadi dewasa.....mungkin menjadi lawan dan bisa saja membunuh Kucing. Niat itu pun di urungkan Kucing, ya jadi memberikan makanannya ke anak Kucing.

"Makanlah," kata Kucing.

Kucing pun meninggalkan anak Kucing yang makan ayam yang di berikannya. Kucing terus berjalan dan berjalan.....sampai di rumah ibadah. Para manusia berkumpul di rumah ibadah menjalankan kewajibannya. Kucing hanya mondar mandir saja di situ dan akhirnya istirahat, ya tiduran.

"Hidup manusia lebih baik dari hidup aku. Berkumpul untuk membangun kebaikan dan berbagi makanan dengan sesama. Beda dengan hidup ku. Bertarung demi bertahan hidup, walau sebenarnya pertarungan hidup adalah sia-sia," kata Kucing.

Kucing tetap santai di situ, ya tiduran di lantai. Dateng anak manusia yang suka sama Kucing...
jadi bulu Kucing di elus dan juga memberi makan berupa roti. Kucing senang di beri makan sama anak manusia.

"Bener-bener....anak manusia yang baik," kata Kucing.

Anak manusia, ya mendengar omongan Kucing tetapi tidak mengerti bahasa Kucing....jadi yang di mengerti dari bahasa Kucing hanya "Meong....meong...meong".

Anak manusia pun meninggalkan Kucing yang sedang asik makan dan kembali ke kerumunan para manusia, ya orang tuanya anak manusia tersebut.

"Anak manusa anak baik," kata Kucing memuji anak manusia

Kucing terus menikmati makan kue dengan perut kenyang. Ya meninggalkan tempat tersebut. Berjalan terus berjalan. Hujan pun turun. Hari pun menjelang malam. Kucing pun masuk ke dalam toko dan bersembunyi di bawah meja. Ya pemilik toko tidak tahu Kucing di dalam toko. Sampai hujan berhenti dan pemilik toko menutup toko. Kucing tetap di dalam toko, ya tiduran dengan keadaan gelap sih.

"Selamat malan," kata Kucing.

Pemilik toko meninggalkan tokonya, ya pulang ke rumahnya. waktu berjalan dengan semestinya sampai esok harinya. Pemilik toko membuka lagi tokonya, ya berjualan gitu. Kucing pun keluar dari toko, ya menjalankan kehidupannya sepert biasanya.


Monday, January 27, 2020

SEPERTI BIASANYA

Kucing berjalan-jalan, ya waktu malam. Gerombolan remaja yang bernyanyi-nyanyi tengah malam gitu di halaman depan rumah, ya sambil main gitar. Kucing lewat rumah tersebut.

"Berisik amat para remaja di lingkungan sini," kata Kucing.

Kucing pun menyeberang jalan, ya duduk di bawah pohon yang rindang.

Tikus lewat di depan Kucing.

"Kucing tumben gak ngejar aku!?" kata Tikus.

"Males....ah," kata Kucing.

Tikus yang meninggalkan Kucing begitu saja. Kucing tetap bersantai sih. Para remaja sedang asik bernyanyi di halaman depan rumahnya, tetap gak berhenti juga. Kucing mendengarnya dengan baik nyanyian remaja yang bernyanyi, ya waktu sudah tengah malam.

"Berisik aja...para remaja zaman sekarang kerjaannya. Gak inget waktu kalau nyanyi-nyanyian. Pada hal gangu tetangga yang sedang istirahat. Kebiasaan didikan orang kaya di...manja. Anak pejabat. Tetangga mana mau menegurnya, males menghadapi anak pejabat yang dekingan polisi dan tentara," kata Kucing yang kesal mendengar suara berisik dari nyanyian remaja....yang buruk.

Kucing pun pergi meninggalkan tempat tersebut. Berjalan terus berjalan sampai tempat yang sunyi, ya rumah kosong gitu. Melintas hantu di depan Kucing.

"Aduh hantu berwujud manusia ini bikin jengkel saja. Mati jadi penasaran..., hidup pun penasaran...jadi hantu," kata Kucing.

Kucing tidak jadi masuk rumah kosong, ada hantu. Berjalan dan berjalan lagi. Ada manusia yang keluar dari pagar rumah orang kaya dengan diam-diam dan memakai topeng hitam, ya segera naik motor untuk pergi dari situ bersama temannya.

"Pencuri di sini, masuk rumah orang kaya. Di sana gerombolan remajanya cuma bisa nyanyi-nyanyi dengan suara yang buruk," kata Kucing.

Kucing tidak mau berurusan dengan urusan manusia, ya gak penting. Berjalan dan berjalan sampai pos kamling. Terlihat para penjaga malam sedang duduk di pos kambling, ya ada yang ngiter ke sana ke sini.

"Di sana pencuri. Yang jaga malam ini gimana kerjanya?" kata Kucing.

Kucing, ya tidak peduli urusan manusia yang gak genah. Berjalan dan berjalan Kucing sampai di kantor polisi. Terlihat polisi yang jaga malam, ya biasa cuma duduk aja nunggu laporan dari polisi yang patroli malam gitu.

"Pencurian di sana. Polisinya cuma begini kerjaannya..nunggu laporan masyarakat. Ah...gak guna," kata Kucing.

Kucing pun meninggal tempat tersebut sampai di depan rumah makan ya...tutup sih. Kucing tidur di pinggir rumah makan, ya istirahat...cape jalan-jalan.

Sunday, January 26, 2020

YA TIKUS LAGI

uSebuah bakso menggelinding ke lantai, karena mangkok mie tumpah di senggol Kucing yang nakal saat Tuannya ingin makan itu bakso tersebut. Kucing ya melompat sih dari meja untuk mengejar bakso tersebut. Tikus, ya mencium bau yang enak gitu dan berkata "Bakso".

Tikus mengikuti bau bakso tersebut. Ternyata terlihat juga bakso tersebut, ya menggelinding di lantai gitu. Kucing pun hampir mendapatkan bakso yang menggelinding di lantai. Tikus pun dengan cepat berlari, ya menyalip pergerakan Kucing dan mendapatkan bakso tersebut dengan di gigitnya. Tikus lari dengan sangat cepat membawa bakso di mulutnya.

"Jangan lari kamu....Tikus. Hey pencuri," Kucing.

Kucing berlari cepat dan lebih cepat dari Tikus dan juga menghadang Tikus.

"Sial aku terjebak," kata Tikus dengan menggumam

Tikus balik arah dan segera berlari dengan sangat cepat menuju sarangnya. Kucing ya tidak tinggal diam, segera bergerak cepat mengejar Tikus sampai akhirnya Kucing kaki kanan Kucing mengenai Tikus dan bakso di mulut Tikus terlepas.

"Makan ku," kata Tikus.

Bakso menggelinding di lantai. Kucing pun dengan cepat mengambil bakso yang menggelinding tersebut.

"Aku dapat bakso ini," kata Kucing.

Ya Kucing segera memakan bakso tersebut untuk memuaskan dirinya dari rasa laparnya. 

"Aku gagal. Kalah sama Kucing. Iiiiiii....benci....benci," kata Tikus yang kesal.

Tikus pun, ya berjalan menuju sarangnya di balik dinding rumah. Lagi-lagi Tikus mencium bau enak gitu di luar rumah. Tikus segera berlari menuju keluar rumah, ya lewat pintu belakang yang terbuka lebar. Pemilik rumah membuang bakso beserta mie di dalam tempat sampah, yang tadi di tumpahkan Kucing tidak sengaja dari mangkoknya. 

Tikus senang banget dengan makanan yang enak, ya segera berlari menuju tempat sampah. Lagi-lagi ada Kucing liar yang masuk ke dalam tempat sampah, ya menikmati makan gitu. 

"Aku kalah cepat lagi dengan Kucing," kata Tikus.

Tikus pun lagi-lagi murung, ya lebih baik jalan-jalan gitu di halaman belakang rumah, ya ada kebon pisang sih. Tikus lagi-lagi mencium bau enak, ya segera mencarinya. Ya ketemu sih bau enak tersebut buah Sirsak yang matang, ya jatuh di jatuhin Kalong. Tikus segera mendekati buah Sirsak tersebut.

"Makan enak," kata Tikus.

Tikus mau makan buah Sirsak, ya muncuk seekor Ular Cobra yang besar banget.

"Predator....ganas banget," kata Tikus.

Tikus pun, ya berlari menjauh dari buah Sirsak dan juga Ular Cobra. Ya Ular Cobra....ya gagal menangkap Tikus, karena berlari sangat cepat. Tikus terus berlari dan berlari sampai ke sarangnya dan mengurungkan niatnya untuk mencari makanan lagi. Ya Tikus yang capek dan letih karena berlari ke sana dan ke sini lebih baik, ya tidur di sarangnya.

Saat nyantai di sarangnya. Ada Tikus kecil yang main ke sarang Tikus, ya sambil membawa kue yang enak. Tikus pun senang di kunjungin Tikus kecil tersebut, masih keluarga sih yang terpenting adalah makan yaitu kue dari Tikus kecil yang membawanya. 


Monday, January 20, 2020

PETUALANGAN TIKUS

Malam yang tenang sih, ya perut Tikus keroncongan. Tikus ke luar dari sarangnya, ya tengok sana sini agar tidak ketahuan Kucing.

"Aman," kata Tikus.

Tikus pun berjalan-jalan dengan penuh hati-hati. Sampai di dapur. Tikus mencium bau yang enak, ya langung mencari bau enak itu. Ketemu di bawah lemari es, ya sepotong ayam goreng.

"Makan enak," kata Tikus.

Tikus ya segera makan sepotong ayam goreng di lantai. Kucing menginjak ekor Tikus.

"Sakit," teriak Tikus.

Tikus ya keluar dari bawah lemari es sambil menggigit sepotong ayam goreng. Karena melihat Kucing, ya jadinya sepotong ayam goreng terlepas dari mulutnya Tikus.

"Maaf Kucing," kata Tikus yang ketakutan.

Kucing melepaskan pijakan pada ekor Tikus, ya segera menginjak sepotong ayam goreng.

"Sekarang kamu pergi dari sini. Aku lagi baik!" kata Kucing.

"Iya, Iya," kata Tikus.

Tikus pun langsung lari cepat meninggalkan Kucing gitu. Ya Kucing segera memakan sepotong ayam goreng gitu.

"Emmmm enakkkk!!" kata Kucing yang menikmati makannya. 

Tikus pun terus berlari sampai masuk ke dalam kamar, ya pintu agak terbuka sedikit....maksudnya sih pintu terganjel sendal gitu. Di dalam kamar, eeee Tikus menutup telinga karena sepasang manusia yang bertengkar gitu.

"Hubungan kita sampai di sini, Cerai!" kata Wanita.

"Baik, kalau mau mu itu," kata Pria.

Wanita keluar dari kamar, ya segera keluar rumah membawa mobilnya meninggalkan rumah tersebut. Tikus pun keluar dari kamar, ya tidak peduli urusan dengan manusia yang bertengkar karena hubungan pernikahan yang tidak jujur dalam menjalankannya.

Sampai di luar rumah. Tikus mencium bau yang enak, ya arahnya menuju tong sampah. Muncul Kucing liar di dekat sampah, ya mencari makanan gitu. Tikus tidak jadi ke tempat sampah. Ya Tikus berjalan di rerumputan di halaman depan. Seekor Ular Cobra muncul di hadapan Tikus.

"Celaka. Mala petaka  di depan aku," kata Tikus.

Tikus pun ya segera berlari untuk menjauh dari Ular Cobra. Ya Ular Cobra mengejar Tikus.

"Aku di kejar Ular Cobra. Jadi lebih baik aku berlari menuju Kucing liar berada," kata Tikus.

Tikus pun terus berlari dan berlari sampai di tempat sampah, ya masuk ke tempat sampah agar selamet. Kucing tahu yang masuk tempat sampah adalah Tikus, ya padahal Kucing lagi asik makan gitu. Ular Cobra di hadapan Kucing.

"Musuh ini mah," kata Kucing.

Ular Cobra ya biasa menunjukkan kebuasaannya dengan menyerang Kucing. Ya Kucing yang instingnya tajem ya menghindari serangan Ular Cobra. Ketika waktunya tepat ya menyerang Kucing ke Ular Cobra dengan cakar gitu. Ular Cobra terkena cakarnya Kucing, sampai berdarah. Ular Cobra yang kalah bertarung dengan Kucing lebih baik pergi alias mundur dari pada mati konyol di bunuh Kucing.

"Lawan aku yang hebat ini," kata Kucing yang bangga pada dirinya.

Tikus ya namanya Tikus....ada kesempatan yang baik untuk mengenyangkan perutnya, ya makan. Kucing pun mau makan lagi, tapi kaget makannya habis. Tikus ya sudah kabur menuju sarangnya di dalam rumah gitu.

Kucing, ya meratapi keadaannya yang makannya di makan Tikus, jadinya Kucing berjalan lagi mencari makan di malam yang makin larut.

SAHABAT

Dodo duduk di halaman belakang rumah sedang asik main game di Hp-nya. Tony yang selesai mengerjakan tugas kuliahnya, ya keluar dari kamarnya...