Pages

Tuesday, August 21, 2018

GENETIC ADAPTATION


Seorang gadis bernama Laila datang ke laboratium Ayah di satu perusahan pengembangan OSBON. Hari makin larut Laila datang sendiri ke Laboratium.  Dengan mengunakan ID Cart dari Ayahnya Laila membuka kantor ayahnya. Laila mencari sebuah dokumen tentang penelitian Ayahnya bernama Ricat. Seekor Laba-laba  kecil ke arah Laila. menggigit di bagain tangan kirinya.

“Aw,” kata Laila.

Melihat ada Laba-laba di tangannya langsung di hempasnya.  Laila akhirnya menemukan dokumen yang di cari. Laila terasa pusing sekali hampir ke hilangan kesadaraanya. Laila segera keluar dari kantor ayahnya dan tidak lupa menguncinya. Segera Laila meninggalkan perusahaan OSBON. Berjalan ke parkiran mencari mobilnya. Laila masuk ke dalam mobil dan menghidupkannya. Melajulah mobil Laila dengan cepat menuju rumahnya. 

Sampailah Lailah di Apartamennya. Dengan keadaan sempoyongan Laila membuka pintu rumahnya. Segera masuk kedalam rumah tidak lupa mengunci lagi pintu rumahnya. Laila langsung tidur di tempat tidurnya. Untuk menghilangkan rasa lelahnya. Mata pun terpejam Laila pun tertidur pulas.

Keesokan harinya Laila bangun seperti biasanya. Melihat jam ternyata Laila ada jam kuliah pagi. Bergegaslah Laila berbenah diri. Ternyata kain seprei menempel di tangan Laila. 

“Kenapa ini?” celoteh Laila.

Laila berusaha menariknya dengan kuat. Malah menempel di tangan satu lagi. Laila terus berusaha sampai putus asa.

“Huuu,” menghela nafas Laila.

Kemudian Laila terus berusaha memcoba melepas seprei tersebut akhirnya usaha berhasil,  Laila langsung berbenah diri. Tapi Laila merasa aneh dengan tubuhnya. bentuk tubuh Laila menjadi lebih aduhai. Impian mempunyai tubuh yang molek terjadi pada Laila.

“Apa mungkin diet ketat ku berhasil...yes...........,” celoteh Laila kesenangan.

Segera Laila membersihkan dirinya. Pakaian yang di pakai Laila menunjukkan bentuk tubuhnya yang cantik. Laila mempercantik dengan beberapa mekap wajah yang lembut dan tipis. Juga berapa asesoris yang cantik seperti anting, kalung dan gelang untuk memperindah gayanya.

Laila terlihat sempurna ketika melihat di kaca riasnya. Dengan mengambil buku-buku pelajaranya Laila berangkat untuk ke kampus. Dengan melangkah keluar dari Apartemen, Laila ke parkiran mobilnya. Masuklah Laila ke dalam mobil, lalu mesin di hidupkan. Laila menancap pedal gas mobil melajulah mobil ke jalan raya. Tidak lupa Laila menghidupkan musik di mobilnya. Laila tambah bergairah dengan musik kesukaanya setiap pagi ia dengarkan.

“Ini lah hidup kata Laila,” celoteh bahagia Laila.

Selang berapa saat sampailah Laila di kampus. Langsung Laila memarkirkan mobilnya di parkiran. Keluarlah Laila dari mobil. Semua mata memandanginya. 

“Waw....,” kata mata lelaki.

“Laila hari terlihat berbeda,” kata Puji.

“Maksud mu?” sahut Bunga yang gak suka dengan Laila.

Datanglah teman karifnya bernama Sendu dan Lulu ke hadapan Laila.

“Laila kamu terlihat cantik banget,” kata Sendu.

“Bener sekali....makan apa kok bisa secantik ini?” tanya Lulu.

“Biasa aja tuh...rahasia wanita,” kata Laila.

“Oh...begitu...,” sahut Sendu dan Lulu bersamaan.

Kak tingkatnya bernama Inggo memandangi Laila dari tadi. Laila mengoda sedikit dengan ledekan senyuman manis. Inggo salah tingkah akhirnya menabrak sebuah ember bekas pel dan akhir terjatuh.

“Haaaa,” tertawa semua teman- teman.

“Dasar berengsek,” kata Inggo yang marah.

Inggo langsung meninggalkan tempatnya terjatuh dan bersihkan diri toilet. Laila dan kawan-kawan tertawa riang dengan tingkah Inggo salah tingkah.

“Sok kegantengan sih,” kata Sendu.

“Itu bener sekali.... udah banyak korban lo.....dengan ketampan Inggo,” ujar Lulu.

“Maksudnya?,” tanya Laila.

“Mantannya banyak,” kata Sendu dan Lulu bersamaan.

“Oh ya udah...ayo kita kekelas,” ajakan Laila.

Masuklah Laila ke dalam kelasnya pagi ini bersama teman-teman terbaiknya.

“Pagi pak,” kata salam Laila, Lulu dan Sendu.

“Pagi semuanya...silakan di tempat duduk kalian,” kata Pak Dosen.

Segeralah Laila, Lulu dan Sendu duduk di tempat duduknya seperti biasanya. Jam kuliah segera di mulai. Mata pelajaran hari ini cukup menarik tentang Ekonomi Global. Semua mahasiswa/siswi mendengarkan Pak Dosen Anuar menjelaskan tentang Ekonomi Global. Terkadang terjadi pembicaraan tanya jawab antara Dosen Dan Mahasiswa/siswinya. Khasanah belajar mengajar  menjadi hidup.

Pada akhirnya waktu juga yang menentukan mata kuliah berakhir.

“Ya sampai di sini dulu kuliah kita....oh jangan lupa minggu depan kalian harus menjelaskan makalah yang kalian pilih dan teliti. Selamat siang.,” kata Pak Dosen Anuar.

“Siang pak,” jawab semua Mahasiswa/siswi.

Laila, Sendu dan Lulu keluar dari kelas menuju kantin kampus. Laila memesan makan siang begitu juga dengan teman-temanya. Dengan gembira mereka makan bersama di satu meja sambil bercerita kebiasaan wanita. Tetap saja mata lelaki memandangi kecantikan Laila yang aduhay. Mereka bertiga menyelesaikan makan siangnya. Laila meninggalkan teman-teman baiknya karena ada keperluan mendadak.

Laila segera mengambil mobil di parkir dan mengendarainya pergi ke suatu tempat untuk memeriksa sebuah data di Lab ayahnya. Di tengah perjalan terjadi perampokan. Dasar sial  2 perampok itu menyergap Laila di dalam mobil dan menyuruh segera berjalan. Dengan ancaman itu Laila mengikuti. Polisi mengikuti mengejar mobil Laila. Terjadilah baku tembak antara penjahat dan polisi. Laila terlihat panik sekali. karena jengkel Laila meninju penjahat di sampingnya.

“Buuk,” suara tinjuan.

Mentalah penjahat sampai menabrak pintu mobil dan kaca pun pecah berhamburan.sang penjahat pun pingsan. Laila terkejut dengan kekuatannya apalagi dengan penjahat. Sang penjahat menodongkan pistolnya ke Laila.  sontak Laila mengerem dadakan sang penjahat menabrak jendela depan mobil sampai keluar pada akhirnya pingsan. Polisi segera datang menyelamatkan Laila dan menangkap penjahat.

MEANING OF LIFE


Seorang pemuda yang mandiri bernama Alfa keluar malam dengan mengunakan motornya. Di kendarilah motornya di laju dengan santai ke suatu tempat. Sampailah Alfa di buah kedai makan pinggir jalan motor pun di parkirkan tidak jauh dari kedai makan. Alfa turun dari motor dan melangkah ke tempat penjual nasi goreng kenalannya bernama Nagor.

“Mas biasa pesen nasi gorengnya,” kata Alfa.

“Oh kamu Alfa....baik saya siapkan nasi goreng spesial seperti biasa,” kata Nagor.

“Gimana usaha hari ini?,” tanya Alfa.

“Ya.....lumayanlah kebutuhan sehari-hari tercukupilah. Gimana usaha kamu Alfa?,” ujar Nagor balik bertanya.

“Ya...lumayan juga hari ini. Ada pesanan tempat orang kaya namanya ibu Linda dan juga  saya bertemu Maulida Ulfa,” kata Alfa.

“Maulida Ulfa maksud mu  temanmu kuliah dulu. Yang kamu sering cerita di sini,” kata Alfa.

“Ya.....bener sekali. tapi ia gak pernah cerita kalau dia anak orang kaya. Yang saya tahu selama kuliah di kos dekat kampus,” kata Alfa.

“Hebat bener tu anak bisa  rendah diri agar gak kelihatan derajatnya tinggi di mata kawan-kawanya. Tapi apa kamu ajak bicara.” Ujar Nagor.

“Enggak saya langsung pulang,” kata Alfa.

“Eeeeeee kebiasaan....dari dulu kalau urusan wanita hanya cerita. Kalau untuk tindak lanjutnya malah mabur kemana-mana,” ujar Nagor.

“Ya...iya...orang sibuk....lahir dari orang gak mampu, ya harus berpikir keras untuk mencukupi hidup,” kata Alfa.

Masakan nasi goreng spesial buatan Nagor sudah jadi dihidangkan di hadapan Alfa dengan segelas teh obeng.

“Silakan di makan pesanmu,” ujar Nagor.

“Ya...terima kasih,” kata Alfa.

“Ya...yang kamu bilang sih bener Alfa. Kita  ini orang kecil, yang kita pikirkan hanya bagimana dapur terus ngebul itu?. Setiap hari bergulat dengan waktu dan keadaan agar anak istri seneng. Tangung jawab seorang ayah itu sangat besar apalagi sudah mengambil keputusan berkeluarga harus konsisten. Yang di takuti  saya apa yang saya bangun hancur karena kebodohan saja,” penjelasan Nagor.

“Itu betul sekali. Terkadang kita lupa siapa diri kita dulu sebelum berhasil. Kesuksesan impian kita semua tetap saja harus tahu diri awal  orang gak punya jangan berubah menjadi orang sok segalanya. Pada akhirnya waktu juga yang menenggelamkan kita pada lumpur yang kita buat. Yaitu kesombongan atau di sebut congkak,” sahut Alfa.

“Ya kamu bener Alfa. Kesombongan ini lah harus di jauh kan dari kita agar kehidupan kita bisa langgeng. Kesederhanaan lah nikmat sebenarnya. Semua tercukupi dengan nilai kesabaran,” kata Nagor.

“Itu benar sekali......kesabaran itu lah nilai tanpa batas bagi orang yang mengerti arti perjalan hidup,” sahut Alfa sambil menikmati nasi goreng spesialnya.

Nasi goreng pun habis di lahap Alfa yang kelaparan. Mengambil teh obeng untuk menghilangkan rasa dahaganya di kerongkongan. Perut Alfa terisi penuh.

“Alhamdulillah hirobil alamin,” ucap syukur Alfa.

Alfa segera mengelurkan uang dari sakunya dan membayarkannya ke teman karibnya. Nagor pun menyambut bayaran dari Alfa karena untuk penjualan nasi goreng spesial dan teh obeng.

“Terima kasih atas nasi gorengnya Nagor,” kata Alfa.

“Ya sama-sama. Jangan bosen-bosen main ke sini,” sahut Nagor.

“Itu beres mah....tiap malem gw ke sini sambil makan sekalian curhat,” ujar Alfa.

“Bisa aja kamu Alfa,”  sahut Nagor.

“Ya udah kalau begitu saya permisi dulu Nagor,” kata Alfa.

“Ya...hati-hati di jalan Alfa,” ujar Nagor.

Alfa meninggal tempat kedai makan temannya menuju motor yang di parkir. Alfa segera mengendari motornya menuju pulang ke rumah. Baru setengah perjalan Alfa mendengar suara meminta pertolongan. Dengan seksama Alfa mendengarkan baik-baik berasal gelombang suara berasal. 

“Di sana,” celoteh Alfa.

Setelah lokasi datangnya frekwensi gelombang suara. Alfa bergegas untuk ke tempat kejadian. Dengan cepat Alfa memarkirkan motornya ke sebuah Toko swalayan. Setelah itu Alfa berjalan menuju ke sebuah tempat yag sepi dan gelap di belakang sebuah toko. Berubah Alfa menjadi Super Gomgom. Terbanglah Super Gomgom ke langit  dengan melesat cepat menuju tempat kejadian. Sampailah Super Gomgom di sebuah  gudang tua. Ternyata terjadi penculikan yang d lakukan beberapa penjahat.

Super Gomgom mendengarkan terus pembicaraan itu. Kekuatan Super Gomgom yang cepat menghajar  5 penjahat. Satu persatu penjahat di pukul Super Gomgom sampai pingsan. Setelah itu super Gomgom mengikatnya dengan tali yang ada di sekitar gudang.

“Beres,” kata Super Gomgom.

Melangkah Super Gomgom ke tempat cewek yang di sandera dan matanya tertutup. Saat Super Gomgommau melepaskan ikatan wanita yang di sandera. Bos penjahat datang melihat anak buahnya tidak berdaya.

“Siapa yang bikin ulah ini sampai anak buah saya teler semuanya?,” kata bos. penjahat.

Bos penjahat melihat sesosok yang berjubah di hadapan gadis yang dia culik.

“Kamu siapa?” tanya bos penjahat.

Bos penjahat  mengeluarkan senjata segera di acungkan senjata  pistol ke arah Super Gomgom.

“Jangan bergerak,” kata bos penjahat.

“Ini biangnya masalah,” celoteh Super Gomgom.

Dengan cepat Super Gomgom bergerak dan memukul bos penjahat sampai pingsan dan menghancurkan senjata musuh. Super Gomgom segera membebaskan wanita yang di sandera di bawanya terbang menuju pos polisi dan juga ke 6 penjahat  yang di ikat super Gomgom. Sampailah Super Gomgom di kantor polisi.

“Haaaaa .... Super Gomgom,” terkejut Pak Polisi.

“Eeee... Pak sedikit masalah tolong di selesaikan.  Ini 6 penjahat yang menculik gadis ini. Jadi tolong segera hubungi keluarganya,” kata Super Gomgom.

“Oh ya...terima kasih atas kerjasamanya. Kepolisian jadi terbantu dalam masalah yang pelik seperti ini,” kata Pak Polisi.

“Kalau begitu saya permisi dulu,” ujar Super Gomgom.

“Ya... silakan,” sahut Pak Polisi.

Dengan cepat Super Gomgom melesat ke  terbang ke langit.

“Ayo bawa penjahat ini masukkan mereka berenam ini ke sel,” kata Pak Polisi.

“Kami telah menghubungi keluarga gadis ini mereka akan segera datang,” sahut Pak Polisi lainnya.

Keenam penjahat dimasukan dalam sel. Ketika mereka sadar dari pingsanya.

“Kenapa kita di penjara bos,” kata 5 penjahat yang merengek.

“Diam ini ulah Super Gomgom....mau gimana lagi udah di penjara,” ujar bos penjahat yang bersedih.

“Diam.......,” kata Pak Polisi.

“Ya.....Pak...ya....Pak,” jawab semua penjahat.

Sedangkan Super Gomgom segera kembali berubah menjadi Alfa  dan mengambil motornya di parkiran toko swalayan segera meninggalkan tempat langsung pulang ke rumah. Alfa  senang sekali karena tambahan ilmu dari temannya Nagor tentang  arti hidup.

EARlY STRENGTH


Seorang fisikawan muda sedang meneliti sebuah energi aneh yang kejadiaanya setiap 76 tahun sekali. Pemuda tersebut bernama Ricat. Dengan berusaha keras mengumpulkan data-data yang akurat Ricat berkesimpul energi aneh tersebut baik. Ricat mengangap itu fenomena yang tidak akan terjadi 76 tahun sekali. bersama temannya Ben seorang ahli dalam bidang penerbangan dan juga punya lesensi bergensi pilot. 

Ricat membuat proposal untuk mengajukan dana bantuan dalam pengembagan proyeknya. Ricat berusaha memasukan proposal itu ke sebuah industri teknologi yang pimpin Victor. Dengan keahlian diplomatis Ricat akhirnya proposal Ricat berhasil. Projek Ricat bejalan berjalan lancar karena ada masukan dana yang cukup menjanjikan. Ricat dan Ben terus mengembangan proyek tersebut di bantu oleh beberapa karyawan untuk menyelesaikan pesawat ulang aling dalam jangka waktu dekat. 

Ricat membuat baju kusus untuk di luar angkasa. Victor datang saat kesibukan di lab, yaitu dengan memperkenalkan sesosok wanita cantik yang akan membantu Ricat. Ternyata wanita yang di kenalkan adalah teman dekatnya sewaktu kuliah yang bernama Susan. Victor juga menambah satu pilot lagi  yaitu bernam Joni yang tidak lain adalah adiknya  Susan.

Pembuatan kapal ulang  aling berjalan dengan rapih dan baik. Pada akhirnya pesawat pun selesai dan siap untuk di terbangkan. Hari di mana yang paling akan di kenang  yaitu keberangkatan mereka berempat. Ricat dan kawan-kawan menggunakan baju astronotnya yang di desain khusus oleh Ricat agar lebih enak di pakai, lalu bersiap untuk naik pesawat ulang aling. Setelah semuanya di dalam pesawat mulailah penerbangan ke luar angkasa. Peluncuran pun di komando oleh Victor. 

Pesawat ulang aling meluncur dengan tenaga roket. Penerbangan pesawat ulang aling berhasil terbang keluar  bumi dan terlihat luar angkasa. Ricat dan kawan-kawan melihat keindahan luar angkasa. Mulai fenomena energi aneh yang terjadi 76 tahun sekali. Ricat menyiapkan fenomena tersebut begitu dengan kawan-kawanya. Energi tersebut terlalu besar dan menghantap pesawat ulang aling.

Ricat dan kawan-kawan terkena energi tersebut dan mengalami efek pada ke empatnya. Pesawat pun mengalami kerusakan dan jatuh ke bumi. Meluncur dengan cepat sampai pada akhirnya menabrak bumi. Tapi energi yang di dalam tubuh mereka berempat melindungi mereka dari kehancuran dan berubah menjadi manusia yang berevolusi.

Ricat terbangun kemudian tubuhnya melar sekali dengan berpikir cerdas berusaha untuk membalikan bentuk tubuhnya. sedang Susan tidak terlihat hanya sebuah energi yang kuat yang melingkari tubuhnya. Sedang Joni terus terbakar dan melayang. Ricat mencari teman akrabnya Ben ternyata terlihat sebuah makluk berbentuk monster batu yang terbenam di tanah. Susan sadar menghampiri Ricat. Joni  yang mulai sadar dan mengendalikan energi apinya dan mendatangi Ricat yang melihat Monster Batu. 

Monster batu pun bangun  dari pingsanya. Monster batu melihat bentuk tubuhnya yang aneh kemudian berusaha menyadarkan dirinya tetapi tetap frustasi. Monster Batu melarikan melarikan diri dam masuk hutan. Ricat berusaha memanggilnya dengan panggilan Ben. Tetap saja Monster Batu berlari menghindari panggilan Ricat.

Ricat, Susan dan Joni mengejar Ben sampai ke hutan. Pada akhirnya menemukan Ben yang bersembunyi karena bentuknya seperti Monster. Ricat terus menyakini Ben agar mempercayainya. Ben mengerti bahwa Ricat ingin membantunya. Ricat berjaji pada Ben untuk menemukan obat untuk kesembuhan Ben.

Mereka berempat sepakat dan meninggalkan hutan untuk pergi ke kota. Perjalan itu memang cukup jauh. Sampai di pinggir kota Ricat berhasilkan meyakini seseorang. Mereka berempat dapat tumpangan ke kota yaitu sebuah mobil treler. Selang berapa lama mereka berempat sampai di kota. Tetapi terjadilah suatu kecelakan di kota. Sebuah mobil hampir masuk ke dalam ke sungai. Karena menabrak pembatas jembatan. Suara teriakan terdengar. Ben keluar dan berusaha menarik mobil yang mau jatuh ke sungai. Kemudian terjadilah ledakan yang dasyat. Susan membelokan energi ledakan supaya tidak terkena masyarakat kota. Joni menghisap energi api tersebut. Ada warga yang terpeleset dan jatuh ke sungai dengan cepat memelarkan tanganya dan menangkap beberapa orang hampir terjatuh ke sungai. Semua warga kota selamat. Mereka di beri ucapan selamat. Mereka berempat masuk berita dan terkenal. Sedangkan Victor  melihat Ricat dan kawan-kawan di media televisi. Memberitakan  Ricat dan kawan-kawan yang berhasil menyelamatkan warga kota dan juga warga kota menjulukin mereka dengan sebutan 4 keajaiban. Victor makin  marah sekali karena proyek jutaan dolar lenyap begitu saja sedang Ricat dan kawan-kawan terkenal bintang yang bersinar terang.

Ricat dan kawan-kawan sampai di sebuah apartemen di tengah kota Metropolis.  Walau banyak kendala Ricat mulai melanjutkan proyeknya untuk menyembuhkan Ben yang berubah menjadi Monster Batu. Ben terus saja murung di kamarnya yang di buat khusus oleh ricat. Susan membantu dalam penelitian Ricat untuk mencari kemungkinan ada efek perubahan dari tubuh mereka semua. Joni dengan menganggap semuanya biasa aja dengan kemampuan yang luar biasanya terus membantu orang-orang yang mengalami kesulitan dan terus terkenal menjadi bintang di semua media.

Victor yang kesal dengan kebangkrutannya membangun suatu teknologi yang sama dengan konsep Ricat kediamannya di sebuah rumah besar di pinggir kota Metropolis. Karena perhitungan yang salah Victor mengalami kecelakaan. Labotriumnya hancur berantakan karena ledakan Victor berusaha untuk menyelamatkan diri. Tapi hasilnya yang harus di terima Victor terkena luka bakar. Para polisi mengevakuasi keberadaan tempat tinggal Victor. Lalu ambulan membawa Victor untuk di selamatkan dari kecelakaan dan armada pemadam kebakaran segera mematikan api yang terus berkobar. Saat itu Joni dateng membantu untuk mematikan api dengan menghisap energi api. Setelah api mati Joni dengan kekuatan  menjadi manusia api terbang ke tempat lain kalau-kalau ada yang membutuhkan bantuannya.  Armada pemadam kebakaran senang dengan niat baik Joni yang heroic dan juga mempermudah pekerjaan para pemadam kebakaran dalam menjinak api.

WILD


Pagi-pagi sekali di tengah hutan. Kucing membawa sesuatu yang di simpan dalam wadah bulat dari buah maja. Sampai di tempat yang di perhitungkan Kucing. Lalu Kucing menuangkan cairan lengket di tanah. Dengan segera berlari dan bersembunyi di sebuah batu besar. Dengan sabar Kucing menunggu. Makluk yang di tunggu pun akhirnya keluar dan melangkah ke dalam cairan yang di siram ke tanah. Kumbang Besar terjebak. Kucing langsung segera untuk menangkapnya dengan alat penangkap. Ternyata Kumbang berontak dan akhir berhasil terlepas dari jebakan cairan yang lengket dan mengejar Kucing.

"Tolong....," teriak Kucing.

"Pagi-pagi...begini kamu sudah bikin ulah dengan ku," kata Kumbang Besar dengan marah besar.

"Abisnya....kamu merusak ..lahan pertanian," kata Kucing terus belari.

Kumbang Besar terus mengejar Kucing sampai di sebuah tumpukan batu. Kucing pun berhenti dan membalikkan tubuhnya. Kucing menunjukkan keberanian sama Kumbang besar yang marah dan menunjukkan capitnya yang kuat.

"Saya akan menghadapi kamu," kata Kucing.

"Saya..akan memotong kamu menjadi dua," kata Kumbang Besar dengan mempercepat larinya.

Kumbang Besar menginjak jebakan Kucing sampai masuk ke dalam lubang.

"Rasakan jebakan saya sekarang. Yang susah payah di buat selama 10 hari," kata Kucing yang menunjukkan kehebatannya.

Kumbang Besar berusaha bangun dari terjatuh ke dalam lubang. Kucing pun menarik tali, lalu batu pun bergelinding turun jatuh ke dalam lubang.

"Rasakan...........kamu Kumbang Besar tertindih batu besar," kata Kucing.

Kumbang Besar marah besar mendobrak batu yang menindihnya di dalam lubang. Kucing pun terkejut karena batu terpental keluar dari lubang. Kumbang Besar marah sekali dan menyerang Kucing dalam posisi terjepit.

"Aaaaahhhhhh," teriak Kucing.

"Mati..kamu," teriak Kumbang Besar.

Tiba-tiba dateng Macan Akar dengan cepat menyerang Kumbang Besar sampai terpental jauh. Kucing pun selamat dari serangan Kumbang Besar.

"Siapa yang menyerah saya?" tanya Kumbang Besar.

Macan Akar mengabaikan Kumbang Besar dan menghampiri Kucing.

"Seperti biasanya........bikin masalah. Kalau saya tidak tepat waktu kamu sudah mati," kata Macan akar.

"Iya," saut Kucing.

Kumbang Besar dengan sangat marah terbang ke langit menyerang Macan Akar dengan capitnya yang kuat. Macan Akar pun menunjukkan instingnya dan melompat menuju ke arah serangan Kumbang Besar. Terjadilah benturan kekuatan dari Kumbang Besar dan Macan Akar. Dengan taring yang kuat si Macan Akar mematahkan capitnya Kumbang Besar.

"Sakit........sekali. Capitku patah," kata Kumbang Besar.

"Masih ingin di teruskan pertarungan ini?" kata Macan Akar.

"Tidak....tidak," jawab Kumbang Besar ketakutan.

Dengan cepat Kumbang Besar pun pergi dengan terbang ke langit.

"Hebat..banget," kata Kucing.

Macan Akar pun melangkah menuju Kucing. 

"Jangan bikin ulah lagi kalau..itu membahayakan nyawa kamu!" nasehat Macan Akar.
"Iya," jawab Kucing dengan menundukkan kepala. 

Macan Akar pun pergi meninggal Kucing begitu saja. Sedangkan Kucing sendiri berjalan menuju pulang ke rumah melewati jalan setapak di tengah hutan. Dengan murung sekali si Kucing karena usahanya mengalah Kumbang besar yang menghancurkan pertaniannya adalah kalah total. Saat di perjalan Kucing tidak sengaja melihat seekor Macan Kumbang yang terluka. Awalnya Kucing takut sekali, tapi memberanikan diri menolong Macan Kumbang yang terluka. 

Dengan segera Kucing menolong Macang Kumbang yang terlukan di kaki depannya bekas serangan hewan buas. Dengan cermat Kucing mengobatinya dengan tumbuhan obat yang di borehkan ke luka dan di balut kain. Kucing pun membiarkan Macang Kumbang dengan istirahat tenang. Tiba-tiba dateng seekor makluk buas berbentuk kadal raksasa. Kucing pun terkejut dan ketakutan sekali sampai berteriak "Reptor." Karena teriakan Kucing yang sangat keras membangunkan Macan Kumbang yang sedang istirahat.

Sedangkan Macan Akar lagi bergegas menuju pulang ke rumahnya, tapi karena mendengar teriakan Kucing yang melengking sekali. Macan Akar bergegas berlari cepat menuju suara Kucing. Reptor mendekati Kucing. Dengan rasa ketakutan Kucing sampai tidak bisa bergerak.

Reptor mulai menyerang dengan serangan ekor yang kuat ke arah Kucing. Terkenalah Kucing serangan ekor Reptor tanpa perlawanan apa pun dan terpental jauh.

"Aaaah..," teriak Kucing sampai membentur pohon.

Macan Kumbang pun bangun  dari   istirahatnya mulai menghadapi Reptor. Macan Kumbang menyerang dengan kekuatan penuhnya walau sedang keadaan terlukan. Reptor pun melompat ke arah Macan Kumbang sambil membuka mulutnya yang di penuhi oleh gigi yang tajam. Macan Kumbang langsung mengatipasi serangan Reptor dengan menolak ke samping. Lalu Macan Kumbang membuka mulutnya dan menunjukkan tarinnya yang tajam langsung menyerang ke bagian leher Reptor.

Seketika Reptor mati di mulut Macan Kumbang. Kucing  yang melihat pertarungan Macan Kumbang dan Reptor menjadi ketakutan sekali.

"Buas...banget," kata Kucing.

Macan Kumbang melempar Reptor  begitu saja dan langsung pergi dengan cepat. Macan Akar pun baru dateng dan melihat Kucing yang ketakutan sekali dan Reptor yang tergeletak bersimbah darah. Lalu Macan Akar mendekati Kucing.

"Kamu tidak apa-apa Kucing?" tanya Macan Akar.

"Tidak apa-apa? saya selamat dari serangan Reptor. Di tolong oleh Macan Kumbang," kata Kucing.

"Ya..sudah..kalau begitu kita pulang yuk!" saran Macan Akar.

"Iya," saut Kucing.

Macan Akar dan Kucing pun berjalan menuju pulang ke rumahnya.

DEVIl'S HOUSE


Siang  hari yang cerah  di sebuah daerah di perumahan. Seorang anak Kucing sedang bermain sepedah roda tiga dengan gembira sekali di pinggir jalan. Dengan penuh semangat mengayuh sepedahnya sambil bernyayi "Na...na...na." Sampai ketika sepeda yang di kayuh oleh anak Kucing mengalami kerusakan dan berhenti di sebuah pekarangan. 

Anak Kucing berusaha keras mengayuh sepedahnya yang mengalami kerusakan. Tepat tidak mau bergerak. Pada hal anak Kucing sudah ketakutan masuk pekarangan sebuah rumah tua yang angker. Pintu pun terbuka. Keluarlah seekor Anjing tua berlari menuju ke anak Kucing yang mengalami kesulitan menjalan sepedah roda tiganya.

"Pergi dari pekarangan rumah saya," teriak Anjing tua.

Anak Kucing melihat Anjing tua yang buruk rupa perangainya. Timbul ketakutan pada anak Kucing. Bangunlah anak Kucing dari tempat duduknya dan berlari dan berteriak ketakutan "Eaaahhhh...." Berlarilah anak Kucing terbirit-birit dengan meninggalkan sepedah roda tiganya di pekarangan si Anjing tua.

"Jangan pernah lagi kamu bermain di daerah sini!" teriak Anjing tua.

Anjing tua mengambil sepedah roda tiga milik anak Kucing. Di bawalah sepedah roda tiga ke dalam rumah oleh Anjing tua dan menutup rapat-rapat pintu rumahnya. Ada seorang anak Kelinci yang sedang meneropong dengan teleskop menuju rumah tua. Anak Kelinci memperhatikan kejadian yang terjadi di depan rumahnya. Anak Kelinci sangat ketakutan sekali dengan ulah si Anjing tua yang kasar banget. Di tambah rumah tua yang sangat menyeramkan.

Anak Kelinci karena ketakutan menghentikan permainan pengintaiannya dari balik kamar lantai dua. Lalu orang tuanya anak Kelinci memanggilnya. Dengan anak Kelici turun dari lantai menuju panggilan orang tuanya di pekarangan depan.

"Ada apa Bu?," kata anak Kelinci.

"Di rumah baik-baik aja ya nak. Ibu dan Bapak ada keperluan keluarga jadi pulang malam," kata Ibu Kelinci sambil mencium kening anaknya.

"Iya....Bu," kata anak Kelinci.

"Jadilah anak yang berani dan bertanggung jawab," saut Ayah Kelinci sambil masuk ke dalam mobil.

"Iya...Ayah," kata anak Kelinci.

Ayah pun menghidupkan mesin mobil dan terdengarlah suaranya halus banget. 

"Daaaaa...," kata Ibu Kelinci dari dalam mobil sambil melambai tangannya.

"Daaaaaa," bergitu juga Ayah Kelinci.

Lalu anak Kelinci pun membalesnya  dengan tangan melambai dan berkata "Daaaaa."

Ayah Kelinci membawa mobil dengan kendali yang baik. Lalu tiba-tiba ada si anakTupai pun dateng ke rumah si anak Kelinci dan berdiri sebelahnya. Sontak anak Kelinci terkejut melihat anak Tupai.

"Sudah berapa lama kamu di sini?" tanya anak Kelinci.

"Sudah dari tadi. Kamu sibuk dengan urusan orantua kamu. Ya..jadi kamu tidak sadar kalau saya sudah di sini dari tadi," kata anak Tupai.

"Masa......?" ujar anak Kelinci.

"Ya..iyalah..saya dari tadi di sini. Emangnya saya bohong," kata anak Tupai.

"Saya..sih tidak meragukan pembelaan kamu. Masalahnya kamu kaya hantu. Ngagetin aja tiba-tiba  sudah di samping saya," kata anak Kelinci.

"Udahlah gak usah di bahas. Main basket aja," kata anak Tupai.

"Iya..deh...main aja," kata anak Kelinci.

Lalu anak Kelinci mengambil bola basket di garasi dan langsung main bola basket di pekarangan rumah. Si anak Kelinci mendribel bola dengan sangat lihainya. Anak Tupai berusaha untuk mencoba mengambil bola dan menghalangi si anak Kelinci mencetak angka. Berusaha keras si anak Tupai pun sia-sia untuk menghalangi anak Kelinci melempar bola ke ring basket. Bola basket di lempar menuju ke ring terbang dengan arah yang tepat dan anak Tupai melompat untuk menepis supaya mengagalkan masuk ke dalam ring. Bola yang di lempar oleh anak Kelinci masuk ke dalam ring.

"Yes.....saya berhasil," kata anak Kelinci.

Anak Tupai mengambil bola basket yang membandil ke lantai dan mengarahnya.

"Kali ini saya tidak mau kalah lagi," kata si anak Tupai.

Permainan bola basket pun di mulai lagi. Bola basket di dribel oleh si anak Tupai. Lalu dengan segera anak Kelinci mencoba mengambil bola dari tangan anak Tupai. Karena kelincahan anak Tupai dalam permainan bola basket. Ketika ada celah anak Tupai melempar bola basket. Anak Kelinci berusaha untuk menghalangi bola basket yang terbang di udara dengan lompatan yang tinggi. Tapi sayang sekali anak Kelinci tidak menjangkau bola basket yang di lemparkan ke ring.

Anak Tupai dengan harapan bola basket yang di lemparkan ke ring masuk. Ternyata meleset jauh sekali dan anak Tupai pun kecewa sekali "Saya gagal." Anak Kelinci melihat kegagalan dari anak Tupai. Bola pun membandil ke arah tembok terus ke jalanan menuju sebuah pekarangan rumah tua. Anak Kelinci sudah berusaha mengejarnya begitu dengan anak Tupai.

Bola basket berhenti di rerumputan pekarangan rumah tua. Anak Kelinci dan anak Tupai berusaha ingin mengambil bola. Tapi ketakutan sekali dengan rumah tua dan pemiliknya. Anak Kelinci dan anak Tupai cekcok di di depan pekarangan siapa yang mau mengambil bola?. Tapi akhirnya anak Kelinci memberanikan diri masuk ke dalam pekarangan rumah tua mengambil bola basket.

Dengan langkah pelan-pelan anak Kelinci masuk ke dalam pekarangan rumah tua. Tiba-tiba bola basket berputar dengan sangat cepat di rerumputan dan masuk ke dalam tanah. 

"Haaaaaaaaaa," terkejut anak Kelinci.

"Haaaaaaaaa," terkejut juga anak Tupai.

Lalu berubahlah rumah tua menunjukkan wujudnya seperti wajah yang mau memakan anak Kelinci dan anak Tupai. Sontak anak Kelinci dan anak Tupai ke takutan sekali sampai berlari terbirit-birit. Sampai di rumah anak Kelinci. Keduanya menenangkan diri dan mengatur nafas.

"Ternyata benar kata anak-anak sini tentang rumah tua tersebut berhantu," kata anak Tupai.

"Benar sekali.......ternyata rumah tua itu berhantu. Kita berdua hampir di telan oleh monster rumah itu," kata anak Kelinci.

"Iya.....hampir mati saya. Kalau begitu lain kali kita mengambil bola basket di rumah tua itu," saut anak Tupai.

"Iya..........lain kali aja ambil bola basketnya. Dari pada cilaka tiga belas. Gak rumahnya dan pemiliknya sama-sama menyeramkan. Rumah setan," kata anak Kelinci.

"Ya..udah..saya pulang dulu," kata anak Tupai.

"Iya.....," ujar anak Kelinci.

Anak Tupai pergi meninggalkan temannya si anak Kelinci di depan rumah. Dengan segera anak Kelinci masuk ke dalam rumah dan menutup pintu rapat dan bergegas ke kamarnya di lantai 2. 

LEOPARD


Seekor Macan Tutul sedang makan daging buruannya. Dari balik rerumputan ada seekor Haina sedang mengawasi Macan Tutul. Dengan penciuman yang tajam Macam Tutul kalau dirinya di awasi oleh seekor binatang yang kelaparan. Macan Tutul membuat siasat dengan mengoyak daging bagian dada dan di taruh begitu saja di tanah. Lalu Macan Tutul membawa buruannya pergi menjauh.

Haina mulai mendekati tempat Macan Tutul duduk di tanah sambil menikmati daging buruannya. Haina mencium bau yang enak sekali. Terlihat oleh mata Haina daging yang segar dengan segar. Haina yang kelaparan langsung memakan daging segar dengan lahap sekali.

"Enak banget daging ini," kata Haina sambil berteriak keras.

Macan Tutul mendengar teriakan Haina  yang begitu nyaring. 

"Dasar binatang yang pemalas," kata Macan Tutul.

Macan Tutul melanjutkan makan daging buruannya di atas batu. Lagi-lagi Macan Tutul di usik oleh makluk yang bersembunyi di balik pohon. Macan Tutul tetap saja jojong makan daging  buruannya. Eh makin lama makin dekat binatang yang mau mengincar makan Macan Tutul. Gusarlah Macan Tutul karena ulah binatang yang mendekatinya. Macan Tutul mengoyak daging buruannya bagian perut dan di taruh di atas batu begitu saja. 

Lalu Macan Tutul turun dari atas batu membawa daging buruan dengan sangat cepat. Binatang yang mengincar daging buruan Macan Tutul naik ke atas batu. Anjing langsung memakan daging segar yang di tinggalkan oleh Macan Tutul.

"Enak..benar daging ini," kata Anjing dengan berteriak sangat nyaring banget.

Macan Tutul sampai ke selek mendengar suara yang nyaring.

"Dasar binatang pemalas," kata Macan Tutul.

Dengan lahapnya Macan Tutul melahap daging buruannya  sampai perut kenyang. Lalu Macan Tutul meninggalkan tulang belulang begitu saja di atas rerumputan. Macan Tutul bergerak manjat ke sebuah pohon yang rindang. Dari langit turun Burung Pemakan Bangkai menuju sisa makan Macan Tutul. Burung Pemakan Bangkai memakan sisa daging pada tulang belulang.

"Enak..sekali daging ini," kata Burung Pemakan Bangkai.

Macan Tutul pun terbangun dari tidurnya di atas pohon dan melihat siapa yang berteriak?.

"Lagi-lagi binatang pemalas," kata Macan Tutul.

Macan Tutul pun melanjutkan tidurnya dengan tenang. Burung Pemakan Bangkai pun terbang ke langit setelah perutnya kenyang. Tikus Hutan yang selama ini bersembunyi di semak-semak mulai mendekati tulang belulang. Dengan pandainya mencari sisa-sisa daging akhirnya Tikus mendapatkan daging langsung memakannya.

"Enak..banget...daging ini," kata Tikus dengan suara keras.

Macan Tutul terbangun dari tidurnya dan melihat siapa yang berteriak?. 

"Ternyata Tikus Hutan .....salah satu binatang pemalas," kata Macan Tutul yang masih mengantuk.

Macan Tutul kembali tidur dengan memejamkan matanya. Tikus Hutan yang lagi asik makan tidak tahu sedang di awasi oleh seekor Kucing Hutan di balik semak. Saat Tikus Hutan lengah mulai Kucing Hutan berlari dan langsung menerkam Tikus Hutan dengan mulutnya. Taringnya Kucing Hutan menancap pada leher Tikus Hutan sampai mengeluarkan darah. Tikus Hutan berusaha berontak, Tapi cengkraman dari mulut Kucing Hutan sangat kuat dan akhirnya Tikus Hutan mati seketika.

Kucing Hutan mulai menyantap daging Tikus Hutan dengan penuh senang.

 "Enak sekali daging segar ini." kata Kucing Hutan dengan suara keras.

Macan Tutul terbangun dari tidurnya mendengar suara yang keras. Dengan seksama melihat dengan mata yang tajem dari atas pohon. Macan Tutul melihat Kucing Hutan yang lagi asik makan Tikus Hutan dekat tulang belulang.

"Binatang pandai berburu," kata Macan Tutul.

Macan Tutul kembali menutup matanya dan tidur dengan tenang sekali.

SAHABAT

Dodo duduk di halaman belakang rumah sedang asik main game di Hp-nya. Tony yang selesai mengerjakan tugas kuliahnya, ya keluar dari kamarnya...