Pages

Tuesday, September 24, 2019

SUNGGUH KU MERASA RESAH

Seperti biasanya Doni pergi ke sekolahnya untuk mendapatkan pendidikan untuk masa depan baik untuknya. Sampai di sekolah dan hendak masuk kelasnya 3 IPS. Doni selalu memperhatikan sosok yang cantik banget di pandangannya, Wulan, anak kelas 3 IPA.

Sudah lama sebenarnya Doni memendam rasa suka dengan Wulan, tapi karena masih menempuh pendidikan jadi niatnya di urungkan untuk berani menyatakan cinta sama Wulan. Doni pun masuk kelasnya. Seperti biasa bertemu dengan teman sekelas dan pengertian Karto dan Ilias.

Ketiganya duduk bangku masing-masing karena belajar mengajar segera di mulai karena Ibu Fatimah Guru Ekonomi sudah masuk kelas untuk membimbing muritnya dengan baik. Proses belajar dan mengajar kelas 3 IPS berjalan dengan baik sampai waktu istirahat.

Seperti biasanya. Doni lebih baik ke perpustakaan baca buku dari pada ke kantin untuk ngobrol dan sekedar jajan makan ini dan itu di kantin yang sesuai dengan kantong siswa baik orang miskin maupun orang kaya. Tak sangka Doni bertemu dengan Wulan di perpusatakaan yang biasa mencari buku-buku yang ingin ia baca.

Doni mulai mendekati Wulan layaknya seperti teman biasa aja walau niatnya tersembunyi. Wulan sih menganggap Doni  biasa juga walau niatnya laki-laki ingin bicara cewek terlihat dari pola tingkah lakunya yang agresif. Doni pun mulai bicara dengan Wulan dengan hal biasa-biasa aja selayaknya berkawan. Obrolan tersebut benar-benar nyambung ke duanya antara Wulan dan Doni.

Bel pun berbunyi tanda masuk kelas melanjutkan pelajaran. Doni menghentikan obrolannya yang basa basi tapi menyakinkan Wulan. Doni pun merasa senang urusannya berjalan baik dengan Wulan. Sedangkan Wulan pun biasa-biasa aja menganggap Doni teman baik saja.

Pelajaran pun dimulai lagi. Dengan baik Doni menerima pelajaran baik sampai usai sekolah. Seperti biasa Karto mengajak Doni main ke mana saja yang penting heppy. Seperti biasa Doni menolak ajakan Karto dengan alasan biasa "Aku sibuk mengerjakan sesuatu yang penting banget".

"Lain kali kalau kamu gak sibuk ikut aku main Doni. Pasti asik," kata Karto.

"Iya," saut Doni.

Doni pun pulang ke rumah. Sampai di rumah seperti biasa menjalankan aktivitasnya di rumahnya baca buku dan menulis sesuatu. Waktu begitu cepat ternyata sudah malam. Doni pun keluar ke rumah untuk main ke rumah Ilias untuk meminjam buku yang ingin ia baca.

Saat di rumah Ilias. Doni bertemu dengan cewek cantik di depan rumah Ilias. Doni bertanya cewek di depan rumahnya Ilias dengan antusias. Ilias pun memberitahukan nama cewek tetangga depan rumahnya .

"Selfi namanya" kata Ilias.

"Selfi," saut Doni.

Doni sih ingin berkenalan dengan Selfi tapi gak ada jalan karena Ilias pun belum terlalu akrab dengan Selfi jadinya menunggu waktu untuk menjalin pertemanan. Ilias memberikan buku yang ingin di baca Doni dan segera pulang ke rumahnya. Sampai di rumah. Doni membaca buku sampai larut malam dan akhirnya ketiduran di kamarnya.

Esok paginya Doni telat bangun alias kesiangan. Buru-burulah Doni ke sekolah. Sampai di sekolah tepat banget waktu masuk sekolah. Doni seperti biasa menjalankan aktivitasnya sebagai pelajar yang baik. Pendidikan di terima murid-murid pagi itu dengan baik dari guru yang berkualitas banget.

Sampai jam istirahat. Doni seperti biasa ke perpustakaan untuk membaca buku. Tapi terlihat Wulan sendirian di kelas, jadi mulai lah niat Doni untuk ngobrol sesuatu mempung Wulan lagi sendiri karena teman-temannya ke kantin. Wulan sih tahu niatnya Doni ingin pendekatan gitu jadi biasa-biasa aja. Doni pun mulai ingin mengajak Wulan jalan nonton bioskop atau kemana Wulan suka agar tujuan Doni tersampaikan. Wulan menerima ajakan Doni untuk nonton bioskop aja.

Obrolan Doni dan Wulan pun begitu singkat banget karena teman-teman Wulan udah masuk kelas abis dari kantin. Dan juga pelajaran pun mulai lagi karena bel masuk telah berbunyi. Doni pun kembali ke kelasnya untuk melanjutkan pendidikannya sampai waktunya pendidikan usai juga.

Doni pun segera balik pulang ke rumahnya dan bersiap-siap untuk menjemput Wulan karena mau di ajak jalan. Doni yang terlihat rapih dan ganteng segera meluncur ke rumah Wulan dengan motor yang ia pinjem dari Kakaknya si Rama.

Sampai di rumah Wulan. Doni terpesona melihat Wulan yang cantik banget sampe bengong gitu. Doni pun mengajak Wulan jalan-jalan ke mana saja dengan penuh kebahagiaan sampai waktu berganti malam baru deh nonton film di Mall yang ada bioskopnya. Urusan Doni dengan Wulan berjalan baik karena pernyataan cinta Doni ke Wulan di terima Wulan.

Doni dan Wulan resmi berpacaran. Doni pun mengantar Wulan ke rumahnya dengan selamat seusai nonton film di bioskop baru deh balik ke rumah. Saat di perjalanan menuju rumah Doni dapet telpon Ilias yang minta bantuan karena motor mogok di jalan. Doni pun segera ke tempat Ilias dengan cepat banget setelah hubungan telponan di tutup.

Selang berapa saat sampai juga Doni ke tempat Ilias. Doni pun menyarankan motor Ilias untuk masuk bengkel dan pulang bersama Doni ke rumah Ilias. Dan Ilias menerima saran Doni dengan baik. Doni pun mengantarkan Ilias pulang ke rumahnya.
Saat sampai di rumah Ilias bertemu lagi dengan Selfi tetangga depan rumah Ilias yang sedang main ke rumah Ilias yang sedang ada urusan dengan adiknya Ilias, Mentari. Doni pun berkenalan dengan Selfi dengan niat pertemanan aja sekalian minta nomor telpon gitu agar lebih akrab aja.

Urusan Doni berjalan lancar banget. Jadi pulang ke rumah Doni merasa bahagia banget karena urusan hubungan baik antara Wulan dan Selfi. Sampai di rumah. Doni seperti biasa menjalankan aktivitasnya belajar dan belajar sampai larut malam, baru deh tidur.

Esok paginya. Doni berangkat ke sekolah seperti biasanya untuk menjalankan aktivitasnya sebagai pelajar dengan baik juga. Sampai di sekolah  menerima pendidikan dengan baik pula. Saat jam istirahat. Doni mulai sering ngobrol dengan Wulan dengan begitu akrabnya dan status keduanya pacaran pun tidak ada yang tahu di kalangan teman-teman karena keduanya pandai menutupi layaknya sebagai teman saja.

Terkadang pun Doni sering telponan dengan Selfi sekedar temanan aja. Lama-lama Doni pun merasa benaran suka dengan Selfi danjuga memutuskan jalan dengan bareng sama Selfi ke tempat yang menyenangkan seusai sekolah. Hubungan itu terus berjalan mulus di jalani Doni dengan baik sampai akhirnya Doni sadar banget yang membuat dirinya bergejolak di dalam hatinya "Sungguh ku merasa resah".

Doni pun membuat sikap yang baik dan berkata "Aku mencintai dua gadis. Aku harus gimana ya? Ku lanjutkan perjalan cinta ku dengan Wulan, Selfi yang tersakiti. Jika aku pilih Selfi, malah Wulan aku sakiti juga. Pilih dua-duanya emangnya diri aku Raja yang bisa mencintai dua gadis sekaligus."

Doni pun berusaha seadil-adilnya memberi memberikan rasa cintanya pada Wulan dan Selfi. Sampai lulus sekolah SMA  hubungan Doni kepada Wulan dan Selfi tidak ada yang mengusik dari pihak apapun?!. Doni baru menetapkan hatinya untuk orang di kasihinya dengan membuat pernyataan yang memang akan membuat keduanya tersakiti, tapi jalan ini yang terbaik buat Wulan dan Selfi.

Doni pun memutuskan hubungan pacarannya dengan Wulan dengan mengungkapkan pernyataannya bahwa dia tipe yang tidak setia karena main belakang Wulan dengan cewek yang di sukainya. Wulan menangis karena di putusin Doni dan juga lebih sakit lagi tahu Doni menipu Wulan karena tidak setia. Doni pun bicara dengan Selfi juga untuk tidak berhubungan lagi. Selfi pun menangis dan meminta tahu kenapa sebab putusnya? Doni menjelaskan bahwa dirinya sudah punya pacar dulu baru bersama Selfi. Bener-bener Selfi terpukul karena di putusin oleh Doni.

Doni pun mengerti dengan keputusannya yang di ambilnya bahwa dirinya menyakiti dua orang yang ia cintai dengan baik. Doni tidak mau berlarut-larut dengan urusan cinta. Maka itu ia memilih melamar pekerjaan ke perusahaan dengan ijazah SMAnya.

Wal hasil di terimalah Doni bekerja di perusahaan. Sungguh-sungguhlah Doni dalam bekerja sampai 2 tahun. Bertemulah Doni kembali dengan Wulan yang berstatus anak kuliahan. Doni pun seperti biasa akrab bicara dengan Wulan walau sudah 2 tahun tidak hubungan pacaran, tapi teman saja. Begitu juga dengan Selfi, Doni pun berjumpa dengannya dengan status anak kuliahan tetap seperti biasa akrab layaknya teman aja. Walau sebenarnya Wulan berharap Doni melanjutkan hubungannya denganya. Sedangkan Selfi pun ingin bersama Doni kembali.

Tetapi alur kehidupan Doni sudah sesuai dengan keputusannya untuk tidak menjalin hubungan spesial lagi dengan Wulan dan Selfi karena sebenarnya rasa cinta itu ada untuk Wulan dan Selfi. Tapi ternyata Ibunya Doni memberikan jalan jodoh yang baik untuk anaknya tersayang. Doni di jodohkan dengan anak kenalan Ibunya Doni yang bernama Rara.

Sebenarnya Rara teman Doni masih kecil saat ia mengenal Rara masih duduk SD kelas 3. Sekarang ini Rana anaknya baik, cantik dan soleha pula. Kegiatan Rara sedang berkuliah di Universitas juga dan mengambil jurusan Pendidikan Agama Islam. Doni pun menerima perjodohan Ibunya. Maka itu Doni menikahin Rara dengan penuh rasa cinta yang baik dan melupakan cintanya kepada Wulan dan Selfi.

Monday, September 23, 2019

MUNGKINKAH

Seperti biasa Sutina dateng kerumah Sarah untuk PDKT. Sampai di depan rumah Sarah. Gak ada petir dan awan mendung. Air pun jatuh ke arah Sutina jadinya basah kuyup deh.

Sutina pun kesal dengan keadaannya yang basah kuyup dan ingin marah-marah kepada orang menyiramnya. Tapi ternyata Sarah jadi niat marah-marah gak jadi sama Sarah.

Sarah pun melihat keadaan Sutina yang basah kuyup dari lantai dua dan berkata "Maaf Kang".

Sarah pun segera turun dari lantai dua dan mengambil handuk untuk di berikan ke Sutina. Pintu rumah Sarah di buka. Keluar Sarah bawa handuk untuk Sutina dan sambil berkata "Maaf Kang gak sengaja ke siram air bekas ngepel".

"Gak apa-apa? Kebenaran Akang belum mandi," kata Sutina dengan sabar banget.

Sarah pun mengajak Sutina ngobrol di dalem untuk sekalian ganti baju di pinjemin baju adiknya Sarah, si Bono. Sutina menerima tawaran ganti baju di dalam rumah. Setelah ganti baju dan memakai baju Bono. Sutina merasa ada yang aneh dengan penampilannya.

"Sarah pakaian in ketat banget," kata Sutina.

Sarah tertawa sambil menutup dengan kedua tangannya karena melihat Sutina yang make pakaian yang kekecilan.

Sarah pun berkata "Bagus banget...Kang."

Sutina pun senang pujian dari Sarah dengan lugunya. Sutina mulai berbincang-bincang dengan Sarah dengan akrab banget, maka suasana penuh dengan keceriaan. Terdengar mobil mewah parkir di depan rumah Sarah. Turunlah seorang pemuda yang keren abis. Andre pun langsung ketok pintu yang terbuka sambil mengucap salam "Asalamualaikum".

"Waalaikumsalam," jawab Sarah dan Sutina.

"Boleh Abang masuk ke rumah adek Sarah yang istana megah ini," kata Andre dengan pujian.

"Silakan Abang Andre," kata Sarah.

Di dalam hati Sutina "Ini saingan aku mendapatkan hatinya Sarah".

Andre pun duduk bersama Sarah dan Sutina. Baru deh Andre ngomong niatnya ngajak Sarah jalan-jalan. Eee Sarah pun mau menerima ajakan Andre. Padahal Sutina juga mau ngajak jalan-jalan karena penampilan gak menjanjikan jadinya Sarah memilih jalan sama Andre.

Sarah pun beranjak dari duduknya ke kamarnya untuk mengambil tasnya dan segera keluar bersama Andre keluar dari rumah menuju mobil mewah Andre. Dengan segera Andre membawa mobilnya dengan baik keluar dari halaman rumah Sarah. Sutina hanya bisa murung dan berkata "Mungkinkah kita selalu bersama Sarah".

Sutina pun berjalan dari halaman rumah Sarah sambil berkata "Apa salah ku."

Sutina pun terus berjalan menuju jalan pulang. Malah di ketawaan oleh anak-anak karena pakaiannya yang ketat banget. Dalam hati Sutina berkata "Sudah nasif aku".

Sampai di pengkolan ada tukang ojek temannya Sutina, si Tiko.

"Sutina kenapa kamu pakaian kamu begini? Padahal tadi pakaian kamu keren abis ke rumah Sarah?" kata Tiko.

"Itu masalahnya Tiko. Emang ia aku pake pakaian keren abis ke rumah Sarah. Gara-gara kesiram air bekas pelnya dari lantai dua dan Sarah ngasih pakaian adiknya Bono. Ya aku pakai aja. Eee keluar dari rumah Sarah malah di ledek semua orang karena pakaian kekecilan jadinya ketat banget," penjelasan Sutina.

"Oh.. begitu. Oia jadi gak nyewa motornya untuk ngajak Sarah jalan-jalan?" kata Tiko.
"Gak jadi. Kalah sama Andre. Yang bawa mobil mewah. Jadinya Sarah jalan-jalan sama Andre," kata Sutina.

"Nasif orang miskin mencintai anak orang kaya," kata Tiko.

"Iya," saut Sutina.

Sutina pun naik motornya Tiko minta di anter pulang ke rumahnya. Singkat waktu sampai di rumah. Sutina bayar ojek motornya ke Tiko seperti biasanya. Tiko segera jalan lagi bawa motornya ke tempat pangkalan ojek. Sutina masuk rumahnya sambil berkata "Begini nasif jadi orang miskin cinta pun gagal di dapatkan."

Sutina pun mulai berbenah dirinya di rumahnya. Setelah terlihat enak di lihat saat berkaca baru deh keluar dari rumah untuk main ke warung kopinya. Selang berapa saat sampai di warung kopi.

"Gea seperti biasa kopi satu gelas yang item dan pait banget!" kata Sutina.

"Baik Kang Sutina. Tapi tumben minta di buat kopi item dan pait," kata Gea.

"Suasana hati ku lagi pait banget di tinggal pergi oleh orang ku sukai," kata Sutina.

"Jadi patah hati. Akang Sutina," kata Gea

"Enggak juga jalan ceritanya cintanya patah hati. Masih proses penjajakan aja," kata Sutina.

"Oh begitu. Ini Kang. Kopi paitnya," kata Gea sambil  menaruh gelas kopi di depan Sutina.

"Terima kasih. Gea. Akang coba ya," kata Sutina.

"Silakan," saut Gea.

Sutina menyeruput kopi buatan Gea.

"Gea!" kata Sutina.

"Ada apa Kang," saut Gea.

"Kopinya. Manis banget," kata Sutina.

"Kok. Manis Kang Sutina. Gea kan gak ngasih gula pada kopi yang Gea buat. Harusnya manis," kata Gea yang jujur.

"Manisnya karena karena Akang minum kopinya sambil melihat Gea. Yang manis gitu," kata Sutina yang menggoda Gea.

"Emangnya Gea gula. Manis. Nanti Gea di kerumunin semut lagi," kata Gea.

"Semutnya Akang," kata Sutina.

"Bisa aja...Akang," saut Gea.

Sutina santai menikmati kopi yang enak buatan Gea sambil makan gorengan. Sampai azan terdengar. Sutina langsung membayar semua minuman dan makanannya yang ia makan dan minum di warung kopi Gea. Baru deh Sutina bergerak menuju mesjid bersama Pak RT  Bolot yang bertemu di jalan untuk sholat asar sebagai muslim yang baik.

Thursday, September 12, 2019

BURUNG KUTILANG

Pagi-pagi sekali Burung Kutilang sudah bangun untuk mencari makan. Terbang ke sana ke sini Burung Kutilang. Sampai di sawah yang menguning Burung Kutilang mencelok di sana untuk memakan biji padi.

Pak Tani melihat Burung Kutilang yang sedang asik makan biji padi di sawahnya segera mengusirnya dengan orang-orang sawah di gerakan dari gubuk Pak Tani agar Burung Kutilang takut.

Ya....benar lah Burung Kutilang takut dengan orang-orang sawah yang mirip seperti manusia jadi Burung Kutilang terbang ke langit. Dengan cepat dan tenang Burung Kutilang terbang di langit sambil melihat semuanya dengan jelas.

Ada sebuah Burung Gereja sedang makan beras di pinggir jalan. Burung Kutilang pun langsung turun dari langit menuju ke beradaan Burung Gereja di tanah.

"Hay Burung Gereja asik makannya," sapa Burung Kutilang.

"Iya. Banyak beras di sini. Aku senang memakannya. Karena ada manusia yang lalai karung yang membawa beras bocor jadi berhamburan di pinggir jalan," kata Burung Gereja.

"Aku boleh memakan beras yang berceceran di pinggir jalan ini?" kata Burung Kutilang.

"Silakan. Aku tidak akan habis memakannya beras yang berceceran di pinggir jalan," kata Burung Gereja.

"Asik makan deh," kata Burung Kutilang yang senang.

Burung Kutilang memakan beras yang berhamparan di tanah. Burung Gereja pun terus memakan beras itu sampai perut kenyang banget.

"Aku berhenti. Aku kekenyangan," kata Burung Gereja.

Burung Kutilang terus memakan beras sampai kenyang banget.

"Aku juga kenyang," kata Burung Kutilang.

Burung Kutilang dan Burung Gereja memutuskan pergi dari situ karena sudah kenyang. Kucing mengincer Burung Kutilang dan Burung Gereja dan gagal menangkapnya karena keburu kedua Burung terbang kelangit.

Burung Kutilang terbang di langit luas bersama Burung Gereja. Tapi Burung Gereja ada urusan yang lain jadi jalur terbangnya pun berubah. Burung Kutilang pun terbang menuju tempat yang ramai di sebuah pemakaman dan hinggap di batang pohon kamboja. Melihat dengan seksama ulah manusia di pemakaman si Burung Kutilang. Tahu-tahu di sebelah Kutilang ada Burung Perkutut. Burung Kutilang pun kaget dan berkata "Sejak kapan kamu di situ Burung Perkutut?".

"Dari tadi. Kamu aja baru sadar," kata Burung Perkutut.

Burung Kutilang mulai memperkirakaan kapan Burung Perkutut berada di sampingnya? Ternyata memang Burung Perkutut dari tadi berada di batang pohon kamboja. Burung Kutilang tidak sadar dengan keberadaan Burung Perkutut.

"Iya benar kamu dari tadi pohon kamboja ini," kata Burung Kutilang.

"Aku memang dari tadi di sini melihat ulah manusia yang sedang sibuk menguburkan manusia di pemakaman ini," kata Burung Perkutut.

"Memangnya siapa yang meninggal?" tanya Burung Kutilang.

"Seorang Pahlawan negeri ini. Yang membangun negeri ini demi kemakmuran rakyat di negeri ini," kata Burung Perkutut.

"Oh...begitu. Seorang Pahlawan yang membangun negeri ini. Tapi kematian sudah biasa," kata Burung Kutilang.

"Biasa buat kaum binatang. Tapi tidak biasa buat bagi manusia. Karena yang mengantarkan Pahlawan tersebut ke kuburan untuk di makam dengan layak banyak manusia yang mengiringinya. Tanda bahwa Pahlawan itu banyak berbuat jasa untuk membangun negeri ini," penjelasan Burung Perkutut.

"Oh...begitu. Tapi siapa nama Pahlawan itu yang di semayamkan di kuburan tersebut?" kata Burung Kutilang.

"Aku tidak tahu namanya. Yang aku tahu. Tempat ini adalah tempat yang sering untuk menguburkan para Pahlawan yang telah berjuang membangun negeri demi rakyatnya merasakan kemakmuran dari negeri ini dengan baik," kata Burung Perkutut.

"Oh... begitu," kata Burung Kutilang.

Burung Kutilang dan Burung Perkutut terus saja melihat ulah manusia yang sedang sibuk menguburkan Pahlawan negeri sampai segala prosesi pemakaman yang diadakan selesai juga. Burung Kutilang pun pergi dari situ dengan terbang langit begitu juga dengan Burung Perkutut.

Burung Kutilang terus terbang di langit sambil melihat semuanya dari langit begitu juga Burung Perkutut dan pada akhirnya Burung Perkutut memilih untuk kembali ke sarangnya. Sedang Burung Kutilang masih ingin bermain belum ingin pulang ke sarangnya. Jadi Burung Kutilang mencelok di kadang Burung Dara yang di piara manusia di atas atap rumahnya lantai dua.

"Hay Burung Dara," sapa Burung Kutilang.

"Hay....kawan lama. Burung Kutilang. Ada angin apa kamu main ke sini?" kata Burung Dara.

"Ah biasa...angin persahabatan. Aku main ke sini," kata Burung Kutilang.

"Oh...begitu. Dari mana kamu sehari ini?" kata Burung Dara.

"Dari pemakaman seorang Pahlawan yang membangun negeri ini," kata Burung Kutilang.

"Oh....Pahlawan yang masuk Tv itu. Aku melihatnya saat aku hinggap di atap rumah di ujung sana dan aku melihat di Tv di sebuah warung kopi di mana banyak manusia berkumpul untuk menikmati makanan dan minuman di jual di warung tersebut," cerita Burung Dara.

"Sampai segitunya Pahlawan tersebut di liput oleh para awak media untuk mengantarkannya ke tempat pemakamannya yang layak dan baik di antara para Pahlawan yang telah menduluin sang Pahlawan di kuburkan di pemakaman tersebut," kata Burung Kutilang.

"Ya...begitu lah manusia. Niatnya luhur untuk memberitakan Pahlawan yang telah membangun negeri ini telah meninggal dunia. Yang tertinggal adalah sejarah hidupnya apa saja yang telah di bangun Pahlawan tersebut demi kelangsungan negeri agar rakyatnya menikmati kemakmuran," penjelasan Burung Dara.

"Ternyata Pahlawan tersebut....orang baik dan bijak membangun negeri ini," kata Burung Kutilang.

"Ya...begitulah. Jabatan tertingginya yang pernah Pahlawan tersebut jadi pemimpin negeri ini," kata Burung Dara.

"Maksudnya kamu pemimpin itu adalah Presiden atau Raja?" kata Burung Kutilang.

"Presiden....negeri ini," tegasnya Burung Dara.

"Presiden toh. Sejarah telah mengukir namanya menjadi Pahlawan yang membangun negeri ini dengan pikirannya dan kerja kerasnya demi negeri ini makmur dan sejahtera. Benar-benar orang baik," kata Burung Kutilang.

Burung Kutilang menyelesaikan obrolannya dengan Burung Dara untuk pulang ke sarangnya karena hari memang menjelang malam. Burung Kutilang terbang kelangit dengan cepat tapi tenang menuju sangkarnya di sebuah pohon yang rindang untuk beristirahat karena seharian beraktivitas demi menjalankan hidup sesuai qodarnya Burung Kutilang.

MAKLUK YANG MENYERAMKAN

Hari memang menjelang malam. Melisa menyelesaikan pekerjaannya berupa tulisan di rumahnya, lalu hendak ke tempat fotocopy untuk mengcopy kerjaannya. Melisa pun berangkat dari rumah menggunakan motornya. Ke sana ke sini fotocopy pada tutup semua.

Melisa tetap usaha mencari fotocopy yang lain yang masih buka. Sampai di ujung seberang tempat fotocopy yang buka. Jadi Melisa fotocopy di tempat tersebut langsung meminta pada tukang fotocopy  mengcopykan kertas yang berisi seluruh tulisan Melisa.

Tukang fotocopy menaruh lebaran kertas di mesin fotocopy dengan jumlah yang telah di tentukan untuk di copykan. Mesin ngadat gitu. Tukang fotocopy mencoba memperbaiki fotocopy dan melisa melihatnya.

Tapi sekilas Melisa melihat sosok makluk halus di samping tukang fotocopy. Melisa pun mengucek-ngucek matanya kalau salah lihat ternyata benar cuma halusinasi saja dan perasaan Melisa lega karena salah lihat. Tukang fotocopy pun melihat hasil fotocopy yang hitam semuanya dan Melisa melihat juga kertas yang di fotocopy hasilnya hitam semuanya.

Lagi-lagi Melisa melihat makluk halus lagi tapi di depan tukang fotocopy. Rasa takutnya muncul dan ingin kabur tapi meminta kertasnya hasil kerjaan sama tukang fotocopy. Ya tukang fotocopy memberikan pada Melisa.

Makluk halus masuk ke dalam tubuh tukang fotocopy dan berubah menjadi makluk yang menyeramkan sekali. Melisa yang ketakutan berteriak "Setan" Segera kabur dengan naik motornya menuju rumahnya.

Esok harinya. Melisa dapet kabar dari para warga yang ngoceh sana sini berdasarkan kejadian yang ada di sekitar lingkungan adahal mengenai tukang fotocopy meninggal gantung diri di tempat ia bekerja. Berdasarkan data temuan oleh polisi. Tukang fotocopy bunuh diri karena patah hati. Sebenarnya Melisa lebih tahu kejadiannya kenapa tukang fotocopy bunuh diri karena di rasukin makluk halus jadi kehilangan jati dirinya.

Semenjak kejadian tersebut tidak pernah lewat daerah tersebut karena ada makluk yang menyeramkan yaitu setan dan juga lebih banyak ke mesjid untuk berlindung agar tidak di serang atau di hantuinya.

Tuesday, September 10, 2019

ANABEL

Sebuah rumah tua di tengah kota. Hiduplah seorang dua orang yang telah lanjut usia. Pak Teguh dan Ibu Teguh sudah hidup bersama membangun keluarga di rumah tersebut.....sampai di usianya yang sudah lanjut belum juga di karunia anak.

Pak Teguh tipe orang setia sama Ibu Teguh......begitu juga sama setianya Ibu Teguh dengan Pak Teguh. Ibu Teguh pun meminta seorang anak kepada Pak Teguh. Karena permintaan istri tercinta Pak Teguh mengabulkan permintaan istrinya yang meminta seorang anak yaitu memesan boneka anak cewek cantik yang di kirimkan segera ke rumahnya.

Ibu Teguh senang sekali dengan boneka tersebut dan di berinama Anabel. Setiap hari Anabe di rawat oleh Ibu Teguh layaknya seperti anak yang di lahirkan ke dunia ini lewat rahim Ibu Teguh. Sibuk merawat boneka Anabel tetap Ibu Teguh memperhatikan Pak Teguh.

Malahan yang di khawatirkan oleh Pak Teguh dengan kesehatan istrinya tercinta karena terus merawat Anabel dengan penuh kasih sayang dan melupakan kondisi kesehatannya yang memiliki penyakit bawaan yang mematikan. Tapi keadaan berkata lain yang meninggal adalah Pak Teguh. Ibu Teguh merasa kehilangan suami tercintanya.

Hidup sendirianlah Ibu Teguh di rumah tersebut bersama Anabel yang selalu di rawatnya dengan baik walau pun sebenarnya penyakit Ibu Teguh makin parah di usianya sudah tua.

Penyakit itu menggerogoti fungsi sistem kehidupan dalam Ibu Teguh akhirnya tidak terelakkan jadinya kambuh membuat kondisi makin parah lagi dan akhirnya meninggal, tapi sebelum meninggal Ibu Teguh berkata di hadapan boneka Anabel "Anabel...Ibu...ingin sekali kamu memanggil aku....Ibu".

Jam tua pun berbunyi setiap menunjukkan tepat jam dua belas malam. Anabel pun berkata kepada Ibu Teguh yang mayatnya terkapar di lantai "Ibu".

Anabel pun bergerak seperti layaknya manusia dan menghampiri mayat Ibunya tercinta yang merawat setiap waktu.

KERASUKAN

Malam hari yang tenang di kediaman Mira. Saat itu Mira lagi asik masak di dapurnya untuk membuat makan malam. Telpon pun berdering. Lisa pun mengangkat Telpon dan mematikan kompornya segera karena betulan masakan sudah matang pula.

Mira pum mulai berbincang- bincang lewat telpon dengan Lisa teman baiknya. Lisa pun menceritakan sesuatu tentang kejadian aneh yang di jalani Lisa dan Mira mendengarkan dengan baik lewat telpon. Saat Lisa lagi bersantai di rumah mendapat telpon yang gawat darurat dari Toni temannya di rumah sakit karena terkunci di ruang operasi. Lisa pun mengajak Yoga yang main ke rumah untuk menolong Toni yang terkunci di ruang operasi.

Segerala Lisa dan Yoga ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit menuju ruangan operasi yang ada Toni terkunci. Tapi ternyata ruangan operasi benar-benar terkunci karena memang di kunci benar-benar sama penjaga rumah sakit yang sekarang tidak tahu orangnya.

Lisa dan Yoga memanggil Toni dalam ruangan operasi. Toni pun saut karena memang mendengar panggilan dari Lisa dan Yoga. Segeralah Yoga mencari cara untuk membuka pintu yang di gembok. Yoga pun punya inisiatif pake batu yang di temukan di luar dan segera dipukulkan ke gembok berkali-kali. Wal hasil usaha Yoga berhasil langsung merusak gembok.

Yoga pun masuk ke dalam ruang operasi untuk mencari Toni sedangkan Lisa menunggu di luar. Terdengar suara teriakan Yoga "Ahhhh....".

Lisa khawatir ingin sekali masuk ke dalam ruang operasi untuk melihat Yoga dan Toni. Pintu pun di buka Lisa. Terlihat oleh Lisa dan segera menghampirilah Yoga. Saat melihat wujut Yoga yang menakutkan Lisa pun berteriak "Ahhhhh.....".

Lisa masih terus bercerita lewat telpon dengan Mira, tapi sebenarnya Mira tidak percaya omongan Lisa takutnya hanya bohongan saja. Tiba-tiba pintu depan rumah di ketuk dan memanggil nama Mira. Karena ada tamu Mira ingin menyelesaikan pembicaraan lewat telpon bersama Lisa. Malah Lisa memperingatkan yang dateng adalah Yoga yang sangat menakutkan kerasukan setan. Mira tidak percaya omongan Lisa. Tetap keadaan pintu ketuk oleh seseorang dan terus memanggil nama Mira.

Maka itu telpon tidak tutup di biarkan Lisa ngomong semaunya...oleh Mira. Segeralah Mira membuka pintu depan rumahnya karena ada tamu. Saat pintu di buka lebar-lebar ternyata Yoga berubah menjadi sosok yang menakutkan karena kerasukan setan.

Sontak Mira menjerit "Setan".

Sedangkan sebenarnya Lisa sendiri sudah jadi seperti sama seperti Yoga dan Toni kerasukan setan, tetapi tetap berusaha sadar tidak di kendalikan penuh. Roh jahat makin kuat yang merasukin tubuh Lisa jadinya benar-benar sepenuhnya di rasukin oleh roh jahat.

Mira pun terus berusaha menghindari Yoga yang ingin menulari penyakit kerasukan roh jahat. Mira pun kabur lewat pintu belakang dan berusaha menjauh dari Yoga yang menjadi berwujud menyeramkan karena di rasukin roh jahat.

Saturday, September 7, 2019

RAMALAN

Doyok selesai juga dengan pekerjaan.

"Waktunya pulang," celoteh Doyok.

Doyok keluar dari kantornya. Sedang teman-temannya sudah duluan pulang kantor.

"Aku sendirian di kantor toh," celoteh Doyok.

Doyok pun segera menuju mobilnya di parkiran. Mobil bawa dengan baik oleh Doyok dan teringat sesuatu hampir sampai rumah...membeli sesuatu di mini market pesan istri tercinta Titik. Ya segera mobil bawa ke arah mini market.

Sampai di mini market. Doyok membeli pesan istrinya dengan cepat banget dan di bayar ke kasir. Saat mau masuk mobil tak sengaja bertemu dengan orang yang berpakaian serba hitam dan gayanya kaya peramal, lalu orang tersebut berkata "Aura anda gelap sekali. Hati-hati kalau di rumah?!".

Doyok tidak memperdulikan omongan orang yang mencoba melihat keadaan dirinya dari sisi ilmu kebatinan. Tapi lama-lama Doyok jadi penasaran dengan omongang orang tersebut berkenaan dengan keadaan dirinya.

"Abang.... Abang!!!" panggilan Doyok.

"Apa..yang.....bisa aku bantu?" katanya.

"Abang ini seorang peramal?" tanya Doyok.

"Iya. Dulunya di tekunin. Tapi sekarang tidak. Kerjaan aku penyanyi di kafe. Hidup metal," katanya.

"Hidup metal. Aku Doyok....Abang siapa namanya?" kata Doyok sambil mengajak berkenalan dengan orang yang di ajak ia bicaranya.

"Kamu...Doyok aku..tahu. Dari penampilan kamu. Aku Frans," katanya.

Doyok dan Frans saling berjabat tangan. Doyok pun bertanya ke Frans berkenaan dengan penglihatan dari ilmu kebatinan tentang aura yang gelap. Frans pun menjelaskan pada Doyok dengan singkat dan padat yaitu Hantu.

"Hantu...!!!" kata Doyok yang terkejut.

"Iya," saut Frans.

"Yang benar?" tanya Doyok.

"Boleh percaya boleh juga....enggak. Namanya juga ramalan aku, tapi kebanyakan gagalnya. Makanya itu aku cari rezeki jalan yang lain....menyanyi. Hidup metal," kata Frans.

"Ok. Aku percaya, tidak terlalu percaya amat ya. Terima kasih atas ramalan tentang keadaan aku!!!!" kata Doyok.

"Iya," kata Frans.

Doyok segera masuk ke dalam mobil sedangkan Frans ke mini market ingin membeli sesuatu barang yang ia inginkan baru setelah itu kembali ke kafe untuk kerja lagi mengisi acara di kafe.....menyanyi.

Doyok pun membawa mobil dengan baik menuju pulang ke rumah dan tak terlalu memikirkan omongan Frans yang meramalkan keadaan dirinya Doyok bertemu dengan Hantu.

Sampai di rumah. Segera Doyok memarkirkan mobilnya dengan baik baru deh keluar dari mobil menuju masuk rumah. Titik sang Istri menyambut Doyok dengan baik seperti biasanya.

Doyok pun memberikan barang pesanan Titik yang di beli di mini market. Titik pun menyiapkan makan malam untuk Doyok jadi sebelum makan malem Doyok mandi dan berganti pakaian.

Baru deh Doyok makan malam berdua dengan Titik. Saat makan malam Doyok melihatnya hantu  dengan jelas banget bersama Titik yang ikut makan malam juga. Doyok pun sebenarnya takut, tapi harus menghadapi keadaan. Hantu makin menjadi-jadi mengacaukan makan malam. Sontak Doyok marah-marah melupakan rasa takutnya sama Hantu.

Sang Hantu pun menunjukkan wujud yang menyeramkan langsung ciut lagi nyali Doyok penuh rasa takut dan langsung lari keluar rumah dengan berteriak "Hantu".

Titik pun memanggil Doyok "Mas Doyok kenapa adek di tinggal begitu aja? Sebenarnya adek takut dengan Hantu yang mengikuti adek dari tadi".

Hantu tetap menunjukkan wujud yang menyeramkan pada Titik. Lama-lama Titik yang bisa bertahan menghadapi Hantu akhirnya pingsan juga dan jatuh ke lantai. Hantu yang berwujud menyeramkan kembali wujudnya semula yang biasa-biasa aja, lalu asik makan malam sendirian karena menyukai makanan Titik yang enak.

Setelah puas menikmati makan malam enak buatan Titik.....sang Hantu pun menghilang sambil berkata "Terima kasih atas makan malamnya yang enak".

Friday, September 6, 2019

AWAL CURIGA JADI HANTU

Toni seperti biasanya bangun pagi-pagi untuk pergi kerja. Sang istri....Mila telah menyiapkan pakaian kerjanya untuk suaminya....Toni di taruh di kasur. Jadi setelah selesai mandi...langsung memakai baju kerja yang rapih dan bersih.

Mila sudah menyiapkan sarapan pagi untuk Toni yang terhidang meja makan. Toni keluar dari kamar dan segera sarapan pagi dengan Mila...istri tercinta. Toni menikmati makan yang di buat Mila dan benar-bener enak karena sebelum menikah Mila pernah belajar jadi juru masak yang handal nama lain cef.

Perut Toni kenyang. Berangkatlah Toni kerja dengan motornya menuju tempat ia bekerja di perusahaan yang bonafit. Mila membereskan meja makan dan alat-alat makan agar kembali semuanya bersih dan rapih.

Setelah itu Mila beres-beres rumah dari mengepel dan mencuci pakaian pake mesin cuci barulah di jemur di samping rumah dan juga cuaca juga cerah banget jadi bagus untuk menjemur pakaian sampai kering.

Mila pun pergi ke pasar swalayan untuk membeli barang-barang keperluan sehari-hari. Baru setelah itu mulai bersantai karena capek mondar mandir. Sambil nonton Tv....Mila melipat pakaian yang sudah kering di jemur di hari yang cerah.

Pakaian pun Mila susun rapih di lemari. Hari pun hampir menjelang malam. Toni pun pulang dari kerjaannya. Mila sudah menyiapkan makan malam untuk suaminya. Toni pun membuka pakaian kerja dan di taruh di kursi, lalu masuk kamar mandi untuk mandi.

Mila pun membereskan pakaian kerja Toni sambil memeriksanya seperti biasa karena yang di takutin Mila adalah Toni selingkuh. Mila menemukan cap bibir di pakaian Toni. Rasa curiga pada  suaminya makin besar banget pada diri Mila.

Selesai mandi Toni. Mulailah Mila bertanya tentang cap bibir di yang menempel di pakaian Toni. Dengan santai Toni menjelaskan semuanya tentang cap bibir di pakaian Toni.

Ternyata tidak sengaja saat berpapasan di ruang kerja antara Toni dan Lisa teman kerja yang terpeleset gara-gara menginjak pulpen di lantai. Jadi langsung di tahan Toni saat hampir jatuh Lisanya dan bibir Lisa mengecap di pakaian Toni.

Mila pun menerimanya penjelasan Toni tentang masalah cap bibir di baju. Tapi tetap di dalam hati masih ada curiga pada Toni karena takutnya kebohongan dari Toni. Saat di kamar Toni hendak berpakaian dan juga berkaca. Curiga Mila tambah parah banget. Toni sedang telponan dengan Lisa. Percakapan antara Toni dan Lisa hanya sebentar banget.

Terlihat suatu yang ganjil lagi pada Toni dan membuat Mila takut bahwa suaminya di ikuti hantu wanita karena terlihat di mata Mila ada bayangan di cermin saat Toni berkaca. Mila pun berusaha kabur dari rumah, tapi tidak jadi karena harus menghadapi masalah yang terjadi. Hantu wanita terus mengikuti Toni sampai di ruang tengah dan asik nonton Tv.

Mila tambah bingung dengan suaminya yang tidak sadar di ikutin oleh hantu wanita dan juga Mila tidak tahu kenapa suaminya di ikuti hantu tersebut. Ketakutannya makin besar banget jadi langsung berkata "Abang ada hantu yang mengikuti kamu".

"Mana?" tanya Toni.

"Itu duduk di sebelah kiri kamu," kata Mila.

Toni mulai menoleh ke kiri dan melihat sosok hantu wanita yanga awalnya terlihat cantik banget langsung berubah menyeramkan.

"Hantu!!!!" teriak Toni.

Toni pun langsung bergerak keluar dari rumah beserta Mila dengan langkah seribu menuju rumah orang tua Mila yang paling dekat. Hantu wanita pun menghilang dari rumah Toni karena sebenarnya hantu wanita suka dengan Toni karena ketampanannya.

Thursday, September 5, 2019

WEWE GOMBEL

Bambang berangkat pagi-pagi sekali untuk jualan bakso tusuk. Dengan motor bututnya...Bambang menuju tempat ngetem pertama seperti biasa untuk melakukan jualannya. Di  pinggir jalan Bambang bersabar menunggu pembelinya anak SD.

Saat belum masuk kelas ada anak SD yang membeli jualan Bambang. Dengan senangnya Bambang melayanin pembelinya dengan baik. Lonceng pun berbunyi. Anak-anak SD pada masuk ke kelas untuk mendapatkan pendidikan dari gurunya.

Bambang bersyukur rezekinya lancar. Tidak seperti temannya Karto yang telat jualan cilok karena kesiangan dagangnya jadi tidak dapet pelaris jam pagi. Bambang pun pindah ke tempat lain dekat pasar untuk melakukan dagangannya.

Wal hasil baru nyampe....ada yang membeli jualannya. Hasil yang lumayan untuk usaha di jalanin Bambang. Ternyata ke temu dengan Karto lagi Bambang dan wal hasil pun sama dengan Bambang dapet hasil juga jualan ada yang membeli jualannya....nama juga rezeki bagi yang mau usaha dan sabar menjalankannya.

Waktu jam istirahat untuk anak SD. Bambang dan Karto segera cepat membawa motor sampai ke tempat tujuan. Baru dateng Bambang dan Karto di serbu oleh anak SD yang membeli jualannya. Hari yang baik buat Bambang dan Karto berhasil menjual hasil jualannya dengan baik.

Sampai waktunya anak SD untuk pulang karena sudah usai pendidikan yang di jalanin mereka semuanya. Tetap saja masih membeli jualan Bambang dan Karto. Baru deh Bambang meninggalkan tempat tersebut menjajakan jualan ke tempat lain.

Bambang pun tidak bertemu Karto lagi karena berjualan ke daerah lain untuk melakukan barang dagangan sampai habis. Bambang mondar-mandir dari satu tempat ke tempat lain sampai akhirnya jualannya habis juga. Bambang memutuskan untuk balik ke rumahnya karena hari pun mulai malam.

Saat melewati pohon beringin besar dan banyak cerita ada penunggunya. Bambang malah tidak percaya dengan cerita masyarakat tentang makluk penunggu pohon beringin jadi jojong aja lewat situ

Tiba-tiba motornya berhenti mendadak. Bambang mencoba memeriksa motornya kenapa bisa berhenti? Dengan sabar dan telitinya Bambang memperbaiki motornya. Akhirnya ketemu penyakitnya cuma businya mati. Bambang untung membawa cadangan busi jadi tinggal di ganti aja.

Motor pun hidup juga. Tiba-tiba motor tetap tidak bisa jalan juga kaya ada yang menahan. Bambang pun meriksanya dengan baik keadaan motornya dan lingkungan. Muncul makluk yang menyeramkan memegang motornya Bambang agar tidak jalan. Langsung langkah seribu Bambang meninggalkan motornya beserta alat-alat jualannya dan berteriak "Wewe Gombel".

Makluk yang di lihat Bambang makluk yang menyeramkam sekali karena buruk rupanya. Tapi karena ingat dengan jualan besok...jadi Bambang memberanikan diri untuk mengambil motornya. Ternyata Wewe Gombel tidak ada.

"Aman," kata Bambang.

Bambang pun membawa pulang motornya beserta alat-alat jualanya menuju pulang ke rumahnya. Setelah itu pergi ke mesjid untuk menenangkan dirinya agar tidak di ganggu oleh makluk halus seperti Wewe Gombel lagi.

DI ANTARA PENONTON

Langit yang cerah sekali dan malam yang tenang. Budi pergi ke acara konser musik dengan menggunakan motor. Eeee lupa tiket untuk nonton konser tersebut. Jadi Budi balik pulang ke rumah. Untung saja masih seperempat perjalan. Sampai di rumah Budi segera mengambil tiketnya di kamarnya.

Langsung bergerak menuju tempat konser. Singkat waktu sampai tempat. Pas waktunya untuk acara konser mau di mulai. Setelah motor di parkirkan Budi belari sekencang mungkin sampai ke pintu masuk.

Saat di depan pintu masuk. Budi menyerahkan tiket masuk ke pada penjaga konser musik. Setelah tiket di periksa oleh penjaga tiket maka Budi di bolehkan masuk. Dengan sabar Budi mencari tempat duduk di antara penonton.

Akhirnya dapet juga tempat duduk yang nyaman di antara penonton. Acara konser musik baru di mulai, tapi Budi mencium bau wangi bunga yang menyengat banget sampai bersin....untung di tutup pake sapu tangan jadi gak kena ke orang yang duduk di depan Budi.

Budi mulai mencari tahu bau wangi tersebut. Ternyata ada cewek di sebelah kiri Budi cantik banget. Awalnya Budi biasa-biasa aja, tapi lama-lama Budi merasa aneh banget.

Wanita di sebelah Budi berubah jadi makluk yang mengerikan sekejab mata. Kagetnya bukan kepalang Budi....menahan rasa takutnya. Eee malah beneran wanita yang duduk di sebelah Budi berubah total jadi makluk yang menyeramkan.

Di kirain Budi cuma satu, tapi sekeling Budi adalah setan semuanya. Budi pun segera keluar dari deretan bangku penonton dan setelah itu berlari keluar dari gedung pertunjukkan dengan berteriak "Setan".

Budi pun berada di luar gedung pertunjukkan dan merasa sudah aman banget tidak dekat dengan makluk yang menakutkan. Eee tahu-tahu ada di depan Budi dan berkata "Apa kamu nonton konser musik ini".

Dengan keadaan sangat takut banget menjawab "Iya".

"Berarti kita sama dong penggemar musik yang sama," kata makluk yang menyeramkan.

"Iya. Tapi masalahnya kamu...setan," teriak Budi dengan berlari kencang menjauh dari makluk yang menyeramkan di depannya.

"Setan. Emang. Aku setan. Selagi aku hidup aku suka nonton konser musik. Setelah mati pun aku masih...suka. Dasar manusia penakut!!!," katanya.

Setan pun menghilang. Budi membawa motornya di usahakan tenang sampai ke rumahnya dan melupakan hari yang sial bertemu roh penasaran alias setan.

SAHABAT

Dodo duduk di halaman belakang rumah sedang asik main game di Hp-nya. Tony yang selesai mengerjakan tugas kuliahnya, ya keluar dari kamarnya...