Pages

Friday, May 24, 2019

KECOA

Sebuah tempat kerumunan manusia di sebuah stasiun di Jakarta. Seekor Kecoa sedang berjalan dengan cepat sekali ingin menemui temannya di bawah tong sampah. Kecoa sedikit takut melewati di antara manusia, tapi harus berani supaya cepat sampai ke tempat temannya berada.

Kecoa melewati para manusia yang kerumun di stasiun kereta api. Melihat Kecoa melintas ada beberapa manusia yang geli gimana gitu sampai menjauh dari Kecoa. Ada juga manusia yang berani ingin membunuh Kecoa dengan pijakan kakinya. 

Kecoa ketakutan sekali karena mau di hancurkan oleh kaki manusia yang pake sepatu. Kecoa lari cepat sampai melompat dan terbang lalu mencelok di salah satu manusia.

Langsung manusia yang di hinggapi Kecoa langsung jijian dan berusaha untuk membuang Kecoa dari tubuhnya dengan ke dua tangan dan di tolong temannya.

Kecoa segera kabur dan terbang mendarat di di lantai langsung berlari cepat dan berhasil sampai di tujuannya di bawah tong sampah.

"Saya...selamat," kata Kecoa bernama Jon sambil menghela nafasnya.

Kecoa yang sibuk makan melihat temannya mengatur nafas langsung bertanya "Kenapa kamu Jon?"

"Hampir...saja saya..mati di ijak oleh manusia jahat.....," penjelasan Jon.

"Oh...begitu. Kamu harus berhati-hati...agar kamu selamat....Jon."

"Iya.... Ngomong-ngomong kamu....Lexsi  lagi makan apa bagi dong?"

"Sini...saya..bagi..makan..saya.......Jon!"

"Asik...makanan," teriak Jon yang senang mendapatkan makanan.

Lexsi membagi makannya yang enak. Jon segera menyantap makannya.

"Enak...sekali," kata Jon dengan antusias.

"Enakkan...makan yang saya temukan di bawah tong sampah....bekas manusia yang menjatuhkan makannya," kata Lexsi.

"Iya...bener-bener...enak. Oh...iya..ngomong-ngomong....kenapa stasiun kereta api rame...ya...Lexsi?"

"Biasa...itu mah...mudik. Sebentar lagi lebaran. Para manusia pulang kampung ingin menjalankan lebaran di kampung halamannya untuk menyambung silaturahmi karena banyak para manusia yang bekerja tidak di kampung halaman melainkan ke kota-kota yang ekonominya mengalami pertumbuhan alias maju," penjelasan Lexsi.

"Oh...begitu. Jadi banyak makanan...dong..ya..Jon?"

"Ya..begitulah...banyak makan....saya kadang juga iri dengan jalan manusia itu berkumpul untuk berbagi cinta kasih bersama sanak famili. Beda dengan kita...bercerai berai demi bertahan hidup alias cari makan," ungkapan perasaan Lexsi.

"Iya...demi..makan..saja..saya hampir di injak manusia," saut Jon.

"Maklum..saja..kita..ini hama..yang bau busuk yang bisa menulari penyakit," kata Lexsi.

"Kalau..itu saya..sudah tahu. Lebih baik makan aja. Jangan banyak ngoceh.....Leksi!"

"Dasar...Jon...aneh... kamu yang mulai kamu juga yang menghentikan obrolan demi makan," kata Lexsi.

Jon asik makan begitu Lexsi. Tong sampah di angkat untuk di buang sampahnya. 

"Manusia.....," teriak Jon dan Lexsi.

Petugas kebersihan ingin membunuh kecoa dengan alat penyemprot pembunuh Kecoa saat Stasiun kereta api mulai sepi. Kedua Kecoa tahu mau di bunuh segera dengan cepat kabur ke sana ke sini. Petugas kebersihan tidak jadi menyemprotkan semprotan pembunuh Kecoa karena Kecoa kabur dengan sangat cepat sampai masuk ke lubang kecil di sebuah dinding menuju area keluar stasiun kereta api. 

Petugas kebersihan langsung membawa sampah ke tempat pembuangan dan mengabaikan kedua Kecoa. Sedangkan Jon dan Lexsi mengatur nafas mereka berdua karena berhasil selamat. Tapi itu baru sejenak aja mereka mengalami ujian yang paling berbahaya. Di hadapan Jon dan Lexsi ada seekor Tikus yang kelaparan yang ingin memangsa Kecoa.

Dengan cepat Jon dan Lexsi kabur dari serangan Tikus yang membabi buta yang ingin memangsa mereka berdua. Jon dan Lexsi lompat dan terbang ke udara menuju sebuah bis yang sedang berjalan yang pintu bis masih terbuka.

Tikus gagal mendapat mangsanya.Tapi si Tikus tidak sadar ada Kucing di belakangnya. Sang Tikus berusaha kabur tapi gak bisa karena ekornya di injak oleh Kucing. Langsung membuka mulutnya menerkam Tikus sampe mati dan di bawa pergi ke tempat yang tenang menikmati daging Tikus yang enak.

Jon dan Lexsi mengatur nafasnya dengan baik.

"Kita mau pergi kemana Lexsi..dengan..naik bis..ini?"

"Mana saya tahu!?..Ya...saya tahu..bis ini gunakan untuk mudik lebaran alias pulang kampung. Ya kita santai saja di sini bersembunyi dekat mesin walau udara panas dari pada di patenin oleh manusia. Kalau bis berhenti baru kita...kabur...untuk mencari tempat yang tenang makan dan minum," kata Lexsi.

"Ya..sudahlah...saya..ikut...saja..Lexsi."

Lexsi dan Jon berdiam diri balik besi yang tebal walau udaranya panas. Keduanya bersabar sampai mobil berhenti berjalan.



CICAK

Cicak bernama Jack dengan berlari cepat merayap di dinding menemui temannya satu spesies juga...si Tino yang sibuk mengejar Nyamuk untuk di jadikan santapan makan malamnya karena perutnya kosong alias laper banget.

Saat Nyamuk hinggap di dinding. Tino diam-diam mendekatinya. Gara-gara di ganggu oleh si Jack maka Nyamuk tidak bisa di tangkap oleh Tino. Eeee malah si Nyamuk ngeledek si Tino.

Makin kesel Tino di ledek oleh Nyamuk yang harus jadi makanannya mengisi perutnya yang kosong. Jack berusaha memadamkan perasaan Tino yang panas yang membara karena api amarah kekesalan.

Jack berhasil menenangkan si Tino dan di ajak mencari makan yang banyak Nyamuk di balik dinding. Tino ikut maunya Jack kalau urusan makanan. Sampailah di balik dinding banyak sekali Nyamuk berterbangan dan di hinggap di langit-langit atau di dinding-dinding.

Tino bersemangat untuk menangkap Nyamuk untuk jadi makan malamnya. Tino pun melihat manusia yang sedang sholat lalu Tino bertanya pada Jack "Tempat apa ini sebenarnya....sampai-sampai..manusia tersebut sholat sungguh-sungguh...dengan ratapan air mata dan ingin menebus segala ke kesalahannya...dari doa meminta ampunan pada Allah SWT."

"Ini tempat penjara. Manusia ini di penjara karena kesahannya kecil yaitu mencuri demi mencukupi kebutuhan keluarganya. Maklum orang miskin. Sekarang ini ia tidak bisa melaksanakan kewajibannya sebagai Ayah baik buat anak-anaknya, maka itu dia menyesal. Apalagi sebentar lagi lebaran...lebih sedih lagi...karena dia tidak bisa memberikan hal yang terbaik untuk  istri  dan anaknya. Maka itu dia tobat di penjara dan menerima dengan segala perbuatannya karena mengambil hak orang lain dan di penjara dia membimbing diri menjadi manusia yang baik," cerita Jack.

"Jadi manusia itu...menyesal dari segala kesalahannya merugikan orang lain," saut Tino.

"Ya...begitulah...," kata Jack.

Jack dan Tino terus menangkapi Nyamuk-Nyamuk sampai di balik dinding yang lain. Lalu Tino tercengang lagi melihat manusia sholat lagi di dalam penjara dan bertanya lagi kepada Jack.

"Manusia tobat di bulan Ramadhan ini karena kesalahanya menabrak manusia lain dengan mengendarai mobil alias lalai. Padahal dia telah menjelaskan bahwa tidak sengaja. Tetapi hukum harus di tegakkan berkaitan merugikan orang lain sampai mematikan manusia lain baik sengaja atau tidak sengaja. Maka...itu...terus-teruslah manusia tersebut sholat tobat karena kesalahannya meminta maaf pada Alloh SWT dan manusia tersebut menerima segala kesalahannya yang di perbuatnya," Jack menceritakan.

"Jadi...dia...manusia yang tobat sungguh-sungguh karena melakukan perbuatan menabrak manusia pake mobil baik sengaja atau tidak sengaja. Bener-bener..manusia itu telah menyesal dari kehilapannya," saut Tino.

"Ya..begitu lah," kata Jack.

Jack mengajak Tino mencari Nyamuk di balik dinding lagi karena di tempat tersebut paling banyak Nyamuknya. Tino ikutan saja ajakan Jack. Sampai di balik dinding terlihat gerombolan manusia di dalam penjara dan Tino tanya lagi sama Jack tentang gerombolan manusia di dalam penjara?.

"Semua manusia melakukan aksi pada tanggal 22 mei. Berdasarkan ocehan mereka sih...mereka di bayar...oleh pihak-pihak yang punya kepentingan menciptakan kerusuhan. Karena ada salah satu yang menyesal karena berjalan di jalan yang salah menciptakan kerusuhan sampai di penjara. Maka manusia yang menyesal itu membimbing manusia yang lain alias satu penjara dengan cara tobat. Jadi mereka sholat di bulan Ramadhan ini. Walau sebenarnya ada manusia yang beda agama. Pada akhirnya hanya bisa menunduk malu melihat teman-temannya sholat tobat minta ampunan pada Alloh SWT. Ya...mau..gak mau yang agama lain menjalankan tobat sesuai agamanya dan ada juga berpindah agama menjadi muslim dan ikut sholat tobat," cerita si Jack.

"Jadi manusia ini menyesal karena salah jalan. Bener-bener pintu tobat di bukan selebar-lebarnya...di bulan Ramadha bagi kaum yang berbuat kesalahan di sengaja atau tidak sengaja. Alloh SWT maha memaafkan bagi manusia yang sungguh tobat dan tidak mau mengulangi perbuatan mereka yang merugikan diri sendiri dan orang banyak," tambahan Tino.

"Ya...ternyata kamu jauh mengerti tentang tobat penyesalan jadi saya tidak perlu lagi menjelaskan." kata Jack.

"Saya..sudah paham dari kesalahan manusia yang berpikir pendek alias bodoh bisanya merugikan orang lain dan akhirnya di penjara," kata Tino.

"Jangan bahas itu lagi.. ayo...cari makan lagi," ajakan Jack.

"Ayo," saut Tino.

Jack dan Tino bergerak ke tempat banyak Nyamuknya dan di tangkapin oleh Tino dan Jack sampai perutnya kenyang. Saat keduanya santai melihat Cicak betina kenalan mereka berdua si Lira. Langsung keduanya mendekati Lira dengan tujuan yang sama mengambil hati Lira agar di terima cinta mereka berdua.

Lira pun awalnya cuwek aja. Tetapi melihat Jack dan Tino yang mana paling mencintai Lira akhirnya Lira memutuskan menerima cinta si Jack. Tino yang kalah dalam urusan cinta dan patah hati di tenangkan oleh Jack. Lira yang baik menawarkan sepupunya si Cicak betina yang cantik juga sama kaya Lira....si Bela namanya.

Tino senang berkenalan dengan Bela dan akhirnya jadian pacaran. Tino senang dapet pasangan hidup baik seperti Bela. Begitu juga si Jack senang mendapatkan cintanya Lira. Jack dan Tino kencan bersama menghabiskan waktu malam yang tenang dan indah dengan pasangan masing-masing.

SAHABAT

Dodo duduk di halaman belakang rumah sedang asik main game di Hp-nya. Tony yang selesai mengerjakan tugas kuliahnya, ya keluar dari kamarnya...