Pages

Thursday, October 10, 2019

TRYING TO SCARE


Sebuah kamar  kontrakan tingallah seorang gadis cantik bernama Tia. Malam itu Tia mulai mempelajari sesuatu tentang mik up hantu. Tia terus memoles wajahnya dengan Mik up yang tampak seperti hantu. Duduk Lah Tia di kamar menunggu sang kekasih bernama Lang seluruh ruangan di matikan lampunya. Dengan modalkan lampu senter Tia menerangi setiap langkahnya. Sekian lama menunggu Lang dateng membuka pintu kontrakan. 

Lang hendak menghidupkan lampu agar ruangan kamar terang. Lang berusaha mencari sakelar di dinding dekat pintu masuk. Tia mulai aksinya menghidupkan senter  ke arah wajahnya. Lang menglihat sosok berwajah putih.

“Aaaah,” teriak Lang kaget.

“Ceklek,” suara sakelar di hidupkan Lang.

“Kenapa kamu berdadan seperti hantu?,” tanya Lang.

“Oh lagi mencoba mik up hantu yang baru ku pelajari,” kata Tia.

“Oh gitu.....,” sahut Lang.

“Lang cium dulu,” kata manja Tia.

“Enggaklah males dengan penuh mik up yang tebal,” kata Lang.

“Iiiiiih...ini cuma mik up,” kata Tia.

“Kalau gak cuci muka dulu, lalu sikat gigi bau itu,” perintah Lang.

“Iya,” jawab Tia.

Tia segera ke kamar mandi untuk berbenah diri. Sedangkan Lang karena kecapean  kerja dan pulang larut malam langsung tidur. Padahal baru nyentuh kasur mata lang langsung terpejam dan terlelap Lang. Tia  di kamar mandi mencuci mukanya  untuk membersihkan mik up hantunya. Setelah itu mengambil sikat gigi dan di olesin odol, Tia melakukan sikat gigi agar nafasnya harum. Saat memberisihkan giginya Tia melihat suatu yang ganjil di bak mandi. Tia perasaannya jadi was-was di bukanya hordeng yang menutupi bak mandi. 

“Huuuu,” helakan nafas Tia.

Ternyata apa yang di pikirkan hanya perasaan takut sejenak Tia. Kembali Tia menyikat giginya sampai bersih setelah itu membilasnya dengan air bersih. Tia berkumur-kumur untuk membuang busa sikat gigi.

“Dahhhh beres terlihat putih bersih,” kata Tia sambil berkaca.

Keluarlah Tia dari kamar mandi dengan cantik dan juga telah berganti pakaian yang bersih. Rangsangan Tia naik mengambil sesuatu di lemari dekat kamar mandi. Dibukanya dengan giginya sambil mendatangi Lang. 

“Lang ....,” kata Tia membangunkan Lang yang tertidur pules.

“Eeeee.....ganggu aja...,” sahut Lang seperti ngelindur.

“Eheee,” kata Tia sambil menghelak nafas.

Tia duduk di pinggir tempat tidur dan memaikan alat kondom yang baru di bukanya. Tia terlihat frustasi karena rangsangan harus turun. Keinginan Tia kandas berhubungan intim karena Lang tertidur pulas. Tia langsung menaruk alat kondom di meja, kemudian tidur bareng Lang. Mengambil selimut  yang di kuel oleh Lang. 

“Selamat tidur Lang,” kata Tia.

“Eeee....selamet,” jawab Lang yang ngelindur.

Tidurlah Tia dengan tenang bersama Lang di sampingnya.

MISPERCEPTION


Sore hari di sebuah tempat yang tidak jauh dari perkotaan tempatnya di Bengkong Laut. Sebuah mobil dengan logo Bank JCC memeriksa mesin ATM di Benkong Laut. 2 petugas Bank keluar dari mobil dinasnya. Kemudian membuka  ATM dengan kuncinya. Terbuka mesin ATM kemudian mulai memeriksa data nasabah. 

“Haaa,” terkejut Petugas Bank yang bernama Yuen.

Yuen berusa mengambil solusi tetapi terlalu banyak khawatir jadi bertanya kepada temannya yang asik mendengarkan pertandingan bola.

“Gimana ini bahasa belum diganti masih bahasa jepang belum bahasa indonesia,” kata Yuen.

“Mana,” sahut Yang.

Yang menghampiri Yuen. Melihat sistem belum di instal. Kemudian Yang menaruh hpnya di mesin ATM, lalu mencoba memperbaiki mesin ATM.

“Gimana?” tanya Yuen.

“Gimana saya juga bingung dan juga takut salah,” kata Yang.

Yuen mengambil buku panduan di sebuah tasnya, lalu memeriksa buku panduannya. 

“Coba ini,” kata Yuen sesuai buku panduan.

“Apakah kamu yakin?” tanya Yang.

“Kalau begitu kita bertaruh seperti permainan bola gimana?,” kata Yuen.

“Ehm...ok lah kita bertaruh,” sahut Yang.

Yang memencet sistem di sebuah mesin pemandu. Sistem otomantis terinstal secara otomatis. Segera mereka berdua membalikan sistem ATM dan mengunci kembali. Yang dan Yuen setelah selesai dari tugasnya langsung menonton di stadion bola. Tetapi salah tempat duduk malah di tempat duduk lawannya. Yuen dan Yang terdiam karena melihat  di kelilingi para seporter sepakbola lawanya. Yuen dan Yan terlihat sendu karena tempat duduk seporter pendukungnya malah penuh.

******

Seorang pemuda dengan mengunakan sepedah dan laganya kaya orang slengean. Pemuda tersebut berhenti tepat di depan ATM. Kemudian mengeluarkan kartu ATM dari dompetnya. Kemudian mulai memasukan kartu ATM, dan memencet kode paspornya setelah itu jumlah uang yang mau di ambil. 

Mesin ATM berkonfirmasi terlihat di layar ATM berjumlah Rp 300.000,- . mesin pun mengeluarkan uangnya.pemuda mengambil uangnya beserta kartu ATMnya. Sang pemuda meninggalkan ATM tersebut dan mau naik sepedahnya. Sistem ATM mulai mengeluarkan uang lagi. Sang pemuda mundur dan mengambil uang yang di keluarkan ATM berjumlah sama dengan yang ia ambil yaitu Rp 300.000,-. Pemuda tersebut punya rencana yaitu mengambil uang tabungan semuanya  kembali sang pemuda memasukan kartu ATM setelah itu menekan jumlah nominal yang mau di ambil yaitu berjumlah Rp 15.000.000,- . Mesin ATM pun berkonfirmasi uang keluar dari mesin sang pemuda mengambilnya. Selang berapa saat ATM mengeluarkan uang yang sama berjumlah Rp !5.000.000,-. Sang pemuda senang kegirangan dan menelpon temannya.

“Halo Pat.....ada ATM yang ngasih bonus uang tambahan,” kata But.

“Masa.. mana mungkin.....lebih jelas lagi,” ujar Pat sambil berjalan masuk gelanggang stadion bola.

“Beneran ATMnya seperti mengeluarkan dana Asuransi atau semacam uang lebih gitu,” kata But.

“Masa...ATMnya ngasih uang lebih atau tambahan,” teriak Pat diantara para seporter pendukung bola.

Mendengar teriakan Pat semua pendukung bola sontak kaget  dan tertarik untuk ke ATM. Sedangkan dua petugas yang Bank JCC yang sedang menonton bola mendengarkannya juga. 

“Haaa....habislah kita berdua,” kataYang dan Yuen.

Para pemain bola masuk ke stadion pada babak kedua. Terlihat para penonton bola mengilang. Stadion pun sepi, sedangkan para pemain terkejut melihatnya. Segerombolan sporter bola mendatangi ATM  tersebut dengan mengeluarkan kartu ATMnya. Mereka semua berlomba-lomba ingin mendapatkan uang tambahan. Petugas Bank JCC juga  datang ke tempat ATM yang bermasalah.

MOVIE SCENE CAPTURE


Siang hari yang cerah  sedang melakukan kegiatan mik up artis di lokasi suting. Sambil konsentrasi mik up  salah satu artis untuk turun dalam satu adekan. Sang sutradara sedang mengambil gambar sebuah cerita Film tentang Kucing-Kucing Hitam. Lang salah satu dari aktor yang berperan dalam Film tersebut. Sedangkan Lawan mainnya seorang gadis cantik yang baru jadi artis dan lagi-laginya naik daun kariernya. Artis cantik itu bernama Lara. Sedang memainkan perannya menjadi kucing betina yang nakal.

Sang sutradara mencoba properti sebuah cambuk yang akan di bawa kucing betina.
“Cetar,” suara pecut.

“Bagus...,” kata sutradara.

Semua pemain di posisinya untuk memainkan adegan.

“Roling.....exsen,” kata pak sutradara.

Kameramen mengambil adegan antara Lang dan Lara. Lara yang memerankan menjadi kucing betina merayu Lang dengan penuh sensual. Tapi ketika Lara kurang menjiwa karakternya sang sutradara menghentikan pengambilan gambarnya.

“Cut.....cut....ehhhhhh gimana...ini,” kata pak sutradara.

“Pak sutradara mendatengi kedua Lang dan Lara yang beradu akting.

“Seperti ini loh....... lebih menjiwai,” kata pak sutradara sambil praktek gaya sensual kepada Lang.

“Ya...pak sutradara,” sahut Lara.

Lang tetap diam dan merasakan perasaan menikmati adegan tersebut.  Padahal yang mengerayangi tubuhnya adalah pak sutradara. Lang tahu profesonal dalam menjalani menjadi aktor sebuah Film. Lara juga awalnya cangung, tapi permintaan Pak sutradara  harus di jalani untuk terciptanya sebuah adegan yang hidup dalam Film.

“Ayo mulai lagi,” kata Pak sutradara.

“Ok....kita mulai lagi,” kata kameramen.

“Semua kru.......siap?,” tanya Pak sutradara.

“Siap.....,” jawab semua kru Film.

“Roling ...exsen,” kata Pak sutradara.

Lang beradekan mersa dengan Lara. Semua mata memandang adegan yang di jalanni oleh Lang dan Lara. Tia melihat adegan yang hot itu membuat perasaan tidak karuan. Ditambah para aktor membicarakan adegan tersebut membuat iri. Tia mendengarkanya semakin panas sampai tidak konsentrasi pada mik up artisnya membuat mik upnya hancur.

“Dek.....,” kata artis menegurnya.

“Maaf....kak..,” kata Tia.

Segera Tia memperbaiki kesalahaannya dalam mik up artis. Setelah adegan pengambilan Film  yang hot selesai. Pak sutradara mengistirahat kru. Saat itulah Tia menghampiri Lang untuk bicara di suatu tempat di balik bilik triplek.

“Lang....saya gak suka dengan adegan tadi,” kata Tia.

“Tapi kan itu cuma pengambilan Film,” sahut Lang.

“Masalahnya saya pacar mu...adegan dengan Lara itu,” kata Tia.

“Tolonglah mengerti ini Cuma akting,” kata Lang memberi pengertian.

“Iya...tahu, tapi perasaan cewek,” ujar Tia.

“Ya....udah...kamunya harus mengerti pekerjaan ku jadi aktor,” kata Lang.

Lang meninggal Tia yang sedang kalut. Saat bicara dengan Lang ada yang gangu yaitu Boby salah satu Kru Film menyuruh Lang masuk. Makanya Lang segera bergegas masuk ke dalam untuk melanjutkan suting.

“Saya sudah suka sama Lang....jadi kamu jangan macam-macam,” kata Boby.

“Ehmmm,” suara kecil Tia dan sedikit bingung.

Tia berusaha memahami maksud Boby, tapi karena suting segera di mulai perkataan Boby di abaikan oleh Tia. Kembali Tia kekerjaan mik up artis. Boby juga masuk ke dalam untuk membantuk kru lain dalam pengambilan adegan Film berikutnya.  

WANT TO GET DRUNK


Malam semakin larut Tia minum di sebuah kedai pinggir jalan di temani oleh Bil, Bal dan Pal. Tia  banyak sekali menenggak minuman keras yang berakibatnya mabuk. Tia  mulai ngaur ngomongnya tentang masalah hubungan dengan Lang. Sedangkan anak-anak yang menendengarkan memberi nasehat untuk lebih memahami Lang. Tia tetap saja makin jadi –jadi karena terus minum  arak yang terlalu banyak jadinya mabuk berat. Lang dateng dengan mengendarai motor pespa. Berhentilah Lang di sebuah kedai minuman keras.  Turunlah dari motornya Lang menghampiri Tia yang sudah mabuk berat.

“Maaf telah banyak merepotkan kalian menjaganya dia,” kata Lang.

“Ya...gak pa-pa kak Lang,” kata Bil.

“Kak Tia Cuma curhat aja kok,” sahut Bal.

“Itu...bener....kata mereka, tapi kak Tia terlalu banyak minum..jadi teler deh,” ujar Pal.

“Oh ...begitu kalau begitu kak permisi dulu,” kata Lang.

“Ya kak,” jawab ketiganya.

Lang langsung mengangkat Tia yang mabuk dan di gotongnya untuk pulang ke kontrakannya.  Sampai di kamar kontrakan Lang langsung menidurkan Tia di tempat tidur. Lang segera melepaskan sepatu Tia dan menaruhnya di rak sepatu kemudian menyelimuti dengan selimut agar tidur Tia lebih nyaman lagi  Lang bergegas ke kamar mandi untuk membenah diri. Setelah berganti pakaian Lang tidur bersama Tia. Tidak lupa Lang mematikan Lampu. 

Keesokan harinya kembali mereka berdua ke tempat suting Film. Pak sutradara dan kru sudah senbai untuk pengambilan sin berikutnya.  Semua artis sudah siap dengan  kostum dan mik upnya. 

“Roling axsen...,” kata Pak sutradara.

Adegan Film pun mulai. Lara mulai memainkan adegan kucing betina yang nakal sambil mencambuk-cambuk pecutnya.  Dateng lah kucing jantan yang mencari keberadaan Lara. Kucing jantan yang lain memanggil.

“Meong,” suaranya kucing jantan.

“Meong,” suara jawaban dari kucing betina.

Ke dua kucing mulai saling beradu suara pangilan di sebuah gudang. Pengambilan adegan itu memuaskan Pak sutradara karena setiap tokoh telah menjiwai karakternya masing-masing. Waktu pun berlalu cepat. Pak sutradara menghentikan pengambilan Film di lanjutkan besok lagi. Para Kru segera berbenah membereskan semua alat-alat begitu dengan Tia. Pulanglah Tia dari tempat suting kembali ke kontrakan begitu juga dengan Lang. Sampai di rumah keduanya mulai panas membara. Lang menyuruh Tia untuk mandi dulu. Setelah itu Lang menyusulnya. Mereka mandi bersama  sampai tubuh mereka berdua bersih. Melanjutkan hubungan mersa mereka di ranjang sampai menikmati semua gejolak rangsangan sampai puas. 

PRABU ANGLING DHARMA

Yudayana putra Parikesit naik takhta, nama kerajaan diganti dari Hastina menjadi Yawastina. Yudayana kemudian mewariskan takhta Yawastina kepada Gendrayana. Pada suatu hari Gendrayana menghukum adiknya yang bernama Sudarsana karena kesalahpahaman. Batara Narada turun dari kahyangan sebagai utusan dewata untuk mengadili Gendrayana. Sebagai hukuman, Gendrayana dibuang ke hutan sedangkan Sudarsana dijadikan raja baru oleh Narada.

Gendrayana membangun kerajaan baru bernama Mamenang. Ia kemudian digantikan oleh putranya yang bernama Jayabaya. Sementara itu, Sudarsana digantikan putranya yang bernama Sariwahana. Sariwahana kemudian mewariskan takhta Yawastina kepada putranya yang bernama Astradarma.

Antara Yawastina dan Mamenang terlibat perang saudara berlarut-larut. Atas usaha pertapa kera putih bernama Hanoman yang sudah berusia ratusan tahun, kedua negeri pun berdamai, yaitu melalui perkawinan Astradarma dengan Pramesti, putri Jayabaya.

Pada suatu hari Pramesti mimpi bertemu Batara Wisnu yang berkata akan lahir ke dunia melalui rahimnya. Ketika bangun tiba-tiba perutnya telah mengandung. Astradarma marah menuduh Pramesti telah berselingkuh. Ia pun mengusir istrinya itu pulang ke Mamenang.

Jayabaya marah melihat keadaan Pramesti yang terlunta-lunta. Ia pun mengutuk negeri Yawastina tenggelam oleh banjir lumpur. Kutukan tersebut menjadi kenyataan. Astradarma pun tewas bersama lenyapnya istana Yawastina.

Setelah kematian suaminya, Pramesti melahirkan seorang putra yang diberi nama Anglingdarma. Kelahiran bayi titisan Wisnu tersebut bersamaan dengan wafatnya Jayabaya yang mencapai moksa. Takhta Mamenang kemudian diwarisi oleh Jaya Amijaya, saudara Pramesti.

***
Setelah dewasa, Anglingdarma membawa ibunya pindah ke sebuah negeri yang dibangunnya, bernama Malawapati. Di sana ia memerintah dengan bergelar Prabu Anglingdarma, atau Prabu Ajidarma.

Anglingdarma sangat gemar berburu. Pada suatu hari ia menolong seorang gadis bernama Setyawati yang dikejar harimau. Setyawati lalu diantarkannya pulang ke rumah ayahnya, seorang pertapa bernama Resi Maniksutra. Tidak hanya itu, Anglingdarma juga melamar Setyawati sebagai istrinya.

Kakak Setyawati yang bernama Batikmadrim telah bersumpah barangsiapa ingin menikahi adiknya harus dapat mengalahkannya. Maka terjadilah pertandingan yang dimenangkan oleh Anglingdarma. Sejak saat itu, Setyawati menjadi permaisuri Anglingdarma sedangkan Batikmadrim diangkat sebagai maha patih di Kerajaan Malawapati.

Pada suatu hari ketika sedang berburu, Anglingdarma memergoki istri gurunya yang bernama Nagagini sedang berselingkuh dengan seekor ular tampar. Anglingdarma pun membunuh ular jantan sedangkan Nagagini pulang dalam keadaan terluka.

Nagagini kemudian menyusun laporan palsu kepada suaminya, yaitu Nagaraja supaya membalas dendam kepada Anglingdarma. Nagaraja pun menyusup ke dalam istana Malawapati dan menyaksikan Anglingdarma sedang membicarakan perselingkuhan Nagagini kepada Setyawati. Nagaraja pun sadar bahwa istrinya yang salah. Ia pun muncul dan meminta maaf kepada Anglingdarma.

Nagaraja mengaku ingin mencapai moksa. Ia kemudian mewariskan ilmu kesaktiannya berupa Aji Gineng kepada Anglingdarma. Ilmu tersebut harus dijaga dengan baik dan penuh rahasia. Setelah mewariskan ilmu tersebut Nagaraja pun wafat.

Sejak mewarisi ilmu baru, Anglingdarma menjadi paham bahasa binatang. Pernah ia tertawa menyaksikan percakapan sepasang cecak. Hal itu membuat Setyawati tersinggung. Anglingdarma menolak berterus terang karena terlanjur berjanji akan merahasiakan Aji Gineng, membuat Setyawati bertambah marah. Setyawati pun memilih Pati Obong, yaitu bunuh diri dalam api untuk mengembalikan harga dirinya. Anglingdarma berjanji lebih baik menemani Setyawati mati, daripada harus membocorkan rahsia ilmunya.

Ketika upacara pembakaran diri digelar pada tanggal 14 bulan purnama, Anglingdarma sempat mendengar percakapan sepasang kambing. Dari percakapan itu Anglingdarma sadar kalau keputusannya menemani Setyawati mati adalah keputusan emosional yang justru merugikan rakyat banyak. Maka, ketika Setyawati terjun ke dalam kobaran api, Anglingdarma tidak menyertainya.

***
Perbuatan Anglingdarma yang mengingkari janji sehidup semati dengan Setyawati membuat dirinya harus menjalani hukuman buang sampai batas waktu tertentu sebagai penebus dosa. Kerajaan Malawapati pun dititipkannya kepada Batikmadrim.

Dalam perjalanannya, Anglingdarma bertemu tiga orang putri bernama Widata, Widati, dan Widaningsih. Ketiganya jatuh cinta kepada Anglingdarma dan menahannya untuk tidak pergi. Anglingdarma menurut sekaligus curiga karena ketiga putri tersebut suka pergi malam hari secara diam-diam.

Anglingdarma menyamar sebagai burung gagak untuk menyelidiki kegiatan rahasia ketiga putri tersebut. Ternyata setiap malam ketiganya berpesta makan daging manusia. Anglingdarma pun berselisih dengan mereka mengenai hal itu. Akhirnya ketiga putri mengutuknya menjadi seekor belibis putih.

Belibis putih tersebut terbang sampai ke wilayah Kerajaan Bojanagara. Di sana ia dipelihara seorang pemuda desa bernama Jaka Geduk. Jaka Geduk adalah anak seorang Demang.

Sementara itu di desa lain di Kerajaan Bojanagara hidup sepasang suami istri bahagia bernama Bermana dan Bermani. Di dekat rumah mereka terdapat sebuah pohon nangka. Di pohon ini tinggal jin yang jatuh cinta kepada Bermani. Suatu hari, ketika Bermana pergi mencari sarang tawon (madu) untuk istrinya, jin pohon nangka berubah wujud menjadi manusia persis seperti Bermana dan menemui Bermani. Bermani tidak menaruh curiga, menerima Bermana palsu sebagaimana menerima Bermana asli. Baru, ketika Bermana asli pulang, terkejutlah mereka. Bermani terkejut, karena suaminya menjadi kembar dua. Sedangkan Bermana asli kaget, "lho koq ada orang persis seperti dirinya ada di rumah". Dua orang kembar ini tentu saja bertengkar hebat menyatakan dirinya yang Bermana asli, sedangkan istrinya jadi bingung untuk memilih mana yang suami asli.

Kasus ini menggegerkan kerajaan Bojanegara. Tidak ada seorangpun yang sanggup memecahkan kasus ini, hingga akhirnya permasalahan di bawa ke hadapan Raja Darmawangsa, namun sang raja juga angkat tangan tidak dapat memutuskan dengan bijak. Sang rajapun menyelenggarakan sayembara, barang siapa dapat memecahkan kasus ini, maka akan diangkat menjadi jaksa kerajaan.

Berita sayembara sampai ke telinga Ki Demang dan Jaka Geduk. Atas saran Belibis Putih, Ki Demang mengikuti sayembara. Maka, diadakanlah peradilan umum disaksikan oleh Sang Raja Bojanegara dan rakyatnya. Ketika diminta mengaku siapa yang Bermana palsu, tetap saja tidak ada yang mau mengaku, Ki Demang menyatakan dan memerintahkan Bermana yang asli harus bisa masuk ke dalam kendil (teko jaman dulu terbuat dari tanah), bagi yang tidak dapat masuk kendil berarti Bermana palsu. Karuan saja Bermana asli, karena manusia biasa, kesulitan untuk masuk ke dalam kendil, sedangkan Bermana palsu yang sebenarnya jin dengan mudah berubah menjadi asap dan masuk ke dalam kendil. Begitu seluruh asap jin sudah masuk ke dalam kendil, Ki Demang segera menutup rapat kendil agar jin tidak dapat ke luar dan mengumumkan bahwa sebenarnya yang masuk ke dalam kendil adalah jin yang menyaru sebagai Bermana.

Atas keberhasilannya itu, Ki Demang diangkat sebagai hakim negara, sedangkan belibis putih diminta sebagai peliharaan Ambarawati, putri Darmawangsa.

***
Anglingdarma yang telah berwujud belibis putih bisa berubah ke wujud manusia pada malam hari saja. Setiap malam ia menemui Ambarawati dalam wujud manusia. Mereka akhirnya menikah tanpa izin orang tua. Dari perkawinan itu Ambarawati pun mengandung.

Darmawangsa heran dan bingung mendapati putrinya mengandung tanpa suami. Kebetulan saat itu muncul seorang pertapa bernama Resi Yogiswara yang mengaku siap menemukan Ayah dari janin yang dikandung Ambarawati.

Yogiswara kemudian menyerang belibis putih peliharaan Ambarawati. Setelah melalui pertarungan seru, belibis putih kembali ke wujud Anglingdarma, sedangkan Yogiswara berubah menjadi Batikmadrim. Kedatangan Batikmadrim adalah untuk menjemput Anglingdarma yang sudah habis masa hukumannya.

Anglingdarma kemudian membawa Ambarawati pindah ke Malawapati. Dari perkawinan kedua itu lahir seorang putra bernama Anglingkusuma, yang setelah dewasa menggantikan kakeknya menjadi raja di Kerajaan Bojanagara. iya pun mempunyai musuh yang bernama durgandini dan sudawirat

Pada suatu saat kerajaan Angling Dharma berjaya dan mampu menaklukan musuh-musuhnya, dan saat itulah sudawirat terbuka hatinya untuk mengabdi kepada Kerajaan yang dipimpin oleh Prabu Angling Dharma.

SIGARLAKI DAN LIMBAT

Di suatu desa di Tondano, hiduplah seorang pemburu bernama Sigarlaki. Ia mempunyai seorang pelayan yang setia yaitu Limbat. Sigarlaki terkenal dengan keahliannya sebagai pemburu yang menggunakan tombak. Ia tidak pernah meleset dalam melempar tombak kepada sasarannya. Ia selalu mendapatkan buruannya dan menyimpan daging buruannya di gudang makanan sebagai persediaan makanan bagi dirinya dan limbat.Limbat bertugas untuk mengolah daging-daging hasil buruan tersebut menjadi masakan bagi Sigarlaki.Suatu hari, Sigarlaki memutuskan untuk pergi berburu sendiri tanpa ditemani oleh Limbat.Naas bagi Sigarlaki karena hari itu ia tidak menemukan satu buruan pun untuk ditangkap. Seharian ia bertahan di hutan sambil berharap ada hewan yang muncul namun tak satu jua hewan yang terlihat. Ia pun akhirnya pulang dengan tangan hampa.

Sesampainya di rumah ia meminta Limbat untuk memasak daging karena ia lapar setelah seharian menunggu di hutan. Limbat pun pergi ke gudang untuk mengambil sebagian dari persediaan daging untuk dimasak. Namun, Limbat terkejut ketika melihat bahwa daging sudah tidak ada di gudang. Rupanya sewaktu Sigarlaki pergi berburu, Limbat pun pergi berburu di tempat yang terpisah sehingga tidak ada yang menjaga rumah. Limbat pun melaporkan kepada Sigarlaki bahwa daging hilang. Limbat terkejut ketika mengetahui bahwa Sigarlaki justru menuduh dirinya yang mencuri daging persediaan. Limbat berusaha meyakinkan bahwa ia bukanlah pencuri daging namun Sigarlaki tetap tidak percaya.

Akhirnya, Sigarlaki meminta Limbat untuk melakukan sesuatu sesuai perintahnya agar membuktikan bahwa ia bukan pencuri daging tersebut. Sigarlaki mengatakan pada Limbat bahwa ia akan menancapkan tombak ke kolam. Jika tombak itu muncul lebih dulu maka Limbat bukanlah pencuri daging tetapi jika Limbat yang muncul lebih dulu maka ia adalah pencuri daging itu. Limbat pun menyetujui hal itu. Sigarlaki melemparkan tombaknya ke kolam dan Limbat pun mulai menyelam ke kolam untuk mengambilnya. Ketika Sigarlaki menunggu Limbat menyelam, ia melihat babi hutan dan kemudian mengambil tombaknya lalu menancapkannya ke badan babi hutan itu. Limbat terbukti tidak bersalah karena tombak itu keluar lebih dahulu, tetapi Sigarlaki tidak sepakat karena ia sedang melihat ke arah babi hutan. 

Akhirnya tes itu diulang kembali. Menancapkan tombaknya ke kolam dan Limbat mulai menyelam. Sembari menunggu tombak muncul, seekor kepiting raksasa berjalan ke arah Sigarlaki dan mencapit jari kakinya. Sigarlaki pun kesakitan lalu menjerit. Ia tidak melihat bahwa tombaknya telah muncul di permukaan kolam. Ini membuktikan bahwa Limbat tidak bersalah.[

SAHABAT

Dodo duduk di halaman belakang rumah sedang asik main game di Hp-nya. Tony yang selesai mengerjakan tugas kuliahnya, ya keluar dari kamarnya...