Pages

Saturday, August 31, 2019

MANTRA

Bony dapet tugas kuliah untuk mengumpulkan data kerja pemerintahan bidang kebudayaan. Maka itu Bony menelpon temannya Tatang yang kerja di gedung DPR, ya sebagai PNS bagian adminitrasi.  Tatang pun menyuruh dateng ke gedung DPR untuk mengambil datanya. Bony pun senang karena dapet kemudahan untuk pengumpulan data untuk tugas kuliah. Telpon-telponan antara Bony dan Tatang selesai juga.

Bony pun segera berangkat ke gedung DPR, tak sengaja bertemu Kakek penjual buku. Bony iba dengan keuletan Kakek yang masih sanggup bekerja di umurnya yang tua banget. Bony pun membeli jualan Kakek tersebut.

Sebuah buku yang di tawarkan ke Bony dan Kakek pun berkata "Buku ini akan menjelaskan sesuatu 'Yang tersembunyi akan terlihat semuanya' Baca ya...nak. Nanti kamu mengerti sendiri."

"Iya," kata Bony.
Bony membayar buku tersebut dengan harga pas.

"Terima kasih..nak," kata Kakek.

"Sama-sama," saut Bony.

Bony pun berangkat ke gedung DPR yang sudah di tunggu temannya. Maka itu Bony naik ojek on line untuk di antar gedung DPR. Selang berapa saat sampai juga di gedung DPR. Bony pun membayar ojek on line dengan uang pas.

"Terima kasih," kata Abang tukang ojek on line.

"Sama-sama," saut Bony.

Bony pun segera mau masuk gedung DPR tapi ternyata di halangin dengan petugas Sapol PP tujuannya demi keamanan dan juga salah satu petugas sapol PP pun bertanya "Ada janji dengan orang yang bekerja di dalam gedung DPR?"

"Ada. Tunggu sebentar aku telpon dulu ke orangnya," kata Bony.

"Iya...aku tunggu," kata petugas sapol PP.

Bony pun menelpon Tatang dan di suruh telpon Bony di berikan ke petugas sapol PP. Percakapan terjadi di telpon antara Tatang dan petugas sapol PP. Akhir pembicaraan Bony pun di bolehkan masuk oleh petugas sapol PP dan telponan pun selesai.

Bony pun ber gegas menuju tempat pertemuan dengan temannya di gedung DPR. Sampai di dalam gedung Bony harus menunggu Tatang sambil duduk bersantai membaca buku yang di belinya.
Dengan serius Bony membaca buku berjudul "Mantra". 

Sampai buku selesai di baca Bony merasa aneh dengan suasana lingkungan. Tatang pun menghampiri Bony yang sedang nyantai duduk dan segera memberikan flasdiks yang berisi data pemerintahan bidang budaya.

Bony pun berterima kasih atas bantuan dari Tatang untuk menyelesaikan tugas kuliahnya. Bony pun ingin melihat kedalam gedung DPR untuk melihat kerja anggota DPR pada saat itu lagi rapat. Sebenar Bony tidak boleh masuk karena bukan orang yang bekerja di gedung tersebut. Bujuk lagi Tatang dengan halus untuk di perbolehkan melihat anggota DPR saat rapat hanya sebatas di depan pintu.

Tatang pun membolehkan kalau sekedar saja. Bony dan Tatang beranjak dari duduk dan berjalan menuju ke tempat rapat anggota DPR. Saat pintu di buka dan melihat anggota DPR lagi rapat Bony langsung kaget melihat semuanya.

"Apakah ini benar tempat rapat anggota DPR?" tanya Bony.

"Iya. Ada apa Bony?" kata Tatang.

"Kenapa wujud mereka jadi setan semuanya," kata Bony.

"Jangan ngaur...Bony," kata Tatang.

Bony pun mengucek-ngucek matanya kalau salah lihat. Lalu Bony melihat kembali dengan baik berkata "Setan".

"Hus...ngomong apa kamu Bon?!" kata Tatang.

"Kenyataannya begitu," kata Bony.

Bony masih bingung dengan keadaannya, maka berpikir dengan baik langsung teringat kata-kata Kakek penjual buku "Yang tersembunyi akan terlihat semuanya", Bony pun menyuruh Tatang baca buku yang judulnya "Mantra".

Tatang pun membaca buku tersebut di paksa Bony. Dengan seksama Tatang membaca buku sampai selesai. Terjadi sesuatu di lingkungan Tatang. Mulai Tatang melihat anggota DPR yang sedang rapat dan berkata "Setan".

"Benarkan....setan wujud mereka semuanya. Kalau kesimpulan di buku ini menjelaskan benih yang tersimpan dalam hati berbentuk keserakahan untuk mendapat kekuasaan atau di sebut kedudukan adalah benih untuk menjadi setan," kata Bony.

"Jangan-jangan buku itu yang membuka tabir yang tersembunyi," kata Tatang.

"Benar sekali. Penjualnya bilang 'Yang tersembunyi akan terlihat jelas adalah setan'," kata Bony.

"Kalau begitu bener-bener setan dong yang kita lihat," kata Tatang.

"Iya," saut Bony.

Rapat pun selesai semua anggota mau keluar dari gedung. Tatang dan Bony ketakutan karena mau di datengi semua anggota DPR yang berwujud menyeramkan kaya setan. Tatang dan Bony pun lari kocar kacir untuk menjauh dari para setan.

***

Kakek penjual buku pun melihat lewat cermin sakti untuk mengawasi Bony yang membeli bukunya dan berkata "Yang tersembunyi akan terlihat jelas....wujud dari manusia itu."

Kakek menghilangkan cermin ajaibnya dan berubah menjadi sosok yang muda dan berpakaian putih dan dari punggungnya mengeluarkan sayapnya yang luar biasa. Terbanglah kelangit pemuda tersebut dengan kecepatan yang sangat hebat.

Wednesday, August 28, 2019

KUNTILANAK

Seusai main di rumah Tono.....ya si Beni segera pulang ke rumahnya. Padahal hari sudah malem banget. Dengan santai Beni berjalan sendirian dengan suasana yang sepi banget.

Sampai ketika Beni kebelet pipis. Berusaha Beni menahan agar tidak pipis di jalan. Dengan berjalan cepat agar sampai ke rumah. Eeee ternyata gak bisa di tahan juga. Beni pun memutuskan untuk pipis di jalan.

Jadi Beni mencari tempat untuk buang air kecil. Terlihat oleh mata Beni pohon yang besar dan memutuskan untuk pipis di belakang pohon besar tersebut. Saat mau pipis....Beni tak lupa mengucap "Permisi....aku numpang pipis".

Baru deh pipis Beni. Kuntilanak di atas pohon pun melihat ulah Beni dari tadi. Bau pesingnya.....pipisnya Beni menyengat sampai menusuk hidung kuntilanak.

"Bau....jengkol," kata Kuntilanak bicara dari atas pohon.

Beni mendengarnya dan berkata "Iya".

Beni pun mulai sadar setelah selesai pipis.

"Tadi kayanya ada yang bilang bau jengkol?" kata Beni.
Kuntilanak menjawab "Aku. Hihihihi".

Beni melihat Kuntilanak di atas pohon besar langsung lari tunggang langgang dengan berteriak keras "Setan".

Kuntilanak pun meninggalkan pohon besar dengan terbang dan menghilang. Beni pun sampai di rumah dengan keringet bercucuran dan berusaha menenangkan diri setelah ketemu dengan Kuntilanak dengan banyak doa perlindungan....baru deh istirahat di kamar.

Esok hari Beni bercerita dengan Tono tentang dirinya bertemu dengan Kuntilanak. Tono tidak percaya cerita Beni sebelum melihat sendiri. Maka itu Tono melanjutkan pekerjaannya berkebunnya. Beni pun melupakan kejadian dirinya bertemu Kuntilanak dan lebih baik fokus kerjaan berkebunnya.

JALANGKUNG

Beni membuat sebuah mainan kuno yang kaitannya dengan mistis. Setelah jadi mainan tersebut mengajak 2 teman baik Beni....Teguh dan Andi untuk bermain bersama untuk membuktikan permainan kuno tersebut beneran atau tidak.

Ketiganya adu nyali untuk bermain di sebuah kuburan. Malam yang dingin banget dan sunyi. Beni memulai membaca mantra mainan Jalangkungnya "Jalangkung di sini ada pesta datang di undang pulang gak di antar".

Berkali-kali membaca mantra permainan Jelangkung tetap tidak ada hasil. Beni dan kawan-kawan untuk memutuskan pulang apalagi dari tadi Teguh dan Andi menahan rasa takutnya....berani main di kawasan kuburan malem-malem.

Suasana jadi berkabut. Muncul roh-roh gentayangan melingkari Beni, Teguh dan Andi.

"Beneran mainan Jelangkung ini manggil roh penasaran," kata Beni.

Beni menancapkan mainan Jalangkung ke tanah. Langsung berlari meninggalkan kuburan dan berteriak keras "Setan".

Teguh pun mengikuti Beni dari belakang dan berteriak "Setan".

Begitu juga dengan Andi berteriak "Setan".

Salah satu roh gentayangan alias pemimpinnya berkata "Anak zaman sekarang...masih ingin mainan manggil kami semua....giliran di datengin....kabur ketakutan. Ya...sudah kembali kalian ke alam kalian!"

Semua roh gentayangan menghilang. Salah satu roh anak kecil mengambil mainan Jalangkung yang tertancap di tanah baru deh menghilang. 


Beni, Teguh dan Andi berhenti berlari di dekat pos kambling. Ketiganya memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing dan juga mereka telah kapok main Jalangkung.....karena beneran muncul roh gentayangan yang banyak banget di kuburan.

GUNDURUWO

Seorang seles muda bernama Wati pulang kerja. Hari memang malem. Wati pun berjalan dengan melewati jalan menuju rumahnya seperti biasanya. Tapi saat persimpangan jalan ada sebuah tulisan berwarna merah kaya darah "Jangan lewat sini".

Wati tidak menggubris peringatan tersebut jadi jojong lewat aja. Sambil berjalan Wati dapet telpon pacarnya jadi ngocehlah lewat Hp. Wati tidak sadar di ikuti makluk di belakangnya. Saat hubungan telponan selesai.

Wati mendengar suara "Mbak....mbak".

Wati jengkel mendengar omongan orang yang memanggil dirinya dari belakang. Dengan mimik marah untuk memarahi orang yang memanggilnya.

Saat berbalik badan. Wati melihat makluk yang sangat menyeramkan di hadapannya
"Baaa..kikuk," kata makluk tersebut.

Wati langsung berteriak tanda ketakutan "Haaaaaaa".

Wati pun berbalik arah untuk berlari secepat mungkin meninggal makluk yang menyeramkan sambil berteriak "Gunduruwo".

Makluk yang menyeramkan berkata "Kok...cewek itu...tahu nama aku Gunduruwo. Jadi aku terkenal juga".

Sang Gunduruwo langsung menghilang. Wati sampai di rumahnya. Baru mau masuk rumah saat pintu di bukakan Ayahnya. Wati langsung pingsan. Ayahnya khawatir dengan anak gadisnya di bopong masuk rumah dan di tidurkan kasur di kamar Wati. Ibu Wati khwatir juga dengan keadaan Wati.

Di tungguin oleh Ayah dan Ibunya....akhirnya Wati sadar. Baru orang tua nanya in kenapa Wati sampai pingsan di depan rumah. Wati pun bercerita bertemu dengan setan Gunduruwo. Ayah dan Ibu Wati membimbing anaknya untuk banyak-banyak doa perlindungan agar di jauhi dari roh jahat yang kerjaannya mengganggu manusia.

SETAN

Seusai dari main di rumah Manta segera Heru pulang ke rumahnya. Seperti biasa berjalan santai melewati pinggiran toko pinggir jalan Saat mau menyeberang mobil ramai banget jadi Heru berjalan lebih jauh lagi untuk menggunakan jembatan penyeberangan.

Sampai atas jembatan. Heru berhenti dan melihat kota penuh dengan kegiatan manusia dengan urusan mereka masing-masing. Heru berjalan lagi menurunin jembatan. Terus melangkahkan kaki Heru sampai tujuan pulang ke rumah.

Sampai di kuburan kuno. Heru tidak ingin melewati kuburan tersebut, tapi kalau memotong jalan sampai di rumah. Heru memberanikan diri masuk kuburan kuno sambil berkata "Aku permisi lewat sini!".

Heru terus berhati-hati dalam melangkahkan kakinya. Walau buku kuduk sudah berdiri dan perasaan takut muncul dalam diri Heru. Terdengar suara memanggil Heru "Nak kok lewat sini?".

Heru langsung mematung mendengar suara tersebut dengan keringat dingin mencoba melihat ke belakang. Ternyata Heru melihat roh nenek-nenek. Tampa pikir panjang lagi langsung Heru langkah seribu sambil berteriak "Setan".

Roh nenek pun berkata "Anak sekarang nyalinya...cuma segitu toh lewat kuburan...ini".

Heru terus berlari dan berlari sampai di rumah langsung masuk kamar dan menutup dirinya pake selimut di kasur karena ketakutan bertemu roh penasaran. Akhirnya waktu menidurkan Heru. Esok paginya Heru seperti biasa menjalankan aktivitasnya ke sekolah.

Sampai di sekolah. Heru bercerita dengan teman-temannya tentang roh penasaran yang di temuinya kemarin malam. Tetap teman-temannya tidak percaya dengan cerita Heru. Tiba-tiba terdengar suara yang di kenal saat Heru di kuburan "Nak...lagi ngomongin nenek ya!".

Heru pun mematung dan keringet dingin bercucuran. Teman-temannya khawatir kalau Heru sakit. Saat Heru membalikkan tubuh untuk melihat ke belakang. Ternyata roh penasaran yang di lihat Heru di kuburan.

"Setan," teriak Heru.

Heru pun keluar dari kelas karena ketakutan dan memutuskan pulang ke rumah. Teman-teman Heru pun melihat juga dan berkata "Setan".

Kelas langsung sepi yang tertinggal hanya roh penasaran nenek-nenek dan berkata "Anak zaman sekarang sukanya ngomongin aku. Jika di datengin pada kabur semuanya. 
Hi...hi...hi".

Roh penasaran pun menghilang. Guru yang mau mengajar saat masuk kelas tidak ada murid untuk di ajar.

"Kemana murid-murid ini. Jangan-jangan bolos satu kelas. Dasar anak sekarang susah di atur," kata sang guru.

Guru pun meninggalkan kelas yang kosong gak ada murid yang di ajar dan kembali ke ruang guru.

Tuesday, August 13, 2019

PENOLONG

Seorang anak kecil di kejar-kejar oleh monster Babon sampai jatuh ke tanah karena terselandung batu saat berlari. Anak kecil tersebut ketakutan sekali berusaha untuk menjauh dari monster Babon. Tetap saja Monster Babon ingin memukul anak kecil tersebut dengan kepalan tangan kanannya.

Anak kecil tidak bisa menghentikan serangan monster Babon dan berteriak "Tidak".

Teman anak kecil tersebut berlari cepat dan langsung menggigit bajunya anak kecil dan melompat dengan cepat untuk menghindari serangan pukulan monster Babon. Tinju Babon menghatam tanah.

Anak kecil selamat dari serangan monster Babon. Teman anak kecil seekor monster Kelinci membawanya ke tempat yang aman di balik semak-semak.

"Terimakasih.....Shiro," kata anak kecil.

"Emmm," kata Shiro sambil menganggukkan kepalanya.

Monster Babon mencari anak kecil tersebut dan mengetahui bersembunyi di balik semak-semak. Monster kelinci berlari untuk mengalihkan perhatian jadi monster Babon mengejarnya. Sampai terpojok si monster Kelinci oleh monster Babon.

Pertarungan pun terjadi antara monster Babon dan monster Kelinci. Sampai akhirnya monster kelinci kalah dan tidak bisa bangun lagi karena tergeletak di tanah dengan penuh luka dari serangan pukulan monster Babon.

Anak kecil pun melihat temannya si monster Kelinci terluka parah akibat serangan monster Babon. Berusahalah anak kecil untuk menjauh dari tempat tersebut dengan bergerak sembunyi-sembunyi. Tetap ketahuan oleh monster Babon.

Langsung di kejar oleh monster Babon.....si anak kecil sampai terpojok. Anak kecil tidak bisa berlari lagi. Monster Babon ingin meninju anak kecil. Saat itu ada pemuda yang berkelana dengan membawa pedang di sandangnya di pinggang. Melihat dan mendengar ada yang kesusahaan segera dengan bergerak cepat menyelamatkan anak kecil tersebut dari serangan monster Babon yang ingin meninju ke arah anak kecil dengan kekuatan penuh.

Lagi-lagi serangan monster Babon meninju tanah. Anak kecil selamat dari serangan monster Babon.

"Terimakasih," kata anak kecil.

"Iya," jawab pemuda.

Pemuda yang berani tersebut mulai menghadapi si monster Babon tersebut dengan menantangnya bertarung. Monster Babon mulai menyerang dengan tinjuan membabi buta ke arah pemuda. Dengan santai pemuda tersebut menghindarinya serangan tinjuan beruntun dari monster Babon.

Lalu pedangnya di gunakan dengan cepat menebas dada monster Babon dan segera kembali ke sarungnya lagi.

"Cepat sekali....serangannya," kata anak kecil melihat tebasan pedang pemuda ke monster Babon.

Monster Babon tergeletak di tanah dengan darah mengalir deras dari dadanya yang terluka akibat tebasan sang pemuda.

"Ternyata kemampuan kamu....sebatas itu. Dasar monyet bertubuh....besar...tak berotak," celoteh pemuda.

Pemuda pun menghampiri anak kecil yang di tolongnya. Lalu membawalah sang pemuda si monster Kelinci yang tidak berdaya dengan membopongnya. Sampai di kediaman anak kecil baru si monster Kelinci di obatin anak kecil.

Pemuda tersebut di jamu dengan makan dan minuman buatan anak kecil yang di tolongnya. Sekalian anak keci dan pemuda tersebut berkenalan. Pemuda yang anak kecil baru tahu yang di tolongnya bernama "Haruko".

Sedangkan Haruko sendiri baru.....orang yang menolongnya bernama "Zorro".

Semenjak itu Haruko dan Zorro berteman baik. Dan Haruko pun menjelaskan kenapa dirinya di kejar oleh monster Babon? Zoro baru mengerti bahwa monster Babon di perintahkan pemiliknya si penjahat Morgan untuk menangkap anak kecil....cewek lagi...tujuannya untuk didik menjadi pelayan di kerajaannya yang di bangun di wilayah ini. Zorro pun ingin melindungi Haruko demi membebaskan belenggu kejahatan yang merajalela.

Semenjak itu Zorro selalu bersama Haruko untuk melindunginya. Pertarungan memang tidak terelakkan melawan anak buah dari Morgan. Zorro tetap optimis untuk membela yang lemah dan menghancurkan kejahatan. Satu persatu anak buah Morgan hancur dan binasa....dengan tebasan yang cepat dari Zorro.

Sampai pertarungan yang tidak terelakkan lagi. Zorro menghadapi Morgan. Tapi ternyata pertarungan sia-sia saja. Morgan hanya mental tempe saja cuma punya kekuasaan saja dapat membayar jago-jago silat sampe memelihara binatang buas untuk melindunginya.

Morgan pun kalah dengan satu pukulan di wajah sampai tersungkur di lantai. Setelah itu Zorro mengambil alih istananya Morgan. Haruko membebaskan orang-orang yang jadi budak Morgan.

Naruko pun membalik keadaan juga pada Morgan di jadikan budak untuk membayar segala kesalahannya kepada semua orang yang ia paksa jadi budaknya. Zorro pun menikmati hidupnya dengan baik di istana....layaknya seorang pemimpin pada hal awalnya hanya petualang yang miskin.

Waktu pun berjalan dengan semestinya. Haruko beranjak dewasa...menjadi gadis yang cantik. Pada akhirnya...kisah cinta pun terjadi juga antara Zorro dan Haruko. Padahal sebenarnya Zorro tidak ingin menikahi Haruko....karena sudah jadi teman baiknya.

Tapi waktu memang berkata lain jika anak kecil....sudah jadi dewasa. Zorro pun luluh dengan pesona kecantikan Haruko. Ya...akhirnya dinikahinlah....Haruko oleh Zorro.

Semenjak itu. Zorro membangun kerajaannya dengan penuh keadilan bersama Haruko....anak kecil yang di tolongnya menjadi dewasa karena waktu yang menunjukkan kebenaran dan sekarang jadi istri yang sah.

PERI

Desa hangus terbakar dari serangan pasukan merah yang di komando oleh Dargo. Aulia yang masih kecil di ajak Kakaknya Melisa untuk melarikan diri ke dalam hutan peri. Ternyata pelarian Melisa di ketahui oleh Dargo, maka di kejarlah.

Aulia terjatuh saat di dalam hutan peri. Dargo menyuruh anak buahnya untuk membakar hutan. Melisa terpaksa meninggalkan Aulia yang tergeletak di tanah dan meminta pertolongan Kakaknya.

Melisa terus berlari masuk ke dalam hutan peri lebih jauh lagi sampai Aulia tidak melihat kakaknya lagi. Api telah membakar hutan dengan cepat. Aulia terjebak di dalamnya. Sesak nafas Aulia karena mengisap asap. Lama kelamaan Aulia pun pingsan.

Ketika sadar Aulia sudah ada di dalam kamar yang cukup layak. Masuklah seorang Kakek ke kamar tersebut membawakan makan untuk Aulia. Segera Aulia bangun dari tempat tidurnya dan dudu bersama Kakek yang menolongnya untuk makan bersama.
Sambil makan Kakek bertanya nama gadis kecil yang di tolongnya "Siapa namamu...nak?".

Aulia pun menjawabnya dengan penuh keluguan "Aulia".

"Nama....yang cantik. Secantik orang yang memakai namanya," pujian Kakek.

Aulia hanya diam di puji Kakek yang menolongnya karena belum mengerti apa-apa? Seiring waktu baru Aulia mengerti dengan keadannya dan juga paham yang menolongnya adalah Kakek Yosep namanya. Kakek Yosep seorang petani miskin yang menemukan Aulia saat hutan tergeletak di tanah dan keadan sekitar sudah jadi abu karena di lalap oleh api yang membakar hutan.

Semenjak hidup bersama Kakek Yosep. Aulia banyak belajar untuk menjadi gadis yang berani dan kuat. Sampai suatu ketika Aulia ikut dalam tim infestidasi ke militeran untuk mencari Kakaknya Melisa. Aulia dengan sabar menunggu di dalam gedung di mana ada rapat untuk mengatasi serangan dari pasukan Dargo. Ternyata Dargo malah mengirim tim khusus untuk membunuh semua orang di dalam gedung.

Aulia pun tidak bisa mengatasi masalah tersebut dan nyawa pun terancam. Untung saja di lindungin oleh temannya Rain sekaligus pemimpin dari tim infestigasi. Aulia pun di suruh pergi dari ruangan oleh Rain. Yang mau membunuh Aulia terus menyerang. Tapi Rain terus menghalanginya sampai akhirnya berhasil membuka topeng yang mau membunuh Aulia.

"Melisa," panggilan Aulia.

Melisa tidak tahu kalau yang mau di bunuh dia adalah adiknya. Rain pun terus melindungi Aulia sekeras usahanya. Melisa pun menggunakan teknik rahasia yang terlarang untuk memanggil roh buas dengan perjanjian peri. Rain terkejut sekali makluk yang di panggil adalah makluk yang berwajah menyeramkan dengan cakar yang tajam.

Rain pun susah melawan dua musuh sekaligus demi melindungi Aulia. Sampai-sampai Rain hampir mati di cekik oleh makluk yang menyeramkan itu. Aulia pun berteriak "Rain".

Keluar sosok yang pernah melindungi Aulia yang menyelamatkan dirinya dari kebakaran dari hutan peri. Wujud yang cantik layaknya peri pelindung hutan langsung menggunakan sihirnya untuk menghempaskan Melisa sampai membentur dinding dan pingsan. Setelah itu mengalah makluk yang menyeramkan yang mau membunuh Rain. Dengan sihirnya peri pelindung di buat makluk menyeramkan tersebut tidak bisa bergerak. Maka Rain selamat dari cengkeraman makluk yang mau membunuhnya.

Makluk yang menyeramkan tersebut menghilang karena Melisa sadar dari pingsannya dan langsung berlari dari gedung tersebut. Peri pelindung Aulia pun menghilang. Rain berusaha bangkit dari keadaannya di bantu Aulia.

Semenjak kejadian tersebut. Rain dan Aulia terus bekerja sama untuk mencari Melisa dan juga melindungi para warga dari serangan pasukan Dargo yang terus mengukuhkan kekuasaannya agar tidak ada berani melawan dirinya demi tujuannya menjadi pemimpin tertinggi dari kerajaan merah.

SINGA BETINA

Di dalam hutan belantara ada seorang singa betina bernama Rara. Pagi yang cerah sekali. Rara bangun pagi-pagi untuk belajar menyanyi untuk pertunjukkan musik di balai kota. Rara terus melatih dirinya sampai sadar ada yang kurang. Rara pun berangkat ke rumah Rani si gajah betina. Sampai di rumah Rani. Rara mengajak Rani untuk bergabung dalam band yang ingin di bentuknya agar saat Rara bernyanyi di iringi musik. Rara pun tahu kalau Rani pandai bermain gitar. Rani pun setuju dengan kerja sama dengan Rara. Mulai Rara berlatih menyanyi diiringi oleh Rani main gitar.

Latihan berlangsung baik. Tapi Rara merasa kurang, maka itu bersama Rani untuk ke rumah Ratih si jerapah betina. Selang berapa saat sampai di rumah Ratih. Saat itu Ratih sedang membaca buku. Rara pun dengan niatnya baik mengajak Ratih bergabung dalam band musiknya.

Ratih pun setuju dengan ajakan Rara untuk masuk dalam band musik. Rara pun tahu kalau Ratih pemain piano yang mahir banget.

Mulai latihan musiknya. Rara pun bernyanyi diiringi oleh Rani dengan alat musik gitar dan Ratih dengan alat musik piano. Latihan pun berjalan dengan baik. Tetap saja Rara merasa ada yang kurang. Maka itu Rara mengajak Rani dan Ratih untuk ke rumah Rina si zebra betina.

Di tengah jalan Rara dan kawan-kawan bertemu dengan Rilulu si monyet betina yang asik bermain bergelayutan di sulur yang terikat pada pohon yang besar. Rara pun punya ide untuk Rilulu masuk dalam bandnya. Rilulu senang dengan ajakan Rara untuk masuk dalam band musiknya. Rilulu pun melompat dengan penuh keriangan.

Rara pun tahu kalu Rilulu pandai dengan musik gendang pada akhirnya tepatlah mengajak Rilulu bagian dramer. Baru Rara mengajak kawan-kawannya ke rumah Rina.

Sampai di rumah Rina si zebra betina. Rara pun dan kawan-kawan mengajak Rina untuk masuk dalam musik band. Rina pun setuju. Rara pun sebenarnya tahu kalau Rina pandai memaikan gitar bas.

Maka jadilah band musik Rara dan kawan-kawan. Mulailah berlatih Rara dan kawan-kawan dengan penuh keseriusan. Sampai waktu tiba di mana pertunjukkan musik di adakan di balai kota.

Semua warga binatang sudah duduk di bangku penonton untuk menyaksikan pagelaran musik yang di adakan Walikota Mayer si Macan. Satu persatu pengisi acara sudah memberikan pertunjukkan yang baik ke penonton. Waktunya pun tiba grub band Rara di panggil oleh Walikota Mayer untuk memulai pertunjukkan musik yang akan di tampilkan ke penonton.

Rara dan kawan-kawan sudah bersiap di atas panggung. Rara pun mengambil bagian untuk memainkan alat musik gitar. Mulai pertunjukkan band musik Rara dan kawan-kawan dengan menyanyikan lagu yang di buat Rara dan kawan-kawan.

Penonton senang lagu yang di nyanyikan Rara dengan diiringi musik yang dimainkan  kawan-kawannya dan juga Rara karena menghidupkan suasana tambah spektakuler banget sampai bangun dari tempat duduk dan menepuk tangan, lalu di komando oleh Rara. Walikota Mayer pun ikutan juga. Dengan ending dari penampilan Rara dan kawan-kawan bagus banget pembawaan saat menyanyikan lagu dan iringi musik dari kawan-kawan Rara yang bagus banget.

Karena respon positif dari penonton dan juga Walikota Mayer menyuruh untuk menghibur para warga binatang lagi. Rara dan kawan-kawan melanjutkan pertunjukkan musik. Rara pun bernyanyi di ikuti penonton. Saat Rara memainkan gitarnya....semua para warga binatang terhanyut dengan kemahiran pemainan gitar Rara. Semua warga para binatang pun kembali bertepuk tangan.....tanda kagum.

Pertunjukkan musik di balai kota pun berakhir dengan baik. Semenjak itu Rara dan kawan-kawan terkenal banget.....menjadi idola baru yang dikagumi oleh banyak penggemar. Walikota Mayer pun membuat kontrak kerjasama untuk tur musiknya Rara dan kawan-kawan.

Tuesday, August 6, 2019

MENGHANCURKAN

Di daerah gurun pasir. Maru bersama Lilin dan Taho sedang menjalankan misi rahasia. Dengan susah payah melewati gurun pasir di tengah hari yang panas banget sampai dehidradasi.

Pasir mulai naik ketika Maru menginjaknya dengan kawan-kawan. Keluarlah seekor makluk Kumbang raksasa.

"Monster," teriak Maru, Lilin dan Taho bersamaan.

Ketiganya berusaha melarikan dari si Kumbang raksasa. Tapi Maru ingin mengalahkan Kumbang raksasa denga penuh keberanian. Dengan mencabut pedangnya Maru berbalik menyerang Kumbang raksasa.

Berkali-kali Maru menyerang Kumbang raksasa dengan pedangnya tidak mempan karena sangat keras kulitnya. Maru tepeleset pada pijakan kakinya dan hendak di hajar dengan kakinya Kumbang raksasa yang kuat.

Maru dalam keadaan sulit pun masih berusaha. Dateng dengan cepat menolong Maru dan menghindari serangan dari Kumbang raksasa. Lalu Sasuke mencaput pedangnya dan menebas Kumbang raksasa jadi dua.

Maru, Lilin dan Taho berlompatan karena selamat dari Kumbang raksasa yang mau memangsa mereka. Ketiganya berterima kasih kepada Sasuke senior Maru, Lilin dan Taho dari perguruan ninja tersembunyi.

Sasuke pun pergi meninggalkan Maru, Lilin dan Taho di gurun pasir begitu saja. Maru dan kawan-kawan melanjutkan perjalan melintasi gurun pasir. Hari berubah menjadi malam pun akhirnya sampai di kediaman kakek Josin di sebuah oases yang menyenangkan banget.

Maru dan kawan-kawan di sambut baik oleh kakek Josin di rumahnya. Segera Maru mengeluarkan sebuah gulungan rahasia dan di berikan pada kakek Josin.

Karena urusan sudah selesai. Maru beristirahat di rumah kakek Josin. Sedangkan kakek Josin di dalam kamarnya membuka gulungan rahasia lalu di gunakan teknik rahasia untuk mengeluarkan benda yang di kunci dalam mantra pengikat gulungan.

Keluarlah setumpuk komik kesukaan kakek Josin dan segera di bacanya. Maru dan kawan-kawan asik makan malam setelah mandi air hangat. Sambil memandangin malam bertabur bintang dan bulan purnama yang indah ke tiganya dan melupakan kejadian yang mematikan di gurun pasir yang bertemu dengan Kumbang raksasa.

SAHABAT

Dodo duduk di halaman belakang rumah sedang asik main game di Hp-nya. Tony yang selesai mengerjakan tugas kuliahnya, ya keluar dari kamarnya...