Pages

Wednesday, July 26, 2017

BEAR



Seekor Beruang berjalan ke tebing batu di hari yang cukup terik. Sesampai di tebing batu sang Beruang menjulurkan lidahnya menjilatin madu yang mengalir.

“Emmm enak sekali madu ini,” kata Beruang.

Dengan asiknya Beruang menikmati setiap tetesan madu yang mengalir.

“Seandainya saja sarang lebah di atas tebing itu jatuh kebawah,” gumaman sang Beruang.

Beruang terus saja menikmati madu tersebut sampai puas.

“Eeeeeekkkk,” suara sendawa Beruang.

Beruang pun pergi meninggalkan tebing batu menuju sarangnya. Dengan perlahan-lahan Beruang berjalan menuju sarangnya di pinggir sungai. Ketika menuju turunan yang cukup licin sang Beruang terjatuh terselandung oleh akar pohon yang menghalangi langkah Beruang. Tergelicirlah sang Beruang sampai masuk ke dalam sebuah lubang cukup dalam.

“Dasar sial,” kata sang Beruang.

Beruang berusaha untuk menguatkan dirinya dan berusaha keluar dari lubang yang cukup dalam.

“Eeehhh...... susah banget lagi,” kata Beruang yang mulai kesal.

Beruang terus saja berusaha sampai keluar dari lubang. Pada akhirnya usaha Beruang tidak sia-sia. Beruang berhasil keluar dari lubang.

“Saya berhasil...........,” kata Beruang.

Beruang pun mulai melangkah tiba-tiba seekor Kijang berlari cepat menghindari kejaran dari Harimau yang buas. Sang Beruang berusaha menghindar alur lari dari Kijang dan Harimau. Beruang pun mundur beberapa langkah. Lalu sang Beruang terjatuh kembali ke dalam lubang.

“Dasar sial.......hari ini,” kata Beruang.

Beruang berusaha bangun dari jatuhnya dan kembali berusaha untuk keluar dari lubang. Dengan kegigihannya Beruang berhasil keluar dari lubang. Segeralah Beruang melangkah menuju ke sarangnya.

“Saya harus berhati-hati dalam melangkah,” gerutu Beruang.

Beruang terus berjalan menuju sarangnya. Baru sampai di depan rumahnya sang Beruang terpeleset dan jatuh. Sang berusaha bangun dari jatuhnya dan mencari penyebab jatuhnya. Beruang menemukan kulit pisang menempel di kakinya.

“Dasar sial hari ini...........gara-gara monyet sialan seenaknya membuang kulit pisang di depan goa saya,” kata Beruang yang berteriak keras.

Para binatang mendengar teriakan dari amarah Beruang pada ketakutan dan bersembunyi. Termasuk monyet yang bikin ulah. Beruang pun meredam amarahnya kemudian membuang kulit pisang sejauh mungkin. Beruang pun masuk ke dalam   sarangnya. Para binatang yang melihat Beruang masuk ke dalam sarangnya, lalu segera kembali beraktivitas seperti biasanya. Beruang tidur di dalam goa yang luas dan nyaman.

COCKROACHES


Siang hari yang panas. Jatuhlah sebuah tomat merah dari kresek belanjaan. Tomat tersebut bergulir sampai masuk ke dalam sebuah lubang selokan yang cukup dalam. seekor Kecowa melihat tomat tergeletak begitu saja di dalam selokan yang gelap.

“Makan......enak.....cihuyyyyyyy,” teriak Kecowa kesenangan.

Kecowa berlari menghampiri tomat tersebut.  Di depan buah tomat sang Kecowa memandangi buah tersebut dengan terkagum-kagum.

“Wah......makan dari surga........,” kata Kecowa.

Sang Kecowa mulai meneteskan air liyurnya yang cukup deras.

“Waktunya makan..........,” kata Kecowa.

Kecowa mulai menggigitin buah tomat merah yang segar tersebut.

“Emmmmmm.....enak sekali......,” teriak Kecowa.

Kecowa terus memakan buah tomat tersebut. Dalam keasikan menikmati makan. kawan Kecowa pun dateng ikut menyantap bersama. Lalu terdengar suara bunyi yang cukup nyaring yang membuat terusik kawan Kecowa. Dengan sigap kawan Kecowa melihat seekor Tikus dateng ingin merampas buah tomat. Kawan  Kecoa mulai mengelindingin buah tomat tersebut dengan sekuat tenaga. Hal hasil Tikus menghadang jalan kawan Kecowa.

Tanpa pikir panjang kawan Kecowa mulai menyerang Tikus. Dengan penuh pertahanan yang kuat sang Tikus menghempas Kecowa satu persatu sampai terhempas jauh. Tapi Kecowa masih ngeyel dan terus menyerang Tikus dengan menyatukan kekuatan mengerang secara bersamaan. Tikus pun mulai kewalahan dengan kawanan Kecowa yang mengerubunginya dan sekaligus mengigitin sekujur tubuh si Tikus.

“Ahhhhhhhh....,” teriak Tikus.

Tikus yang mulai kewalahan menghadapi Kecowa mulai bertindak cepat untuk meninggalkan tempat tersebut dengan berlari  terbirit-birit.

“Hore........menang kalau kita semua berkerja sama untuk mengalahkan makluk yang lebih kuat dari kita semua,” kata Kecowa.

“Bener.......bener.....sekali,” jawab Kecowa yang lain bersama-sama.

Kawan Kecowa kembali mendatengin buah tomat merah yang segar yang tergeletak begitu saja, lalu mulai memakan bersama-sama untuk merayakan kemenangan mengalahkan Tikus.

SAHABAT

Dodo duduk di halaman belakang rumah sedang asik main game di Hp-nya. Tony yang selesai mengerjakan tugas kuliahnya, ya keluar dari kamarnya...