Pages

Thursday, September 5, 2019

WEWE GOMBEL

Bambang berangkat pagi-pagi sekali untuk jualan bakso tusuk. Dengan motor bututnya...Bambang menuju tempat ngetem pertama seperti biasa untuk melakukan jualannya. Di  pinggir jalan Bambang bersabar menunggu pembelinya anak SD.

Saat belum masuk kelas ada anak SD yang membeli jualan Bambang. Dengan senangnya Bambang melayanin pembelinya dengan baik. Lonceng pun berbunyi. Anak-anak SD pada masuk ke kelas untuk mendapatkan pendidikan dari gurunya.

Bambang bersyukur rezekinya lancar. Tidak seperti temannya Karto yang telat jualan cilok karena kesiangan dagangnya jadi tidak dapet pelaris jam pagi. Bambang pun pindah ke tempat lain dekat pasar untuk melakukan dagangannya.

Wal hasil baru nyampe....ada yang membeli jualannya. Hasil yang lumayan untuk usaha di jalanin Bambang. Ternyata ke temu dengan Karto lagi Bambang dan wal hasil pun sama dengan Bambang dapet hasil juga jualan ada yang membeli jualannya....nama juga rezeki bagi yang mau usaha dan sabar menjalankannya.

Waktu jam istirahat untuk anak SD. Bambang dan Karto segera cepat membawa motor sampai ke tempat tujuan. Baru dateng Bambang dan Karto di serbu oleh anak SD yang membeli jualannya. Hari yang baik buat Bambang dan Karto berhasil menjual hasil jualannya dengan baik.

Sampai waktunya anak SD untuk pulang karena sudah usai pendidikan yang di jalanin mereka semuanya. Tetap saja masih membeli jualan Bambang dan Karto. Baru deh Bambang meninggalkan tempat tersebut menjajakan jualan ke tempat lain.

Bambang pun tidak bertemu Karto lagi karena berjualan ke daerah lain untuk melakukan barang dagangan sampai habis. Bambang mondar-mandir dari satu tempat ke tempat lain sampai akhirnya jualannya habis juga. Bambang memutuskan untuk balik ke rumahnya karena hari pun mulai malam.

Saat melewati pohon beringin besar dan banyak cerita ada penunggunya. Bambang malah tidak percaya dengan cerita masyarakat tentang makluk penunggu pohon beringin jadi jojong aja lewat situ

Tiba-tiba motornya berhenti mendadak. Bambang mencoba memeriksa motornya kenapa bisa berhenti? Dengan sabar dan telitinya Bambang memperbaiki motornya. Akhirnya ketemu penyakitnya cuma businya mati. Bambang untung membawa cadangan busi jadi tinggal di ganti aja.

Motor pun hidup juga. Tiba-tiba motor tetap tidak bisa jalan juga kaya ada yang menahan. Bambang pun meriksanya dengan baik keadaan motornya dan lingkungan. Muncul makluk yang menyeramkan memegang motornya Bambang agar tidak jalan. Langsung langkah seribu Bambang meninggalkan motornya beserta alat-alat jualannya dan berteriak "Wewe Gombel".

Makluk yang di lihat Bambang makluk yang menyeramkam sekali karena buruk rupanya. Tapi karena ingat dengan jualan besok...jadi Bambang memberanikan diri untuk mengambil motornya. Ternyata Wewe Gombel tidak ada.

"Aman," kata Bambang.

Bambang pun membawa pulang motornya beserta alat-alat jualanya menuju pulang ke rumahnya. Setelah itu pergi ke mesjid untuk menenangkan dirinya agar tidak di ganggu oleh makluk halus seperti Wewe Gombel lagi.

DI ANTARA PENONTON

Langit yang cerah sekali dan malam yang tenang. Budi pergi ke acara konser musik dengan menggunakan motor. Eeee lupa tiket untuk nonton konser tersebut. Jadi Budi balik pulang ke rumah. Untung saja masih seperempat perjalan. Sampai di rumah Budi segera mengambil tiketnya di kamarnya.

Langsung bergerak menuju tempat konser. Singkat waktu sampai tempat. Pas waktunya untuk acara konser mau di mulai. Setelah motor di parkirkan Budi belari sekencang mungkin sampai ke pintu masuk.

Saat di depan pintu masuk. Budi menyerahkan tiket masuk ke pada penjaga konser musik. Setelah tiket di periksa oleh penjaga tiket maka Budi di bolehkan masuk. Dengan sabar Budi mencari tempat duduk di antara penonton.

Akhirnya dapet juga tempat duduk yang nyaman di antara penonton. Acara konser musik baru di mulai, tapi Budi mencium bau wangi bunga yang menyengat banget sampai bersin....untung di tutup pake sapu tangan jadi gak kena ke orang yang duduk di depan Budi.

Budi mulai mencari tahu bau wangi tersebut. Ternyata ada cewek di sebelah kiri Budi cantik banget. Awalnya Budi biasa-biasa aja, tapi lama-lama Budi merasa aneh banget.

Wanita di sebelah Budi berubah jadi makluk yang mengerikan sekejab mata. Kagetnya bukan kepalang Budi....menahan rasa takutnya. Eee malah beneran wanita yang duduk di sebelah Budi berubah total jadi makluk yang menyeramkan.

Di kirain Budi cuma satu, tapi sekeling Budi adalah setan semuanya. Budi pun segera keluar dari deretan bangku penonton dan setelah itu berlari keluar dari gedung pertunjukkan dengan berteriak "Setan".

Budi pun berada di luar gedung pertunjukkan dan merasa sudah aman banget tidak dekat dengan makluk yang menakutkan. Eee tahu-tahu ada di depan Budi dan berkata "Apa kamu nonton konser musik ini".

Dengan keadaan sangat takut banget menjawab "Iya".

"Berarti kita sama dong penggemar musik yang sama," kata makluk yang menyeramkan.

"Iya. Tapi masalahnya kamu...setan," teriak Budi dengan berlari kencang menjauh dari makluk yang menyeramkan di depannya.

"Setan. Emang. Aku setan. Selagi aku hidup aku suka nonton konser musik. Setelah mati pun aku masih...suka. Dasar manusia penakut!!!," katanya.

Setan pun menghilang. Budi membawa motornya di usahakan tenang sampai ke rumahnya dan melupakan hari yang sial bertemu roh penasaran alias setan.

SAHABAT

Dodo duduk di halaman belakang rumah sedang asik main game di Hp-nya. Tony yang selesai mengerjakan tugas kuliahnya, ya keluar dari kamarnya...