Pages

Tuesday, January 14, 2020

KELINCI

Kupu-kupu terbang ke sana ke sini menyambut pagi yang cerah. Kelinci melompat-lompat di padang rumput yang luas banget. Lina sedang duduk termangu melihat pelangi yang indah banget.

Kelinci pun melompat dan melompat ke tempat Lina duduk. Pandangan Lina pun teralihkan dari mengagumi melihat pelangi. Lina segera menggendong Kelinci kesayangannya.

"Sahabat baik ku," kata Lina.

Lina pun meninggalkan tempat tersebut, ya berjalan menuju rumahnya. Kupu-kupu mencelok di bunga yang mekar indah dan harum baunya.

"Enak juga hidup Kelinci itu di pelihara oleh anak manusia yang baik hatinya," kata Kupu-kupu.

Lina sampai di rumahnya. Kelinci di taruh di kandangnya. Ibu Lina pun menghampiri anaknya tersayang.

"Lina, kamu tadi dari mana?" tanya Ibu.

"Lina, tadi melihat pelangi yang indah di sana!" kata Lina sambil jari telunjuknya diarahkan ke tempat Lina duduk di pandang rumput yang luas banget.

"Pelangi toh. Lakukan apa pun yang Lina sukai, tapi jangan jauh-jauh mainnya?" kata Ibu.

"Iya, Ibu," kata Lina.

Ibu pun meninggalkan Lina, karena masih sibuk memasak di dapur. Lina pun mengambil wartel di dapur, ya langsung di berikan ke Kelinci kesayangannya.

"Kelinci makan yang banyak ya. Supaya kamu gemuk dan sehat!" kata Lina.

Kelinci makan wartel dengan lahap banget. Lina senang melihat Kelincinya. Kupu-kupu pun terbang ke sana ke sini untuk menikmati jalan hidupnya. Saat melihay Kupu-kupu betina, ya di kejarnya oleh Kupu-kupu.

Lina pun melihat dua Kupu-kupu di udara, ya seakan-akan menari di udara.

"Cantiknya Kupu-kupu itu," kata Lina.

Lina pun mulai menari sambil bernyanyi riang gitu. Dua Kupu-kupu melihat anak manusia yang menari dengan penuh kebahagian. Angin bertiup lembut sekali sampai menerbangkan bunga-bunga ke arah Lina.

"Cantiknya," pujian dua Kupu-kupu.

Kelinci yang sibuk makan wartel, ya tersekima oleh tarian yang di lakukan tuannya.

"Cantik seperti tuan putri," pujian Kelinci.

Lina terus menari dengan baik sampai selesai. Ibu melihat Lina yang menari, ya langsung bertepuk tangan dan berkata "Putri....Ibu pandai menari".

Lina tersipu malu karena di puji oleh Ibunya. Dengan segera Lina berlari kecil ke Ibunya dan memeluk Ibunya tersayang.

"Putri...Ibu...yang cantik dan baik," pujian Ibu.

"Ibu," saut Lina sambil menunduk malu.

Ibu dan Lina pun masuk rumah, karena Ibu telah selesai memasak di dapur, ya sudah di hidangkan di meja untuk makan siang gitu. Kelinci kembali makan wartel dengan lahapnya. Dua Kupu-kupu masih main kejar-kejaran di udara.

"Aku kenyang," kata Kelinci.

Kelinci pun santai sambil memandangin langit yang cerah gitu. Dua Kupu-kupu pun, ya kecapean terbang jadi mencelok di bunga untuk istirahat.

Monday, January 13, 2020

JAGO

"Aku adalah Jago," katanya dengan bangga.

Jogo berjalan dengan gagahnya, lalu melompat sambil mengepakkan sayapnya seakan-akan terbang gitu. Jago berdiri tegak di atap kandang.

"Pagi baik, Kukuruyuk," kata Jago dengan lantangnya.

Ayam betina beserta anak-anaknya keluar dari kandang untuk bermain dan mencari makan di pagi yang cerah. Jago melihat temannya si Bebek yang masih di dalam kandang, ya mendatanginya.

"Bebek ayo kita main di luar kandang, menyambut pagi yang cerah," kata Jago.

"Males, dingin," kata Bebek.

"Kok omongannya gitu. Kaya manusia aja, yang males bangun. Kaya lagu seperti ini 'Bangun tidur. Tidur lagi. Bangun..... Tidur lagi'. Gimana Bebek?" kata Jago.

"Bodok amat," kata Jago.

"Nanti rezeki mu di patok Ayam," kata Jago.

"Apa kamu bilang?" tanya Bebek.

"Rezeki mu di patok Ayam," kata Jago dengan tegas.

"Bukannya Ayam itu kamu, Jago," kata Bebek.

"Oh, iya.....ya. Aku...Ayam. Aku kirain aku ini manusia," kata Jago.

"Becanda aja pagi-pagi. Aku bangun. Tidak ingin...makluk pemalas," kata Bebek.

"Sip deh kalau mengerti," kata Jago.

Jago pun mulai berjalan ke sana ke sini menikmati pagi yang baik. Seekor Ular Cobra sedang mengintai anak Ayam. Jago melihat Ular Cobra tersebut dan segera menyerangnya Ular Cobra dengan gagahnya. Ya terjadi pertarungan yang sengit antara Ayam Jago dan Ular Cobra.

Ular Cobra dengan bisa yang membuat takut makluk apapun?Ya termasuk Jago. Tapi demi melindungi keturunannya dihadapinya si Ular Cobra. Untung menang sih Jago melawan Ular Cobra. Ya jadinya Ular Cobra di patokin sama Jago sampe mati gitu.

"Aku pemenangnya. Aku hebat. Kukuruyuk," kata Jago dengan bangga.

Bebek berjalan mendekati Jago.

"Hebat kamu Jago mengalahkan Ular Cobra!" pujian Bebek.

"Aku gitu!!!!!," kata Jago dengan bangganya.

"Sudahlah aku mau berenang. Mau ikut gak Jago," kata Bebek.

"Ngeledek ya....!!!!" kata Jago.

"Oh iya, aku lupa. Kamu tidak bisa berenang sih. Hebat sih mengalahkan Ular Cobra, kalau gak bisa berenang sih. Ya....sudahlah...gak perlu di bahas lagi," kata Bebek.

"Dasar Bebek," kata Jago.

Bebek meninggalkan Jago begitu saja, ya segera berenang di kolam gitu. Jago ya biasa mengawasin Ayam betina dengan anak-anaknya. Boby pemilik peternakan dari tadi sudah menyiapkan makanan. Lalu makan di taruh di tempat makan gitu. Ayam betina dan anak-anaknya segera ke tempat makan gitu, untuk makan. Jago juga ikutan juga makan. Bebek yang baru berenang langsung segera menuju tempat makannya.

Boby yang telah memberikan makan Ayam dan Bebek yang dipeliharanya dengan baik, ya segera mengerjakan yang lain gitu di hari yang cerah dan baik.

"Aku suka makan ini. Kukuruyuk," kata Jago.

"Aku juga. Tuan kita baik. Tapi kenapa selalu memberikan makan kita terlalu pagi....ya?" kata Bebek.

"Biasalah urusan manusia repot menggapai mimpi menjadi orang sukses," kata Jago yang sok tahu.

"Untuk jadi sukses di kalangan manusia harus pagi-pagi mengatur urusan semua urusan, ya repot juga," kata Bebek.

"Ya......begitulah. Urusan manusia. Beda dengan kehidupan kita. Bangun tidur, terus makan dan makan udah itu tidur," kata Jago.

"Kalau gitu mah. Lebih baik aku berenang lagi. Aku sudah kenyang," kata Bebek.

"Iya, terserah kamu," saut Ayam yang masik asik makan gitu.

Bebek berenang di kolam dengan riang gembira. Ya di kolam sih ada Katak gitu yang sedang asik berenang gitu, ya nikmatin hidup. Ayam kenyang juga, ya langsung melompat sambil mengepakan sayapnya dan mencelok di pagar rumah.

"Aku.....senang sekali di hari yang baik ini. Kukuruyuk," kata Jago.

Jago terus bertengger di atas pagar sambil mengawasi Ayam betina dengan anak-anaknya.

ADA KUCING

Seorang pemuda membawa motornya sangat ngebut sekali. Kucing menyebrang di jalan raya. Pemuda melihat Kucing menyebrang, ya sontak mengeremlah agar tidak menabrak Kucing.

"Meong, meong....artinya aku selamet," kata Kucing.

Kucing terus berjalan dengan berlari, karena pemuda berkata "Hus" tanda untuk mengusir si Kucing dari jalan raya. Pemuda segera menggegas motornya dan membawa motornya dengan kecepatan rata-rata.

Kucing masih berjalan di tortoar. Udara makin dingin banget, ya ada kabut gitu. Sesosok makluk gentayangan muncul gitu. Kucing melihat sosok hantu penasaran yang ingin godain tukang penjual nasi goreng keliling.

Kucing berlari dengan cepat sekali menuju penjual nasi goreng, yang berhenti karena capek mendorong gerobaknya. 

"Meong," kata Kucing.

Hantu penasaran pun menghilang karena ada Kucing, ya gak jadi godain penjual nasi goreng. Kucing mengelus-mengelus badannya ke kakinya tukang nasi goreng.

"Kucing manis," kata penjual nasi goreng.

"Meong-meong," kata Kucing.

"Jangan kamu lapar ya...Kucing," kata penjual nasi goreng.

"Meong....meong," kata Kucing.

Penjual nasi goreng memberikan nasi dan kerupuk untuk Kucing, ya segera di makan Kucing dengan lahapnya karena memang lapar sih....maklum hidup bebas tanpa tujuan. 

Mobil pun berhenti dekat gerobak penjual nasi goreng. Keluarlah dari mobil pemuda dan pemudi untuk beli nasi goreng dua porsi. Dalam hati penjual nasi goreng berkata "Rezeki ini, berkat berbagi rezeki sama Kucing".

Dengan cekatan penjual nasi goreng melayanin pembelinya. Eee baru selesai membuat dua porsi nasi goreng....ada yang memesan sih, ya pemuda yang membawa mobil gitu...malahan meminta 5 porsi di bungkus. Dalam hati penjual nasi goreng berkata "Bener rezeki, karena membagi rezeki sama Kucing. Mancing rezeki aku. Bener omongan Paman. Kalau memberikan makan Kucing, maka Kucing itu doa...in aku".

Penjual nasi goreng dengan lihainya menyiapkan pesan pembelinya. Kucing pun selesai makan, ya meninggalkan penjual nasi goreng yang laris manis gitu dengan dagangannya karena banyak pembeli yang ingin membeli nasi gorengnya.

Kucing terus berjalan dan berjalan sampai masuk ke dalam mobil mikrolet yang lagi mogok. Kucing pun tidur di tempat duduk. 

"Mobil selesai aku perbaiki," kata sopir mikrolet.

Sopir masuk ke mobilnya, ya segera di bawa mobil dengan baik sampai di rumahnya. Kucing gak bisa tidur sih, karena mobil jalan sih. Sampai di rumah sopir mikrolet. Mobil sudah diparkirkan dengan baik di depan rumah. Kucing keluar dari mikrolet.

Sopir pun kaget melihat Kucing yang keluar dari mobilnya....sampai berkata "Sejak kapan Kucing di dalam mikrolet?".

Kucing terus berjalan meninggalkan mobil mikrolet, sopir mikrolet tidak peduli dengan Kucing lebih baik masuk rumah untuk istirahat. Kucing sampai di pos kambling, ada hantu penasaran yang mau gangguin hansip yang menjaga lingkungan, ya bersama dua orang warga yang dapet jatah jaga malem gitu.

"Meong," kata Kucing.

Hantu penasaran pun menghilang karena ada Kucing, ya gak jadi di gangu hansip dan dua orang warga yang duduk di pos kambling. Kucing naik ke gardu pos kambling, ya langsung tidur gitu. Ya hansip dan dua orang warga, membiarkan Kucing di gardu pos kambling dan segera berkeliling lingkungan gitu.

Saturday, January 11, 2020

KUPU-KUPU

Kupu-kupu terbang kian kemari seperti biasanya di hari cerah sekali. Rasa letih pun datang pada Kupu-kupu, ya ia pun mencelok pada bunga angrek yang bagus banget di rawat oleh manusia yang menyukai bunga angrek tersebut.

Kupu-kupu, melihat anak-anak manusia bermain dengan gembira seusai sekolah. Keriangan anak-anak manusia membuat suasana lebih hidup lagi. Para orang tua tetap mengawasi anak-anaknya, walau masih sibuk dengan urusan pekerjaan di rumah sampai pekerjaan apa pun yang terpenting untuk menyambung hidup.

Kupu-kupu terbang kembali dari bunga angrek, karena rasa letihnya hilang. Terbang kesana kesini menikmati hidup ini. Sampai langit pun menjadi mendung dan segera hujan. Kupu-kupu segera mencelok di pohon mangga yang rimbun. Dengan sabar Kupu-kupu di situ sampai hujan reda.

Di aliran parit yang cukup deras ada beberapa Kodok yang sedang berenang, karena senang hari hujan. Tikus yang tinggalnya dekat selokan, ya kebajiran saat hujan sampai rongga tanah yang di buat tikus penuh air. Ya Tikus segera berlari cepat sekali dan sambil berkata "Banjir".

Kupu-kupu tertawa dengan ulahnya Tikus yang membuat sarang dekat selokan dan berakhir sarangnya penuh air, lalu Kupu-kupu berceloteh "Bodoh di piara. Pinter yang piara. Hidup selamet, tidak tertimpa musibah banjir".

Hujan makin lebat sekali sampai-sampai angin bertiup kencang sekali dan merobohkan pohon, ya jatuh di jalan. Ada mobil yang melintas di jalan tersebut, jadinya muter balik lewat jalan yang lain. Warga sekitar ya segera membereskan pohon yang tumbang di jalan, walau hari masih hujan banget.

Kupu-kupu terus melihat ulah para manusia yang membenahi jalanan dengan cepat. Kesabaran pun membuahkan hasil hujan pun berhenti juga. Jalan yang terhalangi pohon tumbang pun, sekarang bisa di lewati lagi. Kupu-kupu terbang lagi, karena hari cerah lagi.

Terlihat semua makluk hidup pada basa semua karena hujan. Kupu-kupu terus terbang ke sana ke sini sampai akhirnya mencelok lagi di kembang melati, yang baunya wangi banget. Kupu-kupu istirahat di situ. Ular cobra yang masih kecil berjalan di bawah kembang melati, ya biasa mencari mangsanya Tikus. Kadal pun naik pohon pohon melandingan. Kepik pun terbang, karena ada Kadal yang naik pohon melandingan.

Kupu-kupu, segera terbang lagi. Tak sengaja terkena jebakan dari jaring Laba-laba. Ya Laba-laba pun bergerak cepat untuk segera menangkap Kupu-kupu, yang masih berusaha lepas dari jaringnya. Air hujan yang di daun yang besar akhirnya jatuh di tiup angin dan langsung mengenai Kupu-kupu yang terjebak jaring.

Kupu-kupu terlepas dari jaring dan hendak jatuh ke tanah. Dengan usaha yang kuat, Kupu-kupu kembali terbang lagi dan terus terbang menuju sebuah pohon jambu yang rimbun untuk beristirahat, hari pun menjelang malam pula.

Friday, January 10, 2020

KUCING

Kucing berlari dengan cepat sekali mengejar Tikus sampai masuk ke dalam gedung. Di dalam gedung penuh dengan manusia yang berbaju merah. Kucing melupakan Tikus yang ia kejar dan berusaha menjauh dari para manusia. Tikus masuk terus masuk ke dalam sampai ekornya di injak oleh wanita.

"Ciiiiit," teriak Tikus kesakitan.

Wanita merasakan sesuatu di kakinya, menggeliat gitu. Di lihat seksama oleh wanita tersebut.

"Tikus......," teriak wanita yang ketakutan.

Semua manusia yang geli dengan Tikus menghindarinya, sedang yang berani dengan Tikus, ya mau membunuh Tikus dengan menginjak injaknya. Tikus bisa menghindari serangan para manusia tersebut dengan masuk lubang yang ada di bawah panggung.

Kucing yang dari tadi berusaha menghindari manusia, ya lebih baik keluar dari gedung dengan berlari cepat.

"Lebih baik di luar gedung dari di dalem banyak manusia yang pake baju merah berlambangkan banteng, nanti ngamuk," kata Kucing.

Kucing berjalan dan berjalan lagi. Sampai mencium bau yang enak gitu, ya Kucing segera berlari ke tempat bau yang enak. Terlihat dengan jelas Kucing restoran dengan ciri khasnya lampion berwarna merah.

Kucing pun dengan berjalan pelan-pelan menghindari langkah manusia ke sana ke sini demi mencium bau yang enak. Sampai di dapur, ada sih bekas makan gitu. Kucing mau menikmati makan tersebut, tetapi sudah ada Anjing di situ.

"Wah kalau nekat, aku mati," kata Kucing.

Kucing pun mengurungkan niatnya untuk tidak mendekati makan yang di jaga Anjing. 

"Restoran cina, ya pasti ada Anjing," kata Kucing.

Kucing pun berjalan dan berjalan gitu. Kucing melihat anak kecil yang sedang makan gitu, ya Kucing mendekati anak kecil tersebut dengan cara mengelus diri kucing ke kaki anak kecil.

Anak kecil kegelian dan menjatuhkan makannya di tangannya. Ya Kucing segera memakan makan tersebut, ya roti sih. Anak kecil tersebut mau mengambil makannya yang di makan Kucing, tapi sang Ibu melarang anak kecil itu mengambil makan yang sudah jatuh ke tanah. Ibunya anak tersebut membawa anaknya menjauh dari Kucing dan di berikan makan yang baru, ya sang anak senang makan rotinya.

Kucing senang dapet makan yang enak dari anak kecil yang menjatuhkan makannya. Setelah itu Kucing meninggalkan tempat tersebut menuju sebuah tempat yang penuh dengan anak-anak remaja yang sedang main game PS 4. Kucing mendekati pemiliknya seperti biasanya.

"Kucing dari mana saja kamu?" kata Boby.

"Meong," kata Kucing.

"Oh.....main sekitar sini," kata Boby.

"Meong....meong," kata Kucing.

"Aku punya kepala ikan nih," kata Boby.

Boby pun memberikan kepala ikan ke Kucing, yang biasa kalau makan nasi bungkus pake ikan lele, ya kepalanya gak di makan. Kucing segera makan kepala ikan lele dengan lahapnya. Boby ya kembali urusannya. Kucing terus makan kepala ikan sampai habis, ya akhirnya kenyang.

Kucing mencari tempat untuk tiduran gitu, ya di sebuah sofa buruk yang tidak terpakai lagi di taruh di belakang rumah. Saat Kucing mau tidur, eeee ada anak Kucing yang mau tidur di situ. 

Kucing jadi males tidur di sofa buruk tersebut, ya jadinya berjalan dan berjalan mencari tempat yang sepi di dan tenang. Kucing naik di tumpukan koran bekas, ya segera tiduran di situ dengan tenang.

SAHABAT

Dodo duduk di halaman belakang rumah sedang asik main game di Hp-nya. Tony yang selesai mengerjakan tugas kuliahnya, ya keluar dari kamarnya...