Pages

Wednesday, August 28, 2019

KUNTILANAK

Seusai main di rumah Tono.....ya si Beni segera pulang ke rumahnya. Padahal hari sudah malem banget. Dengan santai Beni berjalan sendirian dengan suasana yang sepi banget.

Sampai ketika Beni kebelet pipis. Berusaha Beni menahan agar tidak pipis di jalan. Dengan berjalan cepat agar sampai ke rumah. Eeee ternyata gak bisa di tahan juga. Beni pun memutuskan untuk pipis di jalan.

Jadi Beni mencari tempat untuk buang air kecil. Terlihat oleh mata Beni pohon yang besar dan memutuskan untuk pipis di belakang pohon besar tersebut. Saat mau pipis....Beni tak lupa mengucap "Permisi....aku numpang pipis".

Baru deh pipis Beni. Kuntilanak di atas pohon pun melihat ulah Beni dari tadi. Bau pesingnya.....pipisnya Beni menyengat sampai menusuk hidung kuntilanak.

"Bau....jengkol," kata Kuntilanak bicara dari atas pohon.

Beni mendengarnya dan berkata "Iya".

Beni pun mulai sadar setelah selesai pipis.

"Tadi kayanya ada yang bilang bau jengkol?" kata Beni.
Kuntilanak menjawab "Aku. Hihihihi".

Beni melihat Kuntilanak di atas pohon besar langsung lari tunggang langgang dengan berteriak keras "Setan".

Kuntilanak pun meninggalkan pohon besar dengan terbang dan menghilang. Beni pun sampai di rumah dengan keringet bercucuran dan berusaha menenangkan diri setelah ketemu dengan Kuntilanak dengan banyak doa perlindungan....baru deh istirahat di kamar.

Esok hari Beni bercerita dengan Tono tentang dirinya bertemu dengan Kuntilanak. Tono tidak percaya cerita Beni sebelum melihat sendiri. Maka itu Tono melanjutkan pekerjaannya berkebunnya. Beni pun melupakan kejadian dirinya bertemu Kuntilanak dan lebih baik fokus kerjaan berkebunnya.

JALANGKUNG

Beni membuat sebuah mainan kuno yang kaitannya dengan mistis. Setelah jadi mainan tersebut mengajak 2 teman baik Beni....Teguh dan Andi untuk bermain bersama untuk membuktikan permainan kuno tersebut beneran atau tidak.

Ketiganya adu nyali untuk bermain di sebuah kuburan. Malam yang dingin banget dan sunyi. Beni memulai membaca mantra mainan Jalangkungnya "Jalangkung di sini ada pesta datang di undang pulang gak di antar".

Berkali-kali membaca mantra permainan Jelangkung tetap tidak ada hasil. Beni dan kawan-kawan untuk memutuskan pulang apalagi dari tadi Teguh dan Andi menahan rasa takutnya....berani main di kawasan kuburan malem-malem.

Suasana jadi berkabut. Muncul roh-roh gentayangan melingkari Beni, Teguh dan Andi.

"Beneran mainan Jelangkung ini manggil roh penasaran," kata Beni.

Beni menancapkan mainan Jalangkung ke tanah. Langsung berlari meninggalkan kuburan dan berteriak keras "Setan".

Teguh pun mengikuti Beni dari belakang dan berteriak "Setan".

Begitu juga dengan Andi berteriak "Setan".

Salah satu roh gentayangan alias pemimpinnya berkata "Anak zaman sekarang...masih ingin mainan manggil kami semua....giliran di datengin....kabur ketakutan. Ya...sudah kembali kalian ke alam kalian!"

Semua roh gentayangan menghilang. Salah satu roh anak kecil mengambil mainan Jalangkung yang tertancap di tanah baru deh menghilang. 


Beni, Teguh dan Andi berhenti berlari di dekat pos kambling. Ketiganya memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing dan juga mereka telah kapok main Jalangkung.....karena beneran muncul roh gentayangan yang banyak banget di kuburan.

GUNDURUWO

Seorang seles muda bernama Wati pulang kerja. Hari memang malem. Wati pun berjalan dengan melewati jalan menuju rumahnya seperti biasanya. Tapi saat persimpangan jalan ada sebuah tulisan berwarna merah kaya darah "Jangan lewat sini".

Wati tidak menggubris peringatan tersebut jadi jojong lewat aja. Sambil berjalan Wati dapet telpon pacarnya jadi ngocehlah lewat Hp. Wati tidak sadar di ikuti makluk di belakangnya. Saat hubungan telponan selesai.

Wati mendengar suara "Mbak....mbak".

Wati jengkel mendengar omongan orang yang memanggil dirinya dari belakang. Dengan mimik marah untuk memarahi orang yang memanggilnya.

Saat berbalik badan. Wati melihat makluk yang sangat menyeramkan di hadapannya
"Baaa..kikuk," kata makluk tersebut.

Wati langsung berteriak tanda ketakutan "Haaaaaaa".

Wati pun berbalik arah untuk berlari secepat mungkin meninggal makluk yang menyeramkan sambil berteriak "Gunduruwo".

Makluk yang menyeramkan berkata "Kok...cewek itu...tahu nama aku Gunduruwo. Jadi aku terkenal juga".

Sang Gunduruwo langsung menghilang. Wati sampai di rumahnya. Baru mau masuk rumah saat pintu di bukakan Ayahnya. Wati langsung pingsan. Ayahnya khawatir dengan anak gadisnya di bopong masuk rumah dan di tidurkan kasur di kamar Wati. Ibu Wati khwatir juga dengan keadaan Wati.

Di tungguin oleh Ayah dan Ibunya....akhirnya Wati sadar. Baru orang tua nanya in kenapa Wati sampai pingsan di depan rumah. Wati pun bercerita bertemu dengan setan Gunduruwo. Ayah dan Ibu Wati membimbing anaknya untuk banyak-banyak doa perlindungan agar di jauhi dari roh jahat yang kerjaannya mengganggu manusia.

SETAN

Seusai dari main di rumah Manta segera Heru pulang ke rumahnya. Seperti biasa berjalan santai melewati pinggiran toko pinggir jalan Saat mau menyeberang mobil ramai banget jadi Heru berjalan lebih jauh lagi untuk menggunakan jembatan penyeberangan.

Sampai atas jembatan. Heru berhenti dan melihat kota penuh dengan kegiatan manusia dengan urusan mereka masing-masing. Heru berjalan lagi menurunin jembatan. Terus melangkahkan kaki Heru sampai tujuan pulang ke rumah.

Sampai di kuburan kuno. Heru tidak ingin melewati kuburan tersebut, tapi kalau memotong jalan sampai di rumah. Heru memberanikan diri masuk kuburan kuno sambil berkata "Aku permisi lewat sini!".

Heru terus berhati-hati dalam melangkahkan kakinya. Walau buku kuduk sudah berdiri dan perasaan takut muncul dalam diri Heru. Terdengar suara memanggil Heru "Nak kok lewat sini?".

Heru langsung mematung mendengar suara tersebut dengan keringat dingin mencoba melihat ke belakang. Ternyata Heru melihat roh nenek-nenek. Tampa pikir panjang lagi langsung Heru langkah seribu sambil berteriak "Setan".

Roh nenek pun berkata "Anak sekarang nyalinya...cuma segitu toh lewat kuburan...ini".

Heru terus berlari dan berlari sampai di rumah langsung masuk kamar dan menutup dirinya pake selimut di kasur karena ketakutan bertemu roh penasaran. Akhirnya waktu menidurkan Heru. Esok paginya Heru seperti biasa menjalankan aktivitasnya ke sekolah.

Sampai di sekolah. Heru bercerita dengan teman-temannya tentang roh penasaran yang di temuinya kemarin malam. Tetap teman-temannya tidak percaya dengan cerita Heru. Tiba-tiba terdengar suara yang di kenal saat Heru di kuburan "Nak...lagi ngomongin nenek ya!".

Heru pun mematung dan keringet dingin bercucuran. Teman-temannya khawatir kalau Heru sakit. Saat Heru membalikkan tubuh untuk melihat ke belakang. Ternyata roh penasaran yang di lihat Heru di kuburan.

"Setan," teriak Heru.

Heru pun keluar dari kelas karena ketakutan dan memutuskan pulang ke rumah. Teman-teman Heru pun melihat juga dan berkata "Setan".

Kelas langsung sepi yang tertinggal hanya roh penasaran nenek-nenek dan berkata "Anak zaman sekarang sukanya ngomongin aku. Jika di datengin pada kabur semuanya. 
Hi...hi...hi".

Roh penasaran pun menghilang. Guru yang mau mengajar saat masuk kelas tidak ada murid untuk di ajar.

"Kemana murid-murid ini. Jangan-jangan bolos satu kelas. Dasar anak sekarang susah di atur," kata sang guru.

Guru pun meninggalkan kelas yang kosong gak ada murid yang di ajar dan kembali ke ruang guru.

Tuesday, August 13, 2019

PENOLONG

Seorang anak kecil di kejar-kejar oleh monster Babon sampai jatuh ke tanah karena terselandung batu saat berlari. Anak kecil tersebut ketakutan sekali berusaha untuk menjauh dari monster Babon. Tetap saja Monster Babon ingin memukul anak kecil tersebut dengan kepalan tangan kanannya.

Anak kecil tidak bisa menghentikan serangan monster Babon dan berteriak "Tidak".

Teman anak kecil tersebut berlari cepat dan langsung menggigit bajunya anak kecil dan melompat dengan cepat untuk menghindari serangan pukulan monster Babon. Tinju Babon menghatam tanah.

Anak kecil selamat dari serangan monster Babon. Teman anak kecil seekor monster Kelinci membawanya ke tempat yang aman di balik semak-semak.

"Terimakasih.....Shiro," kata anak kecil.

"Emmm," kata Shiro sambil menganggukkan kepalanya.

Monster Babon mencari anak kecil tersebut dan mengetahui bersembunyi di balik semak-semak. Monster kelinci berlari untuk mengalihkan perhatian jadi monster Babon mengejarnya. Sampai terpojok si monster Kelinci oleh monster Babon.

Pertarungan pun terjadi antara monster Babon dan monster Kelinci. Sampai akhirnya monster kelinci kalah dan tidak bisa bangun lagi karena tergeletak di tanah dengan penuh luka dari serangan pukulan monster Babon.

Anak kecil pun melihat temannya si monster Kelinci terluka parah akibat serangan monster Babon. Berusahalah anak kecil untuk menjauh dari tempat tersebut dengan bergerak sembunyi-sembunyi. Tetap ketahuan oleh monster Babon.

Langsung di kejar oleh monster Babon.....si anak kecil sampai terpojok. Anak kecil tidak bisa berlari lagi. Monster Babon ingin meninju anak kecil. Saat itu ada pemuda yang berkelana dengan membawa pedang di sandangnya di pinggang. Melihat dan mendengar ada yang kesusahaan segera dengan bergerak cepat menyelamatkan anak kecil tersebut dari serangan monster Babon yang ingin meninju ke arah anak kecil dengan kekuatan penuh.

Lagi-lagi serangan monster Babon meninju tanah. Anak kecil selamat dari serangan monster Babon.

"Terimakasih," kata anak kecil.

"Iya," jawab pemuda.

Pemuda yang berani tersebut mulai menghadapi si monster Babon tersebut dengan menantangnya bertarung. Monster Babon mulai menyerang dengan tinjuan membabi buta ke arah pemuda. Dengan santai pemuda tersebut menghindarinya serangan tinjuan beruntun dari monster Babon.

Lalu pedangnya di gunakan dengan cepat menebas dada monster Babon dan segera kembali ke sarungnya lagi.

"Cepat sekali....serangannya," kata anak kecil melihat tebasan pedang pemuda ke monster Babon.

Monster Babon tergeletak di tanah dengan darah mengalir deras dari dadanya yang terluka akibat tebasan sang pemuda.

"Ternyata kemampuan kamu....sebatas itu. Dasar monyet bertubuh....besar...tak berotak," celoteh pemuda.

Pemuda pun menghampiri anak kecil yang di tolongnya. Lalu membawalah sang pemuda si monster Kelinci yang tidak berdaya dengan membopongnya. Sampai di kediaman anak kecil baru si monster Kelinci di obatin anak kecil.

Pemuda tersebut di jamu dengan makan dan minuman buatan anak kecil yang di tolongnya. Sekalian anak keci dan pemuda tersebut berkenalan. Pemuda yang anak kecil baru tahu yang di tolongnya bernama "Haruko".

Sedangkan Haruko sendiri baru.....orang yang menolongnya bernama "Zorro".

Semenjak itu Haruko dan Zorro berteman baik. Dan Haruko pun menjelaskan kenapa dirinya di kejar oleh monster Babon? Zoro baru mengerti bahwa monster Babon di perintahkan pemiliknya si penjahat Morgan untuk menangkap anak kecil....cewek lagi...tujuannya untuk didik menjadi pelayan di kerajaannya yang di bangun di wilayah ini. Zorro pun ingin melindungi Haruko demi membebaskan belenggu kejahatan yang merajalela.

Semenjak itu Zorro selalu bersama Haruko untuk melindunginya. Pertarungan memang tidak terelakkan melawan anak buah dari Morgan. Zorro tetap optimis untuk membela yang lemah dan menghancurkan kejahatan. Satu persatu anak buah Morgan hancur dan binasa....dengan tebasan yang cepat dari Zorro.

Sampai pertarungan yang tidak terelakkan lagi. Zorro menghadapi Morgan. Tapi ternyata pertarungan sia-sia saja. Morgan hanya mental tempe saja cuma punya kekuasaan saja dapat membayar jago-jago silat sampe memelihara binatang buas untuk melindunginya.

Morgan pun kalah dengan satu pukulan di wajah sampai tersungkur di lantai. Setelah itu Zorro mengambil alih istananya Morgan. Haruko membebaskan orang-orang yang jadi budak Morgan.

Naruko pun membalik keadaan juga pada Morgan di jadikan budak untuk membayar segala kesalahannya kepada semua orang yang ia paksa jadi budaknya. Zorro pun menikmati hidupnya dengan baik di istana....layaknya seorang pemimpin pada hal awalnya hanya petualang yang miskin.

Waktu pun berjalan dengan semestinya. Haruko beranjak dewasa...menjadi gadis yang cantik. Pada akhirnya...kisah cinta pun terjadi juga antara Zorro dan Haruko. Padahal sebenarnya Zorro tidak ingin menikahi Haruko....karena sudah jadi teman baiknya.

Tapi waktu memang berkata lain jika anak kecil....sudah jadi dewasa. Zorro pun luluh dengan pesona kecantikan Haruko. Ya...akhirnya dinikahinlah....Haruko oleh Zorro.

Semenjak itu. Zorro membangun kerajaannya dengan penuh keadilan bersama Haruko....anak kecil yang di tolongnya menjadi dewasa karena waktu yang menunjukkan kebenaran dan sekarang jadi istri yang sah.

SAHABAT

Dodo duduk di halaman belakang rumah sedang asik main game di Hp-nya. Tony yang selesai mengerjakan tugas kuliahnya, ya keluar dari kamarnya...