Pages

Tuesday, August 13, 2019

PENOLONG

Seorang anak kecil di kejar-kejar oleh monster Babon sampai jatuh ke tanah karena terselandung batu saat berlari. Anak kecil tersebut ketakutan sekali berusaha untuk menjauh dari monster Babon. Tetap saja Monster Babon ingin memukul anak kecil tersebut dengan kepalan tangan kanannya.

Anak kecil tidak bisa menghentikan serangan monster Babon dan berteriak "Tidak".

Teman anak kecil tersebut berlari cepat dan langsung menggigit bajunya anak kecil dan melompat dengan cepat untuk menghindari serangan pukulan monster Babon. Tinju Babon menghatam tanah.

Anak kecil selamat dari serangan monster Babon. Teman anak kecil seekor monster Kelinci membawanya ke tempat yang aman di balik semak-semak.

"Terimakasih.....Shiro," kata anak kecil.

"Emmm," kata Shiro sambil menganggukkan kepalanya.

Monster Babon mencari anak kecil tersebut dan mengetahui bersembunyi di balik semak-semak. Monster kelinci berlari untuk mengalihkan perhatian jadi monster Babon mengejarnya. Sampai terpojok si monster Kelinci oleh monster Babon.

Pertarungan pun terjadi antara monster Babon dan monster Kelinci. Sampai akhirnya monster kelinci kalah dan tidak bisa bangun lagi karena tergeletak di tanah dengan penuh luka dari serangan pukulan monster Babon.

Anak kecil pun melihat temannya si monster Kelinci terluka parah akibat serangan monster Babon. Berusahalah anak kecil untuk menjauh dari tempat tersebut dengan bergerak sembunyi-sembunyi. Tetap ketahuan oleh monster Babon.

Langsung di kejar oleh monster Babon.....si anak kecil sampai terpojok. Anak kecil tidak bisa berlari lagi. Monster Babon ingin meninju anak kecil. Saat itu ada pemuda yang berkelana dengan membawa pedang di sandangnya di pinggang. Melihat dan mendengar ada yang kesusahaan segera dengan bergerak cepat menyelamatkan anak kecil tersebut dari serangan monster Babon yang ingin meninju ke arah anak kecil dengan kekuatan penuh.

Lagi-lagi serangan monster Babon meninju tanah. Anak kecil selamat dari serangan monster Babon.

"Terimakasih," kata anak kecil.

"Iya," jawab pemuda.

Pemuda yang berani tersebut mulai menghadapi si monster Babon tersebut dengan menantangnya bertarung. Monster Babon mulai menyerang dengan tinjuan membabi buta ke arah pemuda. Dengan santai pemuda tersebut menghindarinya serangan tinjuan beruntun dari monster Babon.

Lalu pedangnya di gunakan dengan cepat menebas dada monster Babon dan segera kembali ke sarungnya lagi.

"Cepat sekali....serangannya," kata anak kecil melihat tebasan pedang pemuda ke monster Babon.

Monster Babon tergeletak di tanah dengan darah mengalir deras dari dadanya yang terluka akibat tebasan sang pemuda.

"Ternyata kemampuan kamu....sebatas itu. Dasar monyet bertubuh....besar...tak berotak," celoteh pemuda.

Pemuda pun menghampiri anak kecil yang di tolongnya. Lalu membawalah sang pemuda si monster Kelinci yang tidak berdaya dengan membopongnya. Sampai di kediaman anak kecil baru si monster Kelinci di obatin anak kecil.

Pemuda tersebut di jamu dengan makan dan minuman buatan anak kecil yang di tolongnya. Sekalian anak keci dan pemuda tersebut berkenalan. Pemuda yang anak kecil baru tahu yang di tolongnya bernama "Haruko".

Sedangkan Haruko sendiri baru.....orang yang menolongnya bernama "Zorro".

Semenjak itu Haruko dan Zorro berteman baik. Dan Haruko pun menjelaskan kenapa dirinya di kejar oleh monster Babon? Zoro baru mengerti bahwa monster Babon di perintahkan pemiliknya si penjahat Morgan untuk menangkap anak kecil....cewek lagi...tujuannya untuk didik menjadi pelayan di kerajaannya yang di bangun di wilayah ini. Zorro pun ingin melindungi Haruko demi membebaskan belenggu kejahatan yang merajalela.

Semenjak itu Zorro selalu bersama Haruko untuk melindunginya. Pertarungan memang tidak terelakkan melawan anak buah dari Morgan. Zorro tetap optimis untuk membela yang lemah dan menghancurkan kejahatan. Satu persatu anak buah Morgan hancur dan binasa....dengan tebasan yang cepat dari Zorro.

Sampai pertarungan yang tidak terelakkan lagi. Zorro menghadapi Morgan. Tapi ternyata pertarungan sia-sia saja. Morgan hanya mental tempe saja cuma punya kekuasaan saja dapat membayar jago-jago silat sampe memelihara binatang buas untuk melindunginya.

Morgan pun kalah dengan satu pukulan di wajah sampai tersungkur di lantai. Setelah itu Zorro mengambil alih istananya Morgan. Haruko membebaskan orang-orang yang jadi budak Morgan.

Naruko pun membalik keadaan juga pada Morgan di jadikan budak untuk membayar segala kesalahannya kepada semua orang yang ia paksa jadi budaknya. Zorro pun menikmati hidupnya dengan baik di istana....layaknya seorang pemimpin pada hal awalnya hanya petualang yang miskin.

Waktu pun berjalan dengan semestinya. Haruko beranjak dewasa...menjadi gadis yang cantik. Pada akhirnya...kisah cinta pun terjadi juga antara Zorro dan Haruko. Padahal sebenarnya Zorro tidak ingin menikahi Haruko....karena sudah jadi teman baiknya.

Tapi waktu memang berkata lain jika anak kecil....sudah jadi dewasa. Zorro pun luluh dengan pesona kecantikan Haruko. Ya...akhirnya dinikahinlah....Haruko oleh Zorro.

Semenjak itu. Zorro membangun kerajaannya dengan penuh keadilan bersama Haruko....anak kecil yang di tolongnya menjadi dewasa karena waktu yang menunjukkan kebenaran dan sekarang jadi istri yang sah.

PERI

Desa hangus terbakar dari serangan pasukan merah yang di komando oleh Dargo. Aulia yang masih kecil di ajak Kakaknya Melisa untuk melarikan diri ke dalam hutan peri. Ternyata pelarian Melisa di ketahui oleh Dargo, maka di kejarlah.

Aulia terjatuh saat di dalam hutan peri. Dargo menyuruh anak buahnya untuk membakar hutan. Melisa terpaksa meninggalkan Aulia yang tergeletak di tanah dan meminta pertolongan Kakaknya.

Melisa terus berlari masuk ke dalam hutan peri lebih jauh lagi sampai Aulia tidak melihat kakaknya lagi. Api telah membakar hutan dengan cepat. Aulia terjebak di dalamnya. Sesak nafas Aulia karena mengisap asap. Lama kelamaan Aulia pun pingsan.

Ketika sadar Aulia sudah ada di dalam kamar yang cukup layak. Masuklah seorang Kakek ke kamar tersebut membawakan makan untuk Aulia. Segera Aulia bangun dari tempat tidurnya dan dudu bersama Kakek yang menolongnya untuk makan bersama.
Sambil makan Kakek bertanya nama gadis kecil yang di tolongnya "Siapa namamu...nak?".

Aulia pun menjawabnya dengan penuh keluguan "Aulia".

"Nama....yang cantik. Secantik orang yang memakai namanya," pujian Kakek.

Aulia hanya diam di puji Kakek yang menolongnya karena belum mengerti apa-apa? Seiring waktu baru Aulia mengerti dengan keadannya dan juga paham yang menolongnya adalah Kakek Yosep namanya. Kakek Yosep seorang petani miskin yang menemukan Aulia saat hutan tergeletak di tanah dan keadan sekitar sudah jadi abu karena di lalap oleh api yang membakar hutan.

Semenjak hidup bersama Kakek Yosep. Aulia banyak belajar untuk menjadi gadis yang berani dan kuat. Sampai suatu ketika Aulia ikut dalam tim infestidasi ke militeran untuk mencari Kakaknya Melisa. Aulia dengan sabar menunggu di dalam gedung di mana ada rapat untuk mengatasi serangan dari pasukan Dargo. Ternyata Dargo malah mengirim tim khusus untuk membunuh semua orang di dalam gedung.

Aulia pun tidak bisa mengatasi masalah tersebut dan nyawa pun terancam. Untung saja di lindungin oleh temannya Rain sekaligus pemimpin dari tim infestigasi. Aulia pun di suruh pergi dari ruangan oleh Rain. Yang mau membunuh Aulia terus menyerang. Tapi Rain terus menghalanginya sampai akhirnya berhasil membuka topeng yang mau membunuh Aulia.

"Melisa," panggilan Aulia.

Melisa tidak tahu kalau yang mau di bunuh dia adalah adiknya. Rain pun terus melindungi Aulia sekeras usahanya. Melisa pun menggunakan teknik rahasia yang terlarang untuk memanggil roh buas dengan perjanjian peri. Rain terkejut sekali makluk yang di panggil adalah makluk yang berwajah menyeramkan dengan cakar yang tajam.

Rain pun susah melawan dua musuh sekaligus demi melindungi Aulia. Sampai-sampai Rain hampir mati di cekik oleh makluk yang menyeramkan itu. Aulia pun berteriak "Rain".

Keluar sosok yang pernah melindungi Aulia yang menyelamatkan dirinya dari kebakaran dari hutan peri. Wujud yang cantik layaknya peri pelindung hutan langsung menggunakan sihirnya untuk menghempaskan Melisa sampai membentur dinding dan pingsan. Setelah itu mengalah makluk yang menyeramkan yang mau membunuh Rain. Dengan sihirnya peri pelindung di buat makluk menyeramkan tersebut tidak bisa bergerak. Maka Rain selamat dari cengkeraman makluk yang mau membunuhnya.

Makluk yang menyeramkan tersebut menghilang karena Melisa sadar dari pingsannya dan langsung berlari dari gedung tersebut. Peri pelindung Aulia pun menghilang. Rain berusaha bangkit dari keadaannya di bantu Aulia.

Semenjak kejadian tersebut. Rain dan Aulia terus bekerja sama untuk mencari Melisa dan juga melindungi para warga dari serangan pasukan Dargo yang terus mengukuhkan kekuasaannya agar tidak ada berani melawan dirinya demi tujuannya menjadi pemimpin tertinggi dari kerajaan merah.

SINGA BETINA

Di dalam hutan belantara ada seorang singa betina bernama Rara. Pagi yang cerah sekali. Rara bangun pagi-pagi untuk belajar menyanyi untuk pertunjukkan musik di balai kota. Rara terus melatih dirinya sampai sadar ada yang kurang. Rara pun berangkat ke rumah Rani si gajah betina. Sampai di rumah Rani. Rara mengajak Rani untuk bergabung dalam band yang ingin di bentuknya agar saat Rara bernyanyi di iringi musik. Rara pun tahu kalau Rani pandai bermain gitar. Rani pun setuju dengan kerja sama dengan Rara. Mulai Rara berlatih menyanyi diiringi oleh Rani main gitar.

Latihan berlangsung baik. Tapi Rara merasa kurang, maka itu bersama Rani untuk ke rumah Ratih si jerapah betina. Selang berapa saat sampai di rumah Ratih. Saat itu Ratih sedang membaca buku. Rara pun dengan niatnya baik mengajak Ratih bergabung dalam band musiknya.

Ratih pun setuju dengan ajakan Rara untuk masuk dalam band musik. Rara pun tahu kalau Ratih pemain piano yang mahir banget.

Mulai latihan musiknya. Rara pun bernyanyi diiringi oleh Rani dengan alat musik gitar dan Ratih dengan alat musik piano. Latihan pun berjalan dengan baik. Tetap saja Rara merasa ada yang kurang. Maka itu Rara mengajak Rani dan Ratih untuk ke rumah Rina si zebra betina.

Di tengah jalan Rara dan kawan-kawan bertemu dengan Rilulu si monyet betina yang asik bermain bergelayutan di sulur yang terikat pada pohon yang besar. Rara pun punya ide untuk Rilulu masuk dalam bandnya. Rilulu senang dengan ajakan Rara untuk masuk dalam band musiknya. Rilulu pun melompat dengan penuh keriangan.

Rara pun tahu kalu Rilulu pandai dengan musik gendang pada akhirnya tepatlah mengajak Rilulu bagian dramer. Baru Rara mengajak kawan-kawannya ke rumah Rina.

Sampai di rumah Rina si zebra betina. Rara pun dan kawan-kawan mengajak Rina untuk masuk dalam musik band. Rina pun setuju. Rara pun sebenarnya tahu kalau Rina pandai memaikan gitar bas.

Maka jadilah band musik Rara dan kawan-kawan. Mulailah berlatih Rara dan kawan-kawan dengan penuh keseriusan. Sampai waktu tiba di mana pertunjukkan musik di adakan di balai kota.

Semua warga binatang sudah duduk di bangku penonton untuk menyaksikan pagelaran musik yang di adakan Walikota Mayer si Macan. Satu persatu pengisi acara sudah memberikan pertunjukkan yang baik ke penonton. Waktunya pun tiba grub band Rara di panggil oleh Walikota Mayer untuk memulai pertunjukkan musik yang akan di tampilkan ke penonton.

Rara dan kawan-kawan sudah bersiap di atas panggung. Rara pun mengambil bagian untuk memainkan alat musik gitar. Mulai pertunjukkan band musik Rara dan kawan-kawan dengan menyanyikan lagu yang di buat Rara dan kawan-kawan.

Penonton senang lagu yang di nyanyikan Rara dengan diiringi musik yang dimainkan  kawan-kawannya dan juga Rara karena menghidupkan suasana tambah spektakuler banget sampai bangun dari tempat duduk dan menepuk tangan, lalu di komando oleh Rara. Walikota Mayer pun ikutan juga. Dengan ending dari penampilan Rara dan kawan-kawan bagus banget pembawaan saat menyanyikan lagu dan iringi musik dari kawan-kawan Rara yang bagus banget.

Karena respon positif dari penonton dan juga Walikota Mayer menyuruh untuk menghibur para warga binatang lagi. Rara dan kawan-kawan melanjutkan pertunjukkan musik. Rara pun bernyanyi di ikuti penonton. Saat Rara memainkan gitarnya....semua para warga binatang terhanyut dengan kemahiran pemainan gitar Rara. Semua warga para binatang pun kembali bertepuk tangan.....tanda kagum.

Pertunjukkan musik di balai kota pun berakhir dengan baik. Semenjak itu Rara dan kawan-kawan terkenal banget.....menjadi idola baru yang dikagumi oleh banyak penggemar. Walikota Mayer pun membuat kontrak kerjasama untuk tur musiknya Rara dan kawan-kawan.

Tuesday, August 6, 2019

MENGHANCURKAN

Di daerah gurun pasir. Maru bersama Lilin dan Taho sedang menjalankan misi rahasia. Dengan susah payah melewati gurun pasir di tengah hari yang panas banget sampai dehidradasi.

Pasir mulai naik ketika Maru menginjaknya dengan kawan-kawan. Keluarlah seekor makluk Kumbang raksasa.

"Monster," teriak Maru, Lilin dan Taho bersamaan.

Ketiganya berusaha melarikan dari si Kumbang raksasa. Tapi Maru ingin mengalahkan Kumbang raksasa denga penuh keberanian. Dengan mencabut pedangnya Maru berbalik menyerang Kumbang raksasa.

Berkali-kali Maru menyerang Kumbang raksasa dengan pedangnya tidak mempan karena sangat keras kulitnya. Maru tepeleset pada pijakan kakinya dan hendak di hajar dengan kakinya Kumbang raksasa yang kuat.

Maru dalam keadaan sulit pun masih berusaha. Dateng dengan cepat menolong Maru dan menghindari serangan dari Kumbang raksasa. Lalu Sasuke mencaput pedangnya dan menebas Kumbang raksasa jadi dua.

Maru, Lilin dan Taho berlompatan karena selamat dari Kumbang raksasa yang mau memangsa mereka. Ketiganya berterima kasih kepada Sasuke senior Maru, Lilin dan Taho dari perguruan ninja tersembunyi.

Sasuke pun pergi meninggalkan Maru, Lilin dan Taho di gurun pasir begitu saja. Maru dan kawan-kawan melanjutkan perjalan melintasi gurun pasir. Hari berubah menjadi malam pun akhirnya sampai di kediaman kakek Josin di sebuah oases yang menyenangkan banget.

Maru dan kawan-kawan di sambut baik oleh kakek Josin di rumahnya. Segera Maru mengeluarkan sebuah gulungan rahasia dan di berikan pada kakek Josin.

Karena urusan sudah selesai. Maru beristirahat di rumah kakek Josin. Sedangkan kakek Josin di dalam kamarnya membuka gulungan rahasia lalu di gunakan teknik rahasia untuk mengeluarkan benda yang di kunci dalam mantra pengikat gulungan.

Keluarlah setumpuk komik kesukaan kakek Josin dan segera di bacanya. Maru dan kawan-kawan asik makan malam setelah mandi air hangat. Sambil memandangin malam bertabur bintang dan bulan purnama yang indah ke tiganya dan melupakan kejadian yang mematikan di gurun pasir yang bertemu dengan Kumbang raksasa.

Tuesday, July 23, 2019

DEMIKIAN CINTA

Malam yang cukup tenang di kediaman Erwin. Sedang asik duduk sambil mengetik tugas sekolah di komputer tuanya. Terdengar langkah kaki dan mengetuk pintu kamar.

"Erwin....boleh...aku masuk," kata Risa dengan lembut.

"Silakan," jawab Erwin.

Risa masuk kamar Erwin. Terlihat pandangan mata Risa kamar cowok yang berantakan banget. Erwin pun selesai juga mengetiknya.

"Ada apa....Risa...main ke rumah saya?" tanya Erwin.

"Anu-anu....," kata Risa gerogi.

"Ngomong aja!" kata Erwin.

"Iya," jawab Risa.

Risa pun mendekati Erwin. Malah Risa jadi kacau banget di hadapan Erwin apalagi saat Erwin beranjak dari duduknya di kursi dan saling berpandangan dengan Risa. Sontak muka Risa memerah.

"Ada....apa Risa?" tanya Erwin.

"Aku...ingin memberikan surat ini pada mu!" kata Risa.

Erwin mengambil surat yang di berikan Risa.

"Kalau begitu....aku permisi dulu," kata Risa.

"Iya," jawab Erwin.

Risa keluar dari kamar Erwin dengan detak jantung berdebar kencang lagi. Sekalian Risa pamit pulang sama Ibu Erwin.

Erwin mencoba membuka surat yang di berikan oleh Risa. Di keluarkan surat dari amplonya. Dengan seksama Erwin membaca surat dari Risa.

Isi surat Risa :

"Selama ini saya menyukai kamu....Erwin dari awal pertemuan saat pertama kali masuk sekolah SMA. Rasa ini...selalu gak karuan saat bersama kamu....Erwin. Jadi aku ingin menyatakan sesuatu dari dalam hati aku.

Aku cinta kamu....Erwin"

Erwin membaca surat itu tidak terkejut banget. Malahan surat di taruh meja beserta amplopnya.

"Ah....jaman sekarang cewek duluan yang menyatakan cinta. Aku...aja masih belum memikirkan....sejauh itu....untuk menyatakan cinta," celoteh Erwin.

Erwin pun malah menghidupkan Ps 4nya dan segera memainkan game sepak bola.

"Asik....main game dari...pada ngurusin perasaan cewek," gerutu Erwin.

Erwin memilih tim kesukaannya  sepak bola dan segera memainkan dengan penuh kegembiraan dan melupakan tentang ungkapan perasaan Risa lewat surat cinta.

Risa sampai di rumahnya segera masuk kamarnya dan berusaha menghilangkan rasa dak dik duk di jantungnya yang gak karuan.

"Rasanya....aku...malu banget deh...udah berani menyatakan cinta duluan," ocehan Risa sambil melihat dirinya di kaca.

Risa memutus main ke rumah Mentari....tetangganya di samping rumahnya sekaligus teman satu sekolah. Risa bercerita tentang masalah pribadinya berkenaan dengan cinta bersama Mentari di pinggir kolam renang.

Dengan baik Mentari menanggapi ocehan dari Risa yang panjang lebar berkenaan surat cinta ke Erwin.

"Cinta...cinta...cinta...membuat dilema bagi siapa saja yang merasakan dari rasa cinta yang bergelora di dada," kata Mentari.

"Ya....begitu..lah," saut Risa.

Risa terus bercurhat ke Mentari sampai perasaannya puas banget gak ada beban di hati dan pikiran sampai malam hari.

***
Esok harinya di sekolah Risa bertemu dengan Erwin di sekolah. Seperti biasa rasa dak dik duk masih berdetak keras sekali di dada Risa. Mentari sebagai sahabat baik menemani Risa saat pertemuan di sekolah yang kadang di sengaja atau tidak sengaja.

Erwin tetap biasa menanggapi Risa seperti biasa. Malahan Erwin lebih sibuk bergaul dengan teman-teman cowok dari pada teman cewek. Risa jadi bingung dengan sikap Erwin.

Risa pun curhat lagi dengan Mentari saat teman-teman tidak ada di ruang kelas. Seperti biasa Mentari menanggapi curhatan dari Risa.

"Cinta....cinta...cinta....bikin bimbang aja gara perasaan yang gak menentu," kata Mentari.

"Ya....begitu lah," saut Risa.

"Saran...aku...sih. Ada 2 cara," kata Mentari.

"Apa...itu?" Risa memotong omongan Mentari.

"Yang pertama lupakan cinta...kamu...sama Erwin karena mengganggu aktivitas kamu....Risa setiap hari. Yang....kedua....sabarin aja jalan sekarang...sampai....itu Erwin membalas cinta...kamu dengan pernyataan I LOVE YOU...RISA," kata Mentari.

Risa pun berpikir sejenak mengenai sarannya Mentari. Risa pun telah mempertimbangkan masak-masak mengenai urusan cintanya yang gantung gak ada jawaban.

"Aku...memilih yang pertama," kata Risa.

"Yang pertama lebih baik. Baru deh aku.....menemukan...sahabat aku yang bebas dan tidak terjebak oleh keadaan karena urusan cinta. Masalahnya....kita ini...masih anak sekolah 1 SMA belum waktunya  ngurusin pacaran. Masih banyak yang harus kita kejar...untuk menggapai masa depan gemilang," kata Mentari.

Risa dan Mentari berpelukkan tanda keakraban antara teman baik. Curat pun selesai dengan perasaan pol di dada Risa. Bell pun berbunyi tanda masuk kelas melanjutkan pelajaran. Mentari keluar dari kelas Risa menuju ruang kelasnya.

Dengan tenang mengikuti proses belajar mengajar sampai selesai. Baru deh pulang ke rumah Risa dengan keadaan diri yang tidak memiliki beban apa pun berkenaan tentang perasaannya dengan Erwin. Risa pun menjalankan aktivitasnya biasa-biasa aja bersama Mentari. Saat bertemu dengan Erwin pun jadi biasa-biasa aja tak ada beban perasaan apa pun karena Risa sudah melupakan cintanya sejenak.

Erwin pun menanggapi Risa seperti biasa kaya gak pernah terjadi pengungkapan perasaannya Risa lewat surat cinta.

SAHABAT

Dodo duduk di halaman belakang rumah sedang asik main game di Hp-nya. Tony yang selesai mengerjakan tugas kuliahnya, ya keluar dari kamarnya...