Pages

Friday, September 6, 2019

AWAL CURIGA JADI HANTU

Toni seperti biasanya bangun pagi-pagi untuk pergi kerja. Sang istri....Mila telah menyiapkan pakaian kerjanya untuk suaminya....Toni di taruh di kasur. Jadi setelah selesai mandi...langsung memakai baju kerja yang rapih dan bersih.

Mila sudah menyiapkan sarapan pagi untuk Toni yang terhidang meja makan. Toni keluar dari kamar dan segera sarapan pagi dengan Mila...istri tercinta. Toni menikmati makan yang di buat Mila dan benar-bener enak karena sebelum menikah Mila pernah belajar jadi juru masak yang handal nama lain cef.

Perut Toni kenyang. Berangkatlah Toni kerja dengan motornya menuju tempat ia bekerja di perusahaan yang bonafit. Mila membereskan meja makan dan alat-alat makan agar kembali semuanya bersih dan rapih.

Setelah itu Mila beres-beres rumah dari mengepel dan mencuci pakaian pake mesin cuci barulah di jemur di samping rumah dan juga cuaca juga cerah banget jadi bagus untuk menjemur pakaian sampai kering.

Mila pun pergi ke pasar swalayan untuk membeli barang-barang keperluan sehari-hari. Baru setelah itu mulai bersantai karena capek mondar mandir. Sambil nonton Tv....Mila melipat pakaian yang sudah kering di jemur di hari yang cerah.

Pakaian pun Mila susun rapih di lemari. Hari pun hampir menjelang malam. Toni pun pulang dari kerjaannya. Mila sudah menyiapkan makan malam untuk suaminya. Toni pun membuka pakaian kerja dan di taruh di kursi, lalu masuk kamar mandi untuk mandi.

Mila pun membereskan pakaian kerja Toni sambil memeriksanya seperti biasa karena yang di takutin Mila adalah Toni selingkuh. Mila menemukan cap bibir di pakaian Toni. Rasa curiga pada  suaminya makin besar banget pada diri Mila.

Selesai mandi Toni. Mulailah Mila bertanya tentang cap bibir di yang menempel di pakaian Toni. Dengan santai Toni menjelaskan semuanya tentang cap bibir di pakaian Toni.

Ternyata tidak sengaja saat berpapasan di ruang kerja antara Toni dan Lisa teman kerja yang terpeleset gara-gara menginjak pulpen di lantai. Jadi langsung di tahan Toni saat hampir jatuh Lisanya dan bibir Lisa mengecap di pakaian Toni.

Mila pun menerimanya penjelasan Toni tentang masalah cap bibir di baju. Tapi tetap di dalam hati masih ada curiga pada Toni karena takutnya kebohongan dari Toni. Saat di kamar Toni hendak berpakaian dan juga berkaca. Curiga Mila tambah parah banget. Toni sedang telponan dengan Lisa. Percakapan antara Toni dan Lisa hanya sebentar banget.

Terlihat suatu yang ganjil lagi pada Toni dan membuat Mila takut bahwa suaminya di ikuti hantu wanita karena terlihat di mata Mila ada bayangan di cermin saat Toni berkaca. Mila pun berusaha kabur dari rumah, tapi tidak jadi karena harus menghadapi masalah yang terjadi. Hantu wanita terus mengikuti Toni sampai di ruang tengah dan asik nonton Tv.

Mila tambah bingung dengan suaminya yang tidak sadar di ikutin oleh hantu wanita dan juga Mila tidak tahu kenapa suaminya di ikuti hantu tersebut. Ketakutannya makin besar banget jadi langsung berkata "Abang ada hantu yang mengikuti kamu".

"Mana?" tanya Toni.

"Itu duduk di sebelah kiri kamu," kata Mila.

Toni mulai menoleh ke kiri dan melihat sosok hantu wanita yanga awalnya terlihat cantik banget langsung berubah menyeramkan.

"Hantu!!!!" teriak Toni.

Toni pun langsung bergerak keluar dari rumah beserta Mila dengan langkah seribu menuju rumah orang tua Mila yang paling dekat. Hantu wanita pun menghilang dari rumah Toni karena sebenarnya hantu wanita suka dengan Toni karena ketampanannya.

Thursday, September 5, 2019

WEWE GOMBEL

Bambang berangkat pagi-pagi sekali untuk jualan bakso tusuk. Dengan motor bututnya...Bambang menuju tempat ngetem pertama seperti biasa untuk melakukan jualannya. Di  pinggir jalan Bambang bersabar menunggu pembelinya anak SD.

Saat belum masuk kelas ada anak SD yang membeli jualan Bambang. Dengan senangnya Bambang melayanin pembelinya dengan baik. Lonceng pun berbunyi. Anak-anak SD pada masuk ke kelas untuk mendapatkan pendidikan dari gurunya.

Bambang bersyukur rezekinya lancar. Tidak seperti temannya Karto yang telat jualan cilok karena kesiangan dagangnya jadi tidak dapet pelaris jam pagi. Bambang pun pindah ke tempat lain dekat pasar untuk melakukan dagangannya.

Wal hasil baru nyampe....ada yang membeli jualannya. Hasil yang lumayan untuk usaha di jalanin Bambang. Ternyata ke temu dengan Karto lagi Bambang dan wal hasil pun sama dengan Bambang dapet hasil juga jualan ada yang membeli jualannya....nama juga rezeki bagi yang mau usaha dan sabar menjalankannya.

Waktu jam istirahat untuk anak SD. Bambang dan Karto segera cepat membawa motor sampai ke tempat tujuan. Baru dateng Bambang dan Karto di serbu oleh anak SD yang membeli jualannya. Hari yang baik buat Bambang dan Karto berhasil menjual hasil jualannya dengan baik.

Sampai waktunya anak SD untuk pulang karena sudah usai pendidikan yang di jalanin mereka semuanya. Tetap saja masih membeli jualan Bambang dan Karto. Baru deh Bambang meninggalkan tempat tersebut menjajakan jualan ke tempat lain.

Bambang pun tidak bertemu Karto lagi karena berjualan ke daerah lain untuk melakukan barang dagangan sampai habis. Bambang mondar-mandir dari satu tempat ke tempat lain sampai akhirnya jualannya habis juga. Bambang memutuskan untuk balik ke rumahnya karena hari pun mulai malam.

Saat melewati pohon beringin besar dan banyak cerita ada penunggunya. Bambang malah tidak percaya dengan cerita masyarakat tentang makluk penunggu pohon beringin jadi jojong aja lewat situ

Tiba-tiba motornya berhenti mendadak. Bambang mencoba memeriksa motornya kenapa bisa berhenti? Dengan sabar dan telitinya Bambang memperbaiki motornya. Akhirnya ketemu penyakitnya cuma businya mati. Bambang untung membawa cadangan busi jadi tinggal di ganti aja.

Motor pun hidup juga. Tiba-tiba motor tetap tidak bisa jalan juga kaya ada yang menahan. Bambang pun meriksanya dengan baik keadaan motornya dan lingkungan. Muncul makluk yang menyeramkan memegang motornya Bambang agar tidak jalan. Langsung langkah seribu Bambang meninggalkan motornya beserta alat-alat jualannya dan berteriak "Wewe Gombel".

Makluk yang di lihat Bambang makluk yang menyeramkam sekali karena buruk rupanya. Tapi karena ingat dengan jualan besok...jadi Bambang memberanikan diri untuk mengambil motornya. Ternyata Wewe Gombel tidak ada.

"Aman," kata Bambang.

Bambang pun membawa pulang motornya beserta alat-alat jualanya menuju pulang ke rumahnya. Setelah itu pergi ke mesjid untuk menenangkan dirinya agar tidak di ganggu oleh makluk halus seperti Wewe Gombel lagi.

DI ANTARA PENONTON

Langit yang cerah sekali dan malam yang tenang. Budi pergi ke acara konser musik dengan menggunakan motor. Eeee lupa tiket untuk nonton konser tersebut. Jadi Budi balik pulang ke rumah. Untung saja masih seperempat perjalan. Sampai di rumah Budi segera mengambil tiketnya di kamarnya.

Langsung bergerak menuju tempat konser. Singkat waktu sampai tempat. Pas waktunya untuk acara konser mau di mulai. Setelah motor di parkirkan Budi belari sekencang mungkin sampai ke pintu masuk.

Saat di depan pintu masuk. Budi menyerahkan tiket masuk ke pada penjaga konser musik. Setelah tiket di periksa oleh penjaga tiket maka Budi di bolehkan masuk. Dengan sabar Budi mencari tempat duduk di antara penonton.

Akhirnya dapet juga tempat duduk yang nyaman di antara penonton. Acara konser musik baru di mulai, tapi Budi mencium bau wangi bunga yang menyengat banget sampai bersin....untung di tutup pake sapu tangan jadi gak kena ke orang yang duduk di depan Budi.

Budi mulai mencari tahu bau wangi tersebut. Ternyata ada cewek di sebelah kiri Budi cantik banget. Awalnya Budi biasa-biasa aja, tapi lama-lama Budi merasa aneh banget.

Wanita di sebelah Budi berubah jadi makluk yang mengerikan sekejab mata. Kagetnya bukan kepalang Budi....menahan rasa takutnya. Eee malah beneran wanita yang duduk di sebelah Budi berubah total jadi makluk yang menyeramkan.

Di kirain Budi cuma satu, tapi sekeling Budi adalah setan semuanya. Budi pun segera keluar dari deretan bangku penonton dan setelah itu berlari keluar dari gedung pertunjukkan dengan berteriak "Setan".

Budi pun berada di luar gedung pertunjukkan dan merasa sudah aman banget tidak dekat dengan makluk yang menakutkan. Eee tahu-tahu ada di depan Budi dan berkata "Apa kamu nonton konser musik ini".

Dengan keadaan sangat takut banget menjawab "Iya".

"Berarti kita sama dong penggemar musik yang sama," kata makluk yang menyeramkan.

"Iya. Tapi masalahnya kamu...setan," teriak Budi dengan berlari kencang menjauh dari makluk yang menyeramkan di depannya.

"Setan. Emang. Aku setan. Selagi aku hidup aku suka nonton konser musik. Setelah mati pun aku masih...suka. Dasar manusia penakut!!!," katanya.

Setan pun menghilang. Budi membawa motornya di usahakan tenang sampai ke rumahnya dan melupakan hari yang sial bertemu roh penasaran alias setan.

Tuesday, September 3, 2019

HANTU TUKANG GALON

Toni telahir dari orang gak mampu dan juga pendidikannya hanya sampe lulus SMP saja dan telah banyak kerja serabutan alias tidak tetap. Maka itu hidup Toni agak susah untuk mendapatkan pekerjaan yang baik untuk dirinya karena di lihat pendidikan dan umurnya, tapi seiring waktu Toni belajar jadi dewasa dari pengalaman hidupnya selama tiga tahun lebih kerja serabutan sana-sini. Sebuah usaha pengisi air minum butuh karyawan. Segera Toni mengajukan dirinya untuk menjadi tukang galon.

Pemilik usaha dapat menerima karyawan kalau bisa mengendarai motor untuk di antarkan kepelanggan yang order mengisi ulang air galon.

Keinginan maju Toni. Belajar motor sama Bambang yang punya motor akhirnya bisa bawa motor juga baru buat SIM walau hasil ngutang juga biaya buat SIM sama Bambang. Karena sekarang Toni berhasil kerja jadi tukang galon yang mengantarkan pesanan ke pelanggannya.

Dua bulan kerja dengan baik jadi tukang galon. Toni bisa bayar utang ke Bambang untuk pembuatan SIM dan selebihnya untuk ke dua orang tuanya agar meringankan beban orang tua untuk membiayai adiknya Toni yang masih bersekolah SD. Harapan Toni ke adiknya sih agar mencapai pendidikan sampai SMA jauh lebih di hargain orang dan perusahaan banyak yang membutuhkan karyawan yang lulusan SMA atau setingkatnya.

Toni menjalankan jalan nasifnya dengan baik mengantarkan galon ke tempat konsumen sampai nyaman di pekerjaan tersebut menjalaninnya 1 tahun lebih 3 bulan. Ya...walau hasilnya juga pas-pasan untuk memenuhi hidup di kota besar yang penuh persaingan bisnis dari yang kecil, menengah dan besar.

Suatu ketika Toni mengantarkan galon pesanan konsumen ke komplek perumahan. Saat di jalan ada mobil mewah yang bawa pejabat daerah dengan cepat mengendarai mobilnya sampai menabrak motor Toni yang membawa barang air galon. Toni terpental dari motornya dan kepalanya membentur batu tortoar jadi pendarahan hebat dan meninggal di tempat kejadian.

Semua warga melihat kejadian kecelakaan tersebut menolong Toni yang tidak bernyawa lagi. Sedang pejabat yang menabrak Toni dengan mobil mewahnya mau melarikan diri. Untung di hadang warga setempat dan di suruh keluar dari mobil untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Ada seorang warga yang benci sama pejabat setempat tersebut karena sok kayanya di tinju dengan cepat ke arah muka. Warga lain jadi ikutan gebukin pejabat tersebut sampai babak belur dan setelah itu di geletakan di jalan.

Warga pertama kali mukul ke pejabat tersebut berkata "Rasa...dari kejengkelan aku...rakyat yang tidak kamu pedulikan demi...kepentingan kamu....jadi kaya dan berkuasa. Sekarang kamu membunuh orang dengan ke sombongan kamu. Dasar manusia berengsek."

Pejabat pingsan di jalan dengan bersimbah darah. Polisi pun dateng langsung mengurus permasalahan kecelakaan di jalan. Ambulan pun dateng membawa mayat Toni ke rumahnya untuk di urus keluarganya agar segera di kuburkan. Pejabat yang bersalah setelah di bawa ke rumah sakit untuk mengobatin lukanya di gebukkin warga sekitar baru...deh di penjara. Sedang warga sekitar yang menggebukin pejabat...tidak bisa tertangkap karena saling tutup mulut karena mengikuti si pemukul pertama yang tidak di ketahui identitasnya.

Keluarga Toni terpukul dengan musibah yang di alami Toni. Tetap saja harus mengikhlaskan kepergian Toni untuk selama-lamanya. Keesokan harinya Toni masih mengantarkan galon ke konsumennya....semua orang melihatnya sampai tidak percaya dengan apa yang di lihat mereka semuanya? Ternyata apa yang dilihat semua orang adalah "Hantu".

Semenjak kejadian tersebut dan juga sampai juga kabar cerita tentang hantu penasarannya Toni ke keluarga Toni dengan bantuan Ustat Arifin di adakan tahlilan alias kirim doa untuk Toni...yang di adakan di rumah keluarga Toni agar arwahnya tenang di alamnya.

HANTU DI POS SAPAM

Hari berganti malam. Beni dan Toto lewat daerah perumahan dengan menggunakan sepedah baru selesai bermain sepedah untuk menyehatkan tubuh mereka berdua. Saat melewati pos sapam. Beni dan Toto melihat Pak sapam terlihat pucat banget.

Keduanya merasa aneh dengan Pak sapam karena sakit masih bekerja. Lalu Beni mencoba bertanya ke Pak sapam"Pak apakah ada sakit?"

"Aku...sehat Mas....," kata Pak sapam.

"Beni....Pak sapamnya baik-baik aja tapi kenapa keadaannya pucat begitu ya?" kata Toto bicara dengan Beni dengan suara kecil.

"Itu lah masalahnya," saut Beni.

Tiba-tiba Pak sapam menghilang begitu saja di hadapan Beni dan Toto.

"Astaga....Hantu," teriak Beni dan Toto bersamaan.

Beni dan Toto dengan cepat mengayuh sepedah sampai pulang ke rumah masing-masing. Saat di rumah Beni dapet surat undangan tahlilan dari tetangga yang meninggal. Beni pun bertanya siapa meninggal sama yang mengirim surat undangan tahlilan.

Yang mengantar surat undangan tahlilan berkata "Pak sapam depan komplek perumahan."

"Apa.....?" kata Beni.

"Mas kenapa kamu?" tanya yang mengantar surat undangan tahlilan.

"Bukan begitu. Aku baru lihat hantunya di pos sapam," kata Beni menjelaskan keadaannya.

"Beneran...Mas?" tanya pengantara surat undangan tahlilan.

"Iya," saut Beni.

"Jadi bener dong orang-orang di sini bahwa Pak sapam sudah jadi hantu penasaran di komplek sini karena meninggalnya di bunuh oleh preman yang gak suka dengan Pak sapam. Polisi masih memburu penjahat tersebut untuk mempertanggungjawab perbuatannya," cerita panjang lebar orang yang mengantar surat undangan tahlilan.

"Jadi begitu. Aku akan dateng rumah Pak sapam untuk ikut tahlilan untuk membuat roh penasaran Pak sapam tenang di alamnya," kata Beni.

"Kalau begitu aku permisi dulu," kata orang yang mengantar surat undangan tahlilan.

"Iya," saut Beni.

Beni pun berbenah diri untuk pergi ke rumah Pak Sapam untuk tahlilan dan bertemu juga dengan Toto ikutan tahlilan juga karena di undang juga agar roh Pak sapam tenang di alamnya.

SAHABAT

Dodo duduk di halaman belakang rumah sedang asik main game di Hp-nya. Tony yang selesai mengerjakan tugas kuliahnya, ya keluar dari kamarnya...