Pages

Monday, June 24, 2019

YEllOW CAT

Seekor Kucing berwarna kuning bernama Garfil sedang tidur di sofa di ruang tengah. Dateng Anjing yang bertubuh kecil bernama Odie abis makan di tempat makannya di dapur.

Odi duduk bersama Garfil yang sedang tidur di sofa. Odi menghidupkan Tv dan menonton acara kuis yang di tayangkan sore hari. Odi terbawa suasana karena menonton acara Tv mulai heboh sekali.

Odi pun mengusik Garfil yang sedang tidur. Garfil mulai marah dengan ulah Odi, lalu memukul remot yang sedang Odi dan tetpental jauh.

Odi yang lugu mengambil remot Tv tersebut dengan cepat dan di bawa kembali di serahkan ole Garfil. Terkejut dengan ulah Odi.

"Saya ini marah padanya kenapa dia menganggap saya ingin bermain dengan dia. Dasar Anjing yang aneh," kata Garfil.

Garfil pun mengikuti maunya Odi melempar remot ke sana dan ke sini. Dengan segera Odi mengambil remot dan di berikan pada Garfil. Sampai-sampai Garfil jenuh sekali.

"Kalau begini saya yang capek meladenin Odi....si Anjing yang aneh," kata Garful.

Garfil yang kesal langsung bergerak cepat mencari tempat yang cukup nyaman untuk tidur. Garfil naik lewari dan tidur di atasnya. Sedang Odi pun tidak bisa main lagi dengan Garfil.

Odi bukan murung malah  kembali menonton Tv dan duduk di sofa sampai terbawa suasana acara yang di tonton Odi. Garfil pun tidur pulas dan tidak di gangu lagi oleh Odi si Anjing yang aneh

WILD

Seekor Kucing di kejar-kejar sampai di pinggir sungai dan jatuh ketanah.


"Jangan bunuh saya," mohon Kucing.



Makluk berwujud menyeramkan yang mengejar Kucing segera melancarkan maksud dan tujuannya dengan menyentuh tubuh Kucing dengan sebuah alat yang berteknologi tinggi.



"Aaah," teriak Kucing.



Kucing pun pingsan karena energi di dalam tubuh Kucing di pindahkan ke sebuah alat yang berteknologi tinggi.



"Saya mendapatkan kekuatan Kucing," kata makluk yang buas.



Sang makluk buas kembali ke wujudnya semula jadi Tikus.



"Saya mencari lagi target yang mempunyai kekuatan super seperti Kucing....agar saya menjadi raja para binatang," kata Tikus.


Tikus bergerak mencari target yang lain. Tikus menemukan target yang di incarnya saat dengan segera menyergapnya dengan menjadi makluk buas dan menakutkan. Sasaran yang di incar ketakutan sekali. Kera tidak bisa lari dari serangan makluk buas dan menggunakan kekuatan dari benda berteknologi tinggi akhirnya dapat menyerap energi tubuh dari Kera.



Kera pun pingsan di jalan. Makluk buas kembali ke wujudnya menjadi Tikus.



"Saya berhasil lagi," kata Tikus.



Tikus mencari lagi sasarannya. Ternyata pergerakan tikus di halangi oleh Tupai. Tikus berubah menjadi makluk yang menyeramkan buas dengan menggunakan alat yang di pakainya.


Tupai tidak gentar menghadapi Tikus yang berwujud sangat menyeramkan. Tupai berubah dengan alat berteknologi tinggi berubah juga jadi makluk yang buas juga.


Pertarungan pun terjadi antara Tikus dan Tupai. Ternyata Tupai berhasil mengalahkan Tikus yang berwujud sangat menyeramkan. Tikus bangkit setelah di kalahkan oleh Tupai menjadi berwujud lebih menyeramkan dengan mengkombinasikan kekuatan dari Kucing dan Kera. Tupai pun terkejut dan sedikit bergetar ketakutan dengan wujud baru Tikus yang buas dan raksasa.



Tupai berkali-kali menyerang  Tikus yang berwujud buas dengan hasil nihil dan berakhir terkapar di tanah dengan tidak berdaya dan kembali kewujud yang sebenarnya alias tidak menakutkan atau juga di sebut buas.



Tikus mendekat Tupai yang tidak berdaya dan ingin mengambil kekuatan dari Tupai. Serangan dateng tiba-tiba dari Musang yang berwujud buas dan menakutkan dan membuat Tikus seketika kembali ke wujudnya.



"Saya di kalahkan," kata Tikus.



Musang dengan wujud yang sangat menyeramkan  tidak membiarkan Tikus untuk berubah kembali ke wujud yang lebih menyeramkan untuk mengalakannya. Segera dengan cepat menghancurkan alat berteknologi tinggi di tangan Tikus sebelum di aktifkan.



Tikus terkejut dengan serangan Musang yang tidak menyangka menghancur alat perubahaanya. Energi dalam alat berteknologi kembali ke tempat pemiliknya.



Musang ingin membinasahkan Tikus dalam tidak berdaya, tapi di halangi oleh Tupai. Musang pun kembali ke wujudnya yang normal. Tikus pun melarikan diri.



"Saya akan membalas kalian berdua," celoteh Tikus dengan lari terbirit-birit.



Tupai pun pingsan karena menahan sakit akibat kalah bertarung melawan Tikus. Segera Musang membawa pulang Tupai untuk di obati oleh Burung Hantu di balai pengobatannya.



Semenjak Tikus di kalahkan kehidupan menjadi normal lagi. Tupai pun sembuh total di sembuhkan oleh tabib Burung Hantu. Tapi hari-hari tenang hanya sejenak. Tikus berhasil membuat alat perubahan yang berteknologi tinggi dan berhasil menyerap energi dari Singa.



"Waktunya membalas perbuatan si Musang. Dengan kekuatan Singa...saya bisa menjadi raja dari para binatang," kata Tikus.



Tikus terus mencari target untuk mengabulkan impiannya menjadi seorang raja. Jalan Tikus di halangi oleh Musang dengan mengetahkan seluruh kemampuaanya dan Tupai ikutan juga menghalangi langkah Tikus yang jahat agar kehidupan kembali normal.

Sunday, June 23, 2019

HOBY

Seekor Tupai bernama Robert sedang asik membuat sesuatu yang enak dengan alat buatannya untuk memeras sari anggur dan zat rahasia. Prosesnya cukup panjang dan memakan waktu sampe menghasilkan minuman yang enak. Robert mencoba minuman yang di simpan di gudang bawah tanah tempat dia tinggal. 

"Waaaw..sunggung...enak minuman ini. Rasanya pasnya banget kandungannya di dalam minuman anggur yang saya racik."

Robert segera mengisi pada sebuah botol keramik dan di bawa ke tempat temannya untuk di ajak minum bersama. Sampai di ruman Burung Hantu bernama Lilo. Robert seperti biasa masuk ke dalam rumah dengan berkata "Lilo saya...dateng untuk..mengajak mu ngobrol."

Tak ada jawaban dari Lilo. Robert terus mencari Lilo di dalam rumahnya sambil berteriak memanggil nama "Lilo...Lilo...Lilo."

Tetap tidak ada jawaban dari Lillo. Robert bingung karena Lilo tidak menjawab panggilannya padahal seperti biasanya menjawab.

"Atau...jangan-jangan Lilo...meninggal..aah mana mungkin. Kemarin sehat-sehat saja ngobrol dengann saya," kata Robert yang ngoceh sendiri.

Robert mencari Lilo dan terus mencari. Sampai teringat Robert di mana keberadaan Lilo seperti biasanya. Dengan cepat Robert mencari Lilo di kamarnya di atas pohon paling puncak. Sampai di kamar Lilo. Robert melihat Lilo yang terbaring di lantai. 

"Lilo," kata Robert.

Robert segera menolong Lilo dengan membopongnya ke tempat tidur. 

"Hey..teman...sadarlah," panggilan Robert.

Lilo mulai sadar dan melihat Robert dengan samar. Kemudian Robert memberikan obat yang sering di minum Lilo kalau penyakitnya kambuh. Lilo meminum obat dengan perlahan-lahan masuk ke dalam tenggorokkannya. Mulailah Lilo mendingan dengan keadaan fisiknya.

"Hey..teman..kamu baikkan juga. Saya sudah khawatir kehilangan kamu untuk selama-lamanya."

"Terima kasih atas bantuannya Robert telah menolong saya."

"Nama juga teman. Saling tolong menolong. Oh iya kenapa kamu sampai seperti ini?"

"Saya..lupa minum obat saya. Abisnya saya menulis banyak cerita di buku diary saya sampe selesai."

"Buku..diary...maksudnya ini?" kata Robert sambil mengambil buku di meja dan di tunjukkan ke Lilo.

"Iya," jawab Robert.

Robert membuka buku diary Lilo tapi telah meminta izin Lilo untuk membacanya. Dengan seksama Robert membaca cerita yang di tulis Lilo dari awal sampai akhir tentang petualangan hidup dan cinta. Robert baru tahu tentang kisah cinta Lilo yang menyedihkan bahwa kekasih Lilo telah meninggal di bunuh oleh Elang bernama Streder. Lilo pun gagal menyelamatkannya si Tina. Dalam keadaan luka parah Lilo akibat serangan Streder bersembunyi di balik semak berduri setelah jatuh dari atas pohon.

Lilo selama ini merana karena kepergian Tina untuk selamanya. Hanya menulislah Lilo melalui hidupnya tahun demi tahun demi memuaskan rasa yang tersimpan di dalam hati untuk di ungkapkan pada kata-kata yang bermakna. Hoby Lilo pun berhasil dan menjadi beberapa buku kisah hidupnya dan si simpan rapih. Robert puas membaca kisah perjuangan hidun Lilo yang kuat dan sedih. Padahal yang di baca Robert adalah edisi terakhir perjalan Lilo.

Robert pun menaruh buku diary Lilo di meja.

"Lilo saya kesini membawakan minuman buatan saya. Tujuannya seperti biasa," kata Robert sambil memberikan botol keramik.

"Terima kasih atas perhatian kamu Robert. Ayo kita meminumnya seperti biasa."

"Gimana dengan penyakit kamu?"

"Ah..gak usah di pikirkan. Saya sudah mendingan berkat kamu...Robert. Ayo minum."

"Ayo."

Robert mengambil gelas 2 buah dan Lilo menuangkan minuman ke gelas. Segera dua sahabat meminumnya.

"Enak....minuman buatan kami Robert seperti biasanya. Pandai kamu meraciknya sampe seenak ini."

"Terima kasih...atas pujian kamu. Ayo minum lagi."

Lilo dan Robert minum dengan puas sampai minuman habis di botol keramik. Lilo dan Robert bercerita ini dan itu dengan penuh kegembiraan. Waktu berganti malam. Keadaan Lilo pun membaik sekali. Robert mengajak Lilo untuk menonton hiburan di padang rumput yang di adakan para Tupai sebuah teater tentang kisah percintaan berjudul Aladin dan Putri Jasmin. Robert dan Lilo menonton acara teater tersebut terbawa suasana dari tokoh-tokoh yang di mainkan Terkadang sampai tertawa karena ada unsur komedi di masukkan dalam kisah Aladin dan Putri Jasmin. 

Robert senang melihat Lilo yang bahagia. Sedang Lilo pun lupa dengan sakitnya karena terhibur dengan suasana kemeriahan dari para penonton dan para pemain teater. Sampai acara selesai. Robert mengantarkan Lilo pulang ke rumahnya baru deh Robert pulang ke rumahnya sendiri untuk beristirahat.

Esok hari yang cerah. Robert seperti biasa mencari buah anggur yang segar yang diambil di perkebunan Manusia untuk membuat minuman lagi. Lilo seperti biasa terus menerus dengan hobynya menulis dengan baik menceritakan tentang persahabatan Lilo dan Robert yang selalu mengumpulkan buah anggur dari perkebunan Manusia untuk di jadikan minuman sampai di kejar-kejar Manusia pemilik perkebunan dan hampir mati karena jebakan yang dibuat oleh Manusia untuk mencegah pencurian buah anggur. Tapi kelincahan Robert berkali-kali selamat dan hal hasil dari kerja keras Robert berhasil membuat minuman yang enak dan di bagi dengan Lilo.

Seperti biasa Lilo dan Robert minum anggur yang enak sambil ngobrol tentang apapun sepanjang waktu sampai melupakan hal yang buruk dan timbulnya kebahagian arti dari kebersamaan dari 2 sahabat saling mengisi.

Friday, June 21, 2019

SEDIHKU MUSNAH

Rintik air hujan mulai turun pukul 3 sore, membawa pesan dari matahari yang perlahan mulai tak nampak keberadaannya. Aku tidak tahu apa yang membuat hujan itu turun sore ini. Aku hanya ingin menikmati kesedihanku ini untuk menghabiskan senja hari ini. Entah ini baik atau tidak untukku karena terlalu larut dalam kesedihan. Karena yang aku tahu hanyalah mencoba memahami kesedihan ini bersama hujan yang turun hari ini.

“Apa hanya aku saja seorang gadis yang menikmati hari minggu ini dengan penuh kesedihan?” batinku

“Aku ingin mengabdi dan berharap air mataku memberi kenyamanan padaku setelah ini, dan aku bisa menghapus kesedihanku seperti air mataku yang jatuh ke pasir dan kemudian mengering” ucapku

Pohon yang kokoh yang mana manusia pun tidak tahu bagaimana pohon itu selalu berdiri tegak dan bisa menerima sandaran dari tubuhku.

“Jika saja ada orang lain yang mampu menerimaku untuk bersandar di tubuhnya, aku sangat berharap untuk itu.” Ucapku

“Kamu bisa menjadikan kesedihanmu sebagai kekuatanmu tha.” Suara pria yang tiba tiba datang dan menghancurkan lamunanku

“Ah, kak Rio, sejak kapan kakak di sini?” tanyaku

Rio adalah senior di sekolahku dan dialah yang membuatku sampai mengenal kesedihan seperti ini.

“Pertanyaan sejak kapan aku di sini akan selalu terucap darimu tha, aku sudah lama melihatmu di sini, dan kenapa kamu berteduh dan bersandar di samping pohon sambil melamun seperti ini?” tanya Rio

“Dia tidak perlu tahu bahwa aku begini karenanya.” batinku

“Aku hanya ingin mendapatkan kesedihan lalu bisa mengambil hikmahnya kak.” Jawabku lemas

“Jangan bicara seperti itu, aku tahu kamu adalah anak yang pintar dalam pendidikan, namun pendidikan tidak pernah bisa menyelesaikan masalah cowok tha.”

“Kenapa Rio bisa tahu kalau ini masalah cowok dan lebih jelasnya lagi karenanya.” Batinku

“Kenapa kamu bisa tahu kalau ini masalah cowok yang aku sayangi kak?” tanyaku

“Tidak ada seorang wanita remaja yang bersedih selain karena masalah pria, semua itu sudah ada di pikiran pria itu sendiri dan aku tinggal menebaknya tha, kamu adalah juniorku di sekolah tapi diluar itu kamu adalah temanku.” Jawab Rio

“Kenapa bisa begitu?” tanyaku

“Kalau tidak begitu kamu akan menyembunyikan kesedihanmu padaku, dan jika kamu temanku, kamu harus memberitahu masalahmu padaku, dan apa sebenarnya masalahmu?” yang Rio

Aku gugup untuk menjelaskannya, karena yang menanyakannya adalah orang sebagai sumber kesedihanku

“Jika aku sumber kesedihanmu maka katakanlah tha.”

Kenapa tembakannya selalu saja benar dan hampir tembakannya mencoba membunuh otakku untuk tidak bisa berpikir lagi.

“Aku bersedih karenamu Senior Rio.” Jawabku dengan lantang

“Kenapa denganku atha? Apa yang kulakukan sehingga wanita sepertimu bersedih karenaku?” tanya Rio

“Simple answer, kamu telah membuatku untuk mempunyai niat mencintaimu Rio.” Jawabku penuh rasa yakin

“Kamu mencintai seniormu ini Atha? Seberapa besar keberanianmu untuk mencintaiku? Apa kamu tidak pernah tahu bahwa aku mengajarkan pada juniorku untuk tidak mencintai lawan jenis di usia muda?” jawab Rio dengan marah

“Aku tidak pernah berpikir untuk bisa mencintaimu, tapi aku hanya ingin suatu saat memilikimu tanpa aku harus mencintaimu sekarang.” Ucapku

“Kamu harus berusaha untuk itu.” Jawab Rio

Aku pergi meninggalkannya sambil menundukkan kepalaku tanpa sepatah kata apapun yang kuucapkan untuknya.

“Aku bisa saja menghapus kesedihanmu itu jika kamu mau.” Teriak Rio

Kubalikkan badanku dan membuka mataku lebar-lebar untuk melihatnya. Aku menghampirinya dengan penuh keberanian, aku bayangkan dia bukanlah seniorku.

“Apa yang kamu maksud?” tanyaku

“Aku akan mencintaimu seperti kamu mencintaiku.” Jawab Rio

“Tapi kenapa? Apa kamu terpaksa berbicara seperti itu agar hilang kesedihanku? Dan apakah..”

Pertanyaan yang akan kusampaikan kepada Rio akhirnya terhenti, karena bibirnya yang manis melekat ke bibirku.

“Jika pohon ini memang kokoh, maka dia tidak akan bisa dipatahkan untuk selamanya, bahhkan oleh perbuatan manusia sekalipun.” Jawab Rio

“Apa maksudmu kak?” tanyaku

“Kamu akan memilikiku dan aku akan mencintaimu, karena aku tahu sumber kesedihanmu adalah aku, dan aku tidak terlahir sebagai sumber kesedihan orang lain.” Jawab Rio

“Lalu apa yang kamu sebut bahwa kamu tidak mengajarkan juniormu untuk mencintai lawan jenis, tapi kamu sendiri mengatakan hal itu?” tanyaku

“Karena yang kubutuhkan hanyalah masa depan yang mana aku bisa membangunnya dari sekarang, yaitu mencintaimu dan bersamamulah aku akan menghapus kesedihanmu itu.” Jawab Rio

“Tapi apakah masa depan yang kamu bangun dari sekarang, dengan mengatakan kamu mencintaiku apa bisa meyakinkanku untuk itu?” tanyaku

“Aku sendiri yang membuatmu yakin untuk itu.” Jawab Rio

Setelah kejadian itu aku dan Rio masih menjadi senior dan junior seperti biasanya, karena ini hanyalah jembatan yang kemudian akan kita lewati bersama untuk masa depan yang terbebas dari pendidikan.



Karya : Roy Widya

Sunday, June 2, 2019

KEMUNGKINANNYA CICAK

Sebuah tempat yang tenang sekali. Dokter Irfan sedang bekerja keras sekali di ruangan penelitiannya untuk menemukan obat yang dapat mengobati anaknya penyakit kangker darah.

Berkali-kali di proses dengan beberapa metode dan bahan obat-obatan yang sesuai dapat membunuh penyakit dan memicu kerja dari sistem kekebalan untuk memulihkan kondisi pasien ternyata gagal.

Dokter Ifran sudah patah arang untuk bisa menyelamatkan anak tersayangnya untuk bisa bermain bersamanya bukan terbaring di ruang perawatan menunggu waktu kematiannya. Karena kecewa Dokter Irfan keluar dari ruang kerjanya untuk menemani anaknya di ruang perawatan butuh banyak perhatian.

Di balik langit-langit ruang laboratium ada 2 ekor Cicak sedang bermain sambil mengejar Nyamuk yang berterbangan ke sana ke sini.

"Aku..yang dapat....aku yang dapat," teriak Cicak bernama Bono.

"Aku..yang  dapat.......," teriak Cicak bernama Beni.

Bono dan Beni mengejar Nyamuk terus menerus sampai melompat. Tapi karena Beni terselandung sebuah benang dan jatuh. Jadi Bono melompat langsung membuka mulut melahap Nyamuk "Nyam-nyam."

"Sial...saya..jatuh...jadi saya tidak bisa menangkap Nyamuk," kata Beni yang murung.

"Enaknya...Nyamuk ini...rasa..nya..gurih...sekali," kata Bono.

"Lain kali Aku..yang akan menang mendapatkan Nyamuk. Gara..gara benang ini?" kata Beni.

"Benang..apa?" tanya Bono.

"Benang ini...," kata Beni sambil menunjukkan ke Bono.

"Itu....benangnya....Lita..si...Laba-Laba. Pasti marah...karena kamu merusak jaring Laba-Laba," kata Bono.

"Masa...?!" kata Beni.

Tahu-tahu Lita si Laba-Laba di belakang.

"Iya...Aku..marah," kata Lita.

"Siapa yang ngomong?" tanya Beni.

"Di...belakang..mu...," kata Bono.

Beni membalikkan badannya melihat Lita si Laba-Laba dengan wujudnya menyeramkan dan mau melontarkan kata-kata amarahnya ke Beni si Cicak.

Beni langsung mundur satu langkah berkata "Maaf Aku tidak sengaja...memutus benang ini....yang pada akhirnya merusak...jaring Laba-Laba kamu. Sekali lagi maaf."

Lita mau marah gak jadi. Karena Beni si Cicak sungguh-sungguh meminta maaf pada Lita si Laba-Laba.

"Ya..Aku..maafkan lain kali..tidak...," kata Lita yang baik hatinya.

"Terima kasih..ya...Lita...," kata Beni.

"Iya," saut Lita si Laba-Laba.

Lita meninggalkan Beni begitu saja menuju jaring-jaring Laba-Labanya yang rusak untuk di perbaiki agar bisa menangkap Nyamuk. Beni mencari Bono malah gak ada.

Ke sana ke sini mencari Bono. Akhirnya melihat Bono melewati celah kecil di triplek pada langit-langit terkoyak dan Bono lewat situ. Beni memanggil Bono berkali-kali tidak menggubris.

"Apa yang di cara Bono..di panggil..gak menyaut," ocehan Benik kaya menggerutu.

Beni mengikuti Bono dengan jalur yang sama. Bono terus merayap di dinding dan langsung melompat ke meja yang jaraknya dekat dari dinding. Terus Bono berjalan dan melihat sesuatu di monitor pada sistem komputer. Bono mencoba data yang  pada layar monitor.

"Data..ini hampir 100 % tepatnya..99%....tinggal 1 persen...saja kalau bisa menemukan zat extrak yang bisa melengkapi dari rangkaian atom menjadi sempurna dan obat jenis baru di temukan," kata Bono.

Beni di samping Bono.

"Baca..apa? Aku ...tak..mengerti yang kamu omongkan," kata Beni.

"Kamu..Beni..bikin...kaget..aja. Tahu-tahu di samping. Oh..ini..Aku membaca..data jenis obat baru..untuk menanggulangi penyakit kanker darah," kata Bono.

"Oh..begitu. Aku coba..membacanya pada monitor," kata Beni.

Beni membacanya dengan seksama.

"Oh..metode yang di jalankan dalam data ini...yang di gunakan untuk menemukan obat jenis baru. Bukan..ini..metode..
mutasi gen. Kalau di tambah data....DNA..dari sel darah sepies Cicak. Maka..berhasil data ini menjadi 100%,"
kata Beni.

"Emang..ia..berhasil. Tapi ada dampaknya. Terjadi efek baru yang bisa aja mempercepat pertumbuhan penyakit di dalam tubuh pasien penyakit kangker darah. Sebenarnya kemungkinannya jadi..Nol," penjelasan Bono.

"Kok.. Nol?" tanya Beni.

"Iya..Nol. DNA Manusia dan Cicak gak bisa di satukan....efeknya terjadi penggumpalan..darah. Pada..akhirnya...penyakit lebih cepat berkembang dan pasien yang menderita tidak ada harapan hidup alias mati," penjelasan Bono.

"Ya...Bono..seperti biasanya...di ajak bicara khayalan. Malah realitanya..sebenarnya di bidang kedokteran. Gak seru," kata Beni.

"Kamu..terlalu banyak..nonton film...tentang mutasi gen. Kemungkinannya...Nollah..kalau kenyataannya," kata Bono.

"Kalau...dengan DNA Laba-Laba..gimana?" tanya Beni.

"Sama....cuma khayalan," kata Bono.

"Ya..lebih..baik...nonton film...bisa jadi kenyataan dari pada kenyataan sebenarnya....ya...nihil. Tapi Bono...masih ada kemungkinannya gak keberhasilannya?"

"Mungkin..sih...tapi perbandingannya susah untuk di hitung. Sudah yuk..kita cari..Nyamuk..jangan bahas urusan...Manusia," kata Bono.

"Ayo..nyari..Nyamuk. Perut saya lapar," saut Beni.

Bono dan Beni kembali ke langit-langit ruangan laboratium mencari Nyamuk. Dokter Irfan masuk ruang kerjanya lagi untuk terus mencoba menemukan obat jenis baru yang bisa menolong anaknya kangker darah dan memberikan harapan untuk anaknya hidup di muka bumi ini...bermain dan bergembira.

SAHABAT

Dodo duduk di halaman belakang rumah sedang asik main game di Hp-nya. Tony yang selesai mengerjakan tugas kuliahnya, ya keluar dari kamarnya...