Pages

Sunday, September 1, 2019

ROH JAHAT

Doni sedang ngobrol baik dengan Irwan di depan teras rumah. Sang Ibu pun memanggil Irwan. Segera Irwan masuk rumah meninggalkan Doni depan teras rumah. Dengan sabar menunggu Irwan yang sedang membantu Ibunya sejenak. Selang berapa saat. Irwan menghampiri Doni dan duduk bersama kembali sambil memberikan potongan semangka yang manis. Doni menikmati semangka dari Irwan.

Keduanya pun kembali ngobrol. Doni mulai menceritakan tentang seseorang berbaju putih dan memegang payung merah di depan rumah. Irwan pun menanggapi dengan baik cerita dari Doni. Ayahnya Irwan membawa semangka di atas nanpan di berikan untuk Doni dan Irwan juga.

Mendengar cerita Doni tentang   seseorang berbaju dan putih memegang payung merah di depan rumah.....langsung terkejut Ayah Irwan, sampai menjatuhkan semangka yang di atas nanpan.

Lalu Ayah Irwan mulai bicara dengan Doni untuk mengetahui apakah Doni melihat seseorang bergaun putih dan memegang payung merah? Doni pun menyatakan melihatnya. Sang Ibu Irwan pun menanyakan ke Irwan tentang seseorang bergaun putih dan memegang payung merah? Ternyata Irwan tidak melihatnya jadi Ibunya senang sekali anaknya selamat karena tidak jadi sasaran roh jahat.

Ayahnya Irwan pun terus memberikan pengarahan kepada Doni untuk menyelamatkan dirinya dari roh jahat dan memberikan kunci kamar untuk Doni dengan tujuannya jangan membukakan pintu ke roh jahat yang menjelma jadi siapa pun?!. Doni mengerti arahan dari Ayah Irwan.

Saat malam tiba. Doni di dalam kamarnya sendirian dan mengikuti arahan Ayah Irwan demi keselamatannya. Pintu kamar pun di ketuk. Lalu Doni pun bertanya "Siapa itu?".

"Aku...Irwan," katanya.

"Oh...Irwan," saut Doni.

Doni pun membukakan pintu kamar pake kunci yang di berikan Ayah Irwan. Saat pintu di buka ternyata benar Irwan yang ingin memberikan makanan berupa keripik singkong. Setelah itu Irwan pun kembali ke kamarnya.

Doni pun menutup pintu kamarnya. Tiba-tiba pintu di ketuk lagi. Doni pun bertanya "Siapa itu?".

"Aku...Irwan," katanya.

"Irwan...kok ada yang aneh," celoteh Doni.

Pintu mau di buka sama Doni. Tapi kunci jatuh ke lantai. Terdengar suara yang mengerikan yang membuat bulu kuduk Doni berdiri. Saat melihat dari celah kunci. Doni melihat wujud yang mengerikan. Kunci yang terjatuh di lantai segera di ambil Doni dan langsung mengunci pintu kamar.

Roh jahat marah membuat suasana mencekam sampai lampu pun jadi kerlap-kerlip karena tidak di bukakan pintu kamar sama Doni. Dengan sabar menunggu di balik pintu sampai kemarahan roh jahat pun menghilang. Sampai pagi keadaan kembali semula. Roh jahat pun menghilang dari depan pintu kamarnya Doni.

Pagi yang cerah di sambut Doni dengan keluar dari kamarnya dengan keadaan selamat. Ayah Irwan pun senang Doni selamat dari ujian yang bisa mencelakai dirinya. Tapi ternyata saat Doni keluar dari rumah masih di ikuti roh jahat yang mengancam dirinya sewaktu-waktu.

Saturday, August 31, 2019

MANTRA

Bony dapet tugas kuliah untuk mengumpulkan data kerja pemerintahan bidang kebudayaan. Maka itu Bony menelpon temannya Tatang yang kerja di gedung DPR, ya sebagai PNS bagian adminitrasi.  Tatang pun menyuruh dateng ke gedung DPR untuk mengambil datanya. Bony pun senang karena dapet kemudahan untuk pengumpulan data untuk tugas kuliah. Telpon-telponan antara Bony dan Tatang selesai juga.

Bony pun segera berangkat ke gedung DPR, tak sengaja bertemu Kakek penjual buku. Bony iba dengan keuletan Kakek yang masih sanggup bekerja di umurnya yang tua banget. Bony pun membeli jualan Kakek tersebut.

Sebuah buku yang di tawarkan ke Bony dan Kakek pun berkata "Buku ini akan menjelaskan sesuatu 'Yang tersembunyi akan terlihat semuanya' Baca ya...nak. Nanti kamu mengerti sendiri."

"Iya," kata Bony.
Bony membayar buku tersebut dengan harga pas.

"Terima kasih..nak," kata Kakek.

"Sama-sama," saut Bony.

Bony pun berangkat ke gedung DPR yang sudah di tunggu temannya. Maka itu Bony naik ojek on line untuk di antar gedung DPR. Selang berapa saat sampai juga di gedung DPR. Bony pun membayar ojek on line dengan uang pas.

"Terima kasih," kata Abang tukang ojek on line.

"Sama-sama," saut Bony.

Bony pun segera mau masuk gedung DPR tapi ternyata di halangin dengan petugas Sapol PP tujuannya demi keamanan dan juga salah satu petugas sapol PP pun bertanya "Ada janji dengan orang yang bekerja di dalam gedung DPR?"

"Ada. Tunggu sebentar aku telpon dulu ke orangnya," kata Bony.

"Iya...aku tunggu," kata petugas sapol PP.

Bony pun menelpon Tatang dan di suruh telpon Bony di berikan ke petugas sapol PP. Percakapan terjadi di telpon antara Tatang dan petugas sapol PP. Akhir pembicaraan Bony pun di bolehkan masuk oleh petugas sapol PP dan telponan pun selesai.

Bony pun ber gegas menuju tempat pertemuan dengan temannya di gedung DPR. Sampai di dalam gedung Bony harus menunggu Tatang sambil duduk bersantai membaca buku yang di belinya.
Dengan serius Bony membaca buku berjudul "Mantra". 

Sampai buku selesai di baca Bony merasa aneh dengan suasana lingkungan. Tatang pun menghampiri Bony yang sedang nyantai duduk dan segera memberikan flasdiks yang berisi data pemerintahan bidang budaya.

Bony pun berterima kasih atas bantuan dari Tatang untuk menyelesaikan tugas kuliahnya. Bony pun ingin melihat kedalam gedung DPR untuk melihat kerja anggota DPR pada saat itu lagi rapat. Sebenar Bony tidak boleh masuk karena bukan orang yang bekerja di gedung tersebut. Bujuk lagi Tatang dengan halus untuk di perbolehkan melihat anggota DPR saat rapat hanya sebatas di depan pintu.

Tatang pun membolehkan kalau sekedar saja. Bony dan Tatang beranjak dari duduk dan berjalan menuju ke tempat rapat anggota DPR. Saat pintu di buka dan melihat anggota DPR lagi rapat Bony langsung kaget melihat semuanya.

"Apakah ini benar tempat rapat anggota DPR?" tanya Bony.

"Iya. Ada apa Bony?" kata Tatang.

"Kenapa wujud mereka jadi setan semuanya," kata Bony.

"Jangan ngaur...Bony," kata Tatang.

Bony pun mengucek-ngucek matanya kalau salah lihat. Lalu Bony melihat kembali dengan baik berkata "Setan".

"Hus...ngomong apa kamu Bon?!" kata Tatang.

"Kenyataannya begitu," kata Bony.

Bony masih bingung dengan keadaannya, maka berpikir dengan baik langsung teringat kata-kata Kakek penjual buku "Yang tersembunyi akan terlihat semuanya", Bony pun menyuruh Tatang baca buku yang judulnya "Mantra".

Tatang pun membaca buku tersebut di paksa Bony. Dengan seksama Tatang membaca buku sampai selesai. Terjadi sesuatu di lingkungan Tatang. Mulai Tatang melihat anggota DPR yang sedang rapat dan berkata "Setan".

"Benarkan....setan wujud mereka semuanya. Kalau kesimpulan di buku ini menjelaskan benih yang tersimpan dalam hati berbentuk keserakahan untuk mendapat kekuasaan atau di sebut kedudukan adalah benih untuk menjadi setan," kata Bony.

"Jangan-jangan buku itu yang membuka tabir yang tersembunyi," kata Tatang.

"Benar sekali. Penjualnya bilang 'Yang tersembunyi akan terlihat jelas adalah setan'," kata Bony.

"Kalau begitu bener-bener setan dong yang kita lihat," kata Tatang.

"Iya," saut Bony.

Rapat pun selesai semua anggota mau keluar dari gedung. Tatang dan Bony ketakutan karena mau di datengi semua anggota DPR yang berwujud menyeramkan kaya setan. Tatang dan Bony pun lari kocar kacir untuk menjauh dari para setan.

***

Kakek penjual buku pun melihat lewat cermin sakti untuk mengawasi Bony yang membeli bukunya dan berkata "Yang tersembunyi akan terlihat jelas....wujud dari manusia itu."

Kakek menghilangkan cermin ajaibnya dan berubah menjadi sosok yang muda dan berpakaian putih dan dari punggungnya mengeluarkan sayapnya yang luar biasa. Terbanglah kelangit pemuda tersebut dengan kecepatan yang sangat hebat.

Wednesday, August 28, 2019

KUNTILANAK

Seusai main di rumah Tono.....ya si Beni segera pulang ke rumahnya. Padahal hari sudah malem banget. Dengan santai Beni berjalan sendirian dengan suasana yang sepi banget.

Sampai ketika Beni kebelet pipis. Berusaha Beni menahan agar tidak pipis di jalan. Dengan berjalan cepat agar sampai ke rumah. Eeee ternyata gak bisa di tahan juga. Beni pun memutuskan untuk pipis di jalan.

Jadi Beni mencari tempat untuk buang air kecil. Terlihat oleh mata Beni pohon yang besar dan memutuskan untuk pipis di belakang pohon besar tersebut. Saat mau pipis....Beni tak lupa mengucap "Permisi....aku numpang pipis".

Baru deh pipis Beni. Kuntilanak di atas pohon pun melihat ulah Beni dari tadi. Bau pesingnya.....pipisnya Beni menyengat sampai menusuk hidung kuntilanak.

"Bau....jengkol," kata Kuntilanak bicara dari atas pohon.

Beni mendengarnya dan berkata "Iya".

Beni pun mulai sadar setelah selesai pipis.

"Tadi kayanya ada yang bilang bau jengkol?" kata Beni.
Kuntilanak menjawab "Aku. Hihihihi".

Beni melihat Kuntilanak di atas pohon besar langsung lari tunggang langgang dengan berteriak keras "Setan".

Kuntilanak pun meninggalkan pohon besar dengan terbang dan menghilang. Beni pun sampai di rumah dengan keringet bercucuran dan berusaha menenangkan diri setelah ketemu dengan Kuntilanak dengan banyak doa perlindungan....baru deh istirahat di kamar.

Esok hari Beni bercerita dengan Tono tentang dirinya bertemu dengan Kuntilanak. Tono tidak percaya cerita Beni sebelum melihat sendiri. Maka itu Tono melanjutkan pekerjaannya berkebunnya. Beni pun melupakan kejadian dirinya bertemu Kuntilanak dan lebih baik fokus kerjaan berkebunnya.

JALANGKUNG

Beni membuat sebuah mainan kuno yang kaitannya dengan mistis. Setelah jadi mainan tersebut mengajak 2 teman baik Beni....Teguh dan Andi untuk bermain bersama untuk membuktikan permainan kuno tersebut beneran atau tidak.

Ketiganya adu nyali untuk bermain di sebuah kuburan. Malam yang dingin banget dan sunyi. Beni memulai membaca mantra mainan Jalangkungnya "Jalangkung di sini ada pesta datang di undang pulang gak di antar".

Berkali-kali membaca mantra permainan Jelangkung tetap tidak ada hasil. Beni dan kawan-kawan untuk memutuskan pulang apalagi dari tadi Teguh dan Andi menahan rasa takutnya....berani main di kawasan kuburan malem-malem.

Suasana jadi berkabut. Muncul roh-roh gentayangan melingkari Beni, Teguh dan Andi.

"Beneran mainan Jelangkung ini manggil roh penasaran," kata Beni.

Beni menancapkan mainan Jalangkung ke tanah. Langsung berlari meninggalkan kuburan dan berteriak keras "Setan".

Teguh pun mengikuti Beni dari belakang dan berteriak "Setan".

Begitu juga dengan Andi berteriak "Setan".

Salah satu roh gentayangan alias pemimpinnya berkata "Anak zaman sekarang...masih ingin mainan manggil kami semua....giliran di datengin....kabur ketakutan. Ya...sudah kembali kalian ke alam kalian!"

Semua roh gentayangan menghilang. Salah satu roh anak kecil mengambil mainan Jalangkung yang tertancap di tanah baru deh menghilang. 


Beni, Teguh dan Andi berhenti berlari di dekat pos kambling. Ketiganya memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing dan juga mereka telah kapok main Jalangkung.....karena beneran muncul roh gentayangan yang banyak banget di kuburan.

GUNDURUWO

Seorang seles muda bernama Wati pulang kerja. Hari memang malem. Wati pun berjalan dengan melewati jalan menuju rumahnya seperti biasanya. Tapi saat persimpangan jalan ada sebuah tulisan berwarna merah kaya darah "Jangan lewat sini".

Wati tidak menggubris peringatan tersebut jadi jojong lewat aja. Sambil berjalan Wati dapet telpon pacarnya jadi ngocehlah lewat Hp. Wati tidak sadar di ikuti makluk di belakangnya. Saat hubungan telponan selesai.

Wati mendengar suara "Mbak....mbak".

Wati jengkel mendengar omongan orang yang memanggil dirinya dari belakang. Dengan mimik marah untuk memarahi orang yang memanggilnya.

Saat berbalik badan. Wati melihat makluk yang sangat menyeramkan di hadapannya
"Baaa..kikuk," kata makluk tersebut.

Wati langsung berteriak tanda ketakutan "Haaaaaaa".

Wati pun berbalik arah untuk berlari secepat mungkin meninggal makluk yang menyeramkan sambil berteriak "Gunduruwo".

Makluk yang menyeramkan berkata "Kok...cewek itu...tahu nama aku Gunduruwo. Jadi aku terkenal juga".

Sang Gunduruwo langsung menghilang. Wati sampai di rumahnya. Baru mau masuk rumah saat pintu di bukakan Ayahnya. Wati langsung pingsan. Ayahnya khawatir dengan anak gadisnya di bopong masuk rumah dan di tidurkan kasur di kamar Wati. Ibu Wati khwatir juga dengan keadaan Wati.

Di tungguin oleh Ayah dan Ibunya....akhirnya Wati sadar. Baru orang tua nanya in kenapa Wati sampai pingsan di depan rumah. Wati pun bercerita bertemu dengan setan Gunduruwo. Ayah dan Ibu Wati membimbing anaknya untuk banyak-banyak doa perlindungan agar di jauhi dari roh jahat yang kerjaannya mengganggu manusia.

SAHABAT

Dodo duduk di halaman belakang rumah sedang asik main game di Hp-nya. Tony yang selesai mengerjakan tugas kuliahnya, ya keluar dari kamarnya...